Jatim Terkini

Polisi Turun Tangan Usut Insiden Maut Lansia Tewas Tercebur Gorong-gorong Surabaya

Polisi Terus Investigasi Kecelakaan Maut Lelaki Tua Tewas Tercebur ke Gorong-gorong di Surabaya Polisi Turun Tangan Usut Insiden Maut - Surabaya, JPNN.com

Desk Jatim Terkini
Published Juni 15, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Polisi Terus Investigasi Kecelakaan Maut Lelaki Tua Tewas Tercebur ke Gorong-gorong di Surabaya

Polisi Turun Tangan Usut Insiden Maut – Surabaya, JPNN.com – Seorang lansia bernama Laila Endriati (69) meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Margorejo Indah, Kecamatan Wonocolo, pada Jumat (12/6) malam. Insiden tersebut terjadi saat korban dibonceng oleh suaminya, Edy Parlin (65), menggunakan sepeda motor Honda Supra X dengan nomor polisi L 5478 AAE. Kecelakaan ini menjadi perhatian Unit Gakkum Sat Lantas Polrestabes Surabaya, yang sedang mengejar penyebab kejadian tersebut.

Korban Tercebur ke Gorong-gorong Saat Berusaha Melewati Mobil

Dalam penyelidikan awal, polisi mengungkap bahwa kecelakaan berawal dari upaya pasangan tersebut untuk melewati dua kendaraan roda empat yang bergerak di depannya. Saat melintas dari arah timur ke barat, mereka berada di belakang dua mobil. Ketika salah satu mobil berbelok ke arah pusat perbelanjaan, dan mobil lain melaju lurus, pengemudi motor diduga mencoba mendahului dari sisi kiri. Upaya itu berujung pada kecelakaan yang menyebabkan korban terjatuh dan tercebur ke gorong-gorong.

Dalam wawancara, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galuh Bayu Raditya menjelaskan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan kecelakaan. “Terkait kasusnya, kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kemarin, kami telah melakukan asistensi untuk memperbaiki sistem keselamatan di area kejadian,” ujarnya, Minggu (14/6).

Kami berkoordinasi dengan Sat Reskrim dan Polsek Wonocolo. Ke depannya, kami akan memanggil semua pihak yang dianggap bertanggung jawab atas proyek yang ada di lokasi kecelakaan ini,” tambah Galuh.

Penyelidikan menyeluruh sedang dilakukan oleh tim gabungan dari Sat Lantas dan Sat Reskrim. Fokus utama adalah mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk apakah faktor manusia atau kesalahan teknis di lokasi menjadi pemicu. Dalam upaya mengungkap fakta, polisi juga mengecek kondisi infrastruktur sekitar, seperti marka jalan dan pencahayaan, untuk menilai apakah ada kekurangan yang bisa menjadi penyebab.

Menurut sumber di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.30 malam. Saat itu, kondisi jalan sedang normal, namun kurangnya visibilitas akibat cuaca yang berawan memengaruhi penglihatan pengemudi. “Korban dan suaminya dalam perjalanan kembali ke rumah setelah belanja di pasar,” kata saksi mata yang enggan disebutkan namanya. Insiden ini sempat membuat lalu lintas di sekitar area terganggu selama beberapa jam.

Galuh mengungkapkan bahwa proses investigasi telah memasuki tahap pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi. “Kami juga sedang mempelajari kecepatan kendaraan serta posisi angka pengemudi saat insiden terjadi,” jelasnya. Selain itu, pihak kepolisian berencana melakukan inspeksi terhadap konstruksi proyek yang berada di dekat jalur tersebut, karena dugaan kuat kecelakaan terkait dengan penghalang atau struktur yang tidak terduga.

Kami berharap dengan asistensi ini, kita bisa menemukan titik terang dan menghindari kecelakaan serupa di masa depan,” tambah Galuh, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan berkendara.

Sebelumnya, Kecamatan Wonocolo sempat menjadi sorotan karena beberapa kecelakaan serupa yang terjadi di sekitar area tersebut. Kebanyakan insiden terkait dengan korban terjatuh di gorong-gorong akibat kurangnya perhatian pengemudi atau kesalahan dalam pengaturan lalu lintas. “Ini bukan insiden pertama di wilayah ini, tapi kami ingin memastikan bahwa penyebab terkini bisa diungkap dengan jelas,” kata seorang petugas dari Polsek Wonocolo.

Keluarga korban menyampaikan kekecewaan atas kejadian yang menewaskan anggota keluarganya. “Kami tidak menyangka kecelakaan bisa terjadi begitu cepat. Semua sudah berhati-hati, tapi nasib tetap tak menentu,” ungkap anak Laila, yang mengatakan bahwa ibunya sehari-hari aktif dalam aktivitas sosial di lingkungan sekitar. Insiden ini juga memicu diskusi di media sosial, dengan warga meminta pemerintah lebih memperhatikan keselamatan jalan raya di Surabaya.

Dalam beberapa hari terakhir, polisi telah mengumpulkan data dari sejumlah saksi dan menganalisis rekaman kamera pemantau. Selain itu, mereka juga mengecek kecepatan kendaraan menggunakan alat pengukur. “Kami menemukan bahwa kecepatan motor mencapai 60 km/jam saat insiden terjadi. Ini bisa menjadi faktor kritis dalam penyebab kecelakaan,” kata Galuh dalam jumpa pers.

Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh proses investigasi dilakukan secara profesional dan transparan. Mereka juga berencana mengadakan rapat dengan para ahli keselamatan lalu lintas untuk mengevaluasi kondisi jalan raya dan mengusulkan tindakan pencegahan. “Kami tidak hanya mencari penyebab langsung, tetapi juga ingin memahami akar masalah dari proyek yang memengaruhi jalur ini,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi juga meminta keterangan dari pihak kontraktor proyek yang sedang beroperasi di lokasi kejadian. “Mereka dianggap bertanggung jawab atas perubahan struktur jalan, termasuk kemungkinan adanya penghalang atau kekurangan pencahayaan,” kata sumber dari Sat Reskrim. Proses ini diharapkan bisa selesai dalam seminggu ke depan, dengan hasil investigasi disampaikan ke publik.

Kecelakaan ini mengingatkan kembali pentingnya kesadaran berkendara, terutama di area yang memiliki infrastruktur kompleks. Dalam wawancara terpisah, seorang insinyur transportasi menyebutkan bahwa pengemudi motor harus lebih waspada di titik-titik yang mengalami perubahan arah atau kepadatan lalu lintas. “Selain itu, penting untuk memastikan bahwa ada marka jalan dan penghalang yang jelas,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah penyelidikan, polisi berharap bisa memberikan jawaban kepada masyarakat dan menghindari kejadian serupa di masa depan. “Kami terus berupaya memperbaiki sistem keselamatan jalan raya, termasuk di lokasi kejadian ini,” tutup Galuh, menegaskan komitmen tim kepolisian untuk menjaga keamanan warga Surabaya.

Leave a Comment