Kemenkes-Tokushukai jadikan RS Harapan Kita pusat pendidikan jantung

Kemenkes-Tokushukai Jadikan RS Harapan Kita Pusat Pendidikan Jantung

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Tokushukai Medical Group Jepang sepakat menjadikan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita sebagai pusat pendidikan dan penelitian jantung terbesar di Asia. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kemampuan tenaga medis dalam bidang kardiovaskular.

“Kita telah berbagi dokter dan ilmu selama ini. Kini, kolaborasi ini membawa pertukaran aset, di mana jumlah tenaga medis serta pengetahuan mereka terus meningkat,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu.

Kemenkes optimis kerja sama dengan pihak Jepang akan mendorong peningkatan layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Indonesia. Hal ini penting karena penyakit jantung diperkirakan menjadi beban biaya terbesar BPJS Kesehatan hingga Rp17 triliun per tahun 2025.

Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, menjelaskan pembangunan gedung baru akan meningkatkan kapasitas tempat tidur dari sekitar 400 menjadi hampir 800. “Sebagian fasilitas akan dikhususkan untuk layanan premium, agar pasien tidak perlu ke luar negeri,” ujarnya.

Menurut Iwan, bangunan ini juga akan menjadi tempat pelatihan dan riset, bekerja sama dengan Jepang serta negara lain. “Selain itu, lantai atas akan menampung dokter spesialis dari luar negeri untuk praktik rutin,” tambahnya.

Kolaborasi antara pihak Indonesia dan Tokushukai Group melibatkan pengiriman beberapa dokter setahun dan magang perawat di RSJPD Harapan Kita. “Mereka memilih magang di sini karena tingkat kasus yang tinggi,” jelas Iwan.

Shinichi Higashiue, CEO Tokushukai Medical Group, menegaskan bahwa institusi ini diharapkan menjadi pusat pendidikan jantung terdepan di Asia. “Gedung ini akan menyediakan layanan kardiovaskular tercanggih, dan kami ingin membangunnya sebagai basis pelatihan terbesar di kawasan tersebut,” ucapnya.

READ  Hasil Pertemuan: Di Raker, anggota DPR minta wacana "war ticket" haji dikaji hati-hati