Main Agenda: Kemenekraf perkuat eksposur animasi pelajar melalui WAINI Vol.6
Kemenkraf dan WAINI Vol.6
Main Agenda – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) meluncurkan WAINI International Student Animation Festival Vol.6 di Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap karya animasi dari generasi muda. Festival ini menjadi platform strategis untuk memperkenalkan inovasi dan kreativitas para pelajar serta mahasiswa dalam bidang seni digital. Dengan dukungan pemerintah, event ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara komunitas kreatif, institusi pendidikan, dan industri kreatif nasional serta internasional.
Upaya Memperluas Eksposur
Festival WAINI Vol.6 dianggap sebagai wadah penting bagi kreator muda untuk memperluas jangkauan karya mereka. Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenkraf, Cecep Rukendi, mengatakan bahwa keberadaan WAINI membantu membangun ekosistem animasi yang lebih kuat melalui kolaborasi antar berbagai pihak. “Festival ini memperkuat ruang bagi talenta muda menunjukkan karya mereka dan menjalin hubungan dengan audiens yang lebih luas,” ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat lalu.
“Momen seperti ini juga menjadi kesempatan untuk menggali potensi kolaborasi yang berkelanjutan antara pelaku kreatif, komunitas, dan lembaga pendidikan,” tambah Cecep.
Ekonomi Kreatif dan Potensi Animasi
Kemenkraf menyatakan bahwa animasi merupakan bagian integral dari sektor ekonomi kreatif yang memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tahun 2025, nilai sektor film, animasi, dan video mencapai Rp2,15 triliun. Angka ini menegaskan bahwa animasi tidak hanya menjadi media seni, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja baru.
Tema dan Lokasi Festival
WAINI Vol.6 mengusung tema baru bernama “ENTRAPHORIA”, yang menggambarkan semangat menghubungkan cerita melalui animasi. Tagline festival tersebut adalah “Animating Connection, One Story at a Time”. Event ini berlangsung selama dua minggu, mulai dari 30 April hingga 3 Mei 2026, di Concert Hall dan Gedung Serbaguna Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Lokasi ini dipilih untuk memberikan ruang kreatif yang nyaman dan modern bagi peserta serta pengunjung.
Kolaborasi dan Peserta
Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu keunikan WAINI Vol.6. Festival ini bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Bank Indonesia, SAE Indonesia, Gobelins Paris, dan IFI Yogyakarta. Kemitraan ini dirancang untuk memperkaya konten dan memastikan partisipasi yang lebih luas. Target peserta tidak terbatas pada kalangan pelajar dan mahasiswa, tetapi juga profesional kreatif serta masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam dunia animasi.
Program Utama
Peserta dan pengunjung dapat menikmati berbagai rangkaian acara utama selama festival. Pemutaran film, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi bagian penting untuk memperkenalkan karya berkualitas. Selain itu, ada pameran ilustrasi, serta karya instalasi interaktif seperti zoetrope animation, grid barrier animation, dan storyboard tradisional. Showreel animasi juga dipamerkan untuk memperlihatkan proses kreatif pembuatan film.
Program Partisipatif
WAINI Vol.6 menawarkan program partisipatif yang menarik perhatian berbagai kalangan. Contohnya, Rimbun Project x Storyline mengajak pengunjung melibatkan diri dalam proses menggambar menjadi animasi. Program ini diharapkan memicu interaksi antara kreator dan penikmat seni. Pameran game karya mahasiswa dan studio lokal juga menjadi bagian dari pengalaman menarik selama acara. Sementara itu, Interactive Collage Mural memberikan ruang bagi peserta untuk berkontribusi pada karya seni kolektif.
Edukasi dan Pengembangan
Untuk memperkuat kapasitas kreator muda, WAINI Vol.6 menyediakan program edukasi yang komprehensif. SKENI (Sekolah Bareng WAINI) menjadi pusat pembelajaran berbasis praktik, sementara gelar wicara dan lokakarya mini memberikan wawasan teknis dan kreatif. Program Director WAINI, Destianawati, menegaskan bahwa festival dirancang untuk memberikan peluang tumbuh bagi talenta muda. “WAINI dihadirkan sebagai ruang apresiasi sekaligus ruang belajar agar kreator bisa berkembang dan terhubung lebih baik,” kata Destianawati.
Program Tambahan
Sebagai bagian dari inisiatif menyeluruh, WAINI Vol.6 menghadirkan program tambahan seperti STICKTOK, yang memungkinkan pengunjung menjelajahi seluruh rangkaian acara secara mandiri. Terdapat pula WAINIMART, sebuah ruang pameran dan penjualan produk kreatif dari kreator. Produk yang ditampilkan mencakup art print, zine, hingga merchandise berbagai tema. Kedua program ini memberikan keuntungan ekonomi dan peluang pemasaran bagi peserta.
Akses Umum dan Tujuan
Festival WAINI Vol.6 terbuka bagi semua kalangan tanpa batasan biaya. Dengan konsep “access for all”, acara ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap animasi sebagai bentuk seni yang relevan dalam konteks modern. Selain itu, WAINI juga menjadi wadah untuk memperkenalkan karya generasi muda kepada audiens yang lebih luas, baik lokal maupun internasional. “Kami ingin memberikan panggung lebih bagi student filmmakers agar karya mereka bisa dikenal dan menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang berkembang,” tambah Destianawati.
Kehadiran WAINI Vol.6 tidak hanya memperkuat eksposur animasi pelajar, tetapi juga menciptakan ruang diskusi dan kolaborasi. Dengan berbagai program yang disediakan, festival ini menawarkan pengalaman yang menyeluruh, dari kreativitas seni hingga pendidikan teknis. Dukungan Kemenkraf terhadap event ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui inovasi dari kalangan muda. Acara ini juga berharap mampu membangun komunitas kreatif yang lebih solid, serta menciptakan karya berkualitas yang bisa bersaing di pasar internasional.
WAINI Vol.6 menjadi contoh nyata bagaimana festival seni bisa menjadi penggerak utama dalam memperkenalkan talenta baru. Dengan menggabungkan seni, teknologi, dan pendidikan, event ini menawarkan nilai tambah yang tidak hanya berdampak pada kreator, tetapi juga masyarakat luas
