Jatim Terkini

Latest Program: TPP ASN Surabaya Naik Jadi 100 Persen, PPPK Paruh Waktu Dapat Gaji Ke-13 Rp2 Juta

TPP ASN Surabaya Dinaikkan ke 100 Persen, PPPK Paruh Waktu Dapat Gaji Ke-13 Rp2 Juta Latest Program - Kota Surabaya kembali memberikan perhatian khusus kepada

Desk Jatim Terkini
Published Juni 18, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

TPP ASN Surabaya Dinaikkan ke 100 Persen, PPPK Paruh Waktu Dapat Gaji Ke-13 Rp2 Juta

Latest Program – Kota Surabaya kembali memberikan perhatian khusus kepada aparatur sipil negara (ASN) dengan menaikkan alokasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) menjadi 100 persen. Kebijakan ini diumumkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya setelah menilai kondisi keuangan daerah yang dinilai stabil dan mampu memenuhi hak pegawai secara maksimal. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah tim anggaran berhasil mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah menyentuh 50 persen dari angka tahunan. “Karena itu, saya meminta tim anggaran menghitung kembali dan ternyata mereka punya keberanian, karena PAD-nya juga pas 50 persen,” kata Eri dalam wawancara di Balai Kota Surabaya, Rabu (17/6).

TPP Penuh sebagai Apresiasi untuk ASN

Kebijakan peningkatan TPP tersebut, menurut Eri, merupakan bentuk penghargaan terhadap kontribusi seluruh ASN yang berperan aktif dalam menjaga efisiensi pemerintahan dan kualitas pelayanan publik. Sebelumnya, tim anggaran hanya mengalokasikan TPP sebesar 50 persen dari total anggaran. Namun, dengan pertumbuhan PAD yang lebih baik dari proyeksi, Pemkot memutuskan mengubah kebijakan tersebut. “Saya meminta agar TPP dianggarkan penuh, baik untuk pegawai negeri maupun PPPK penuh waktu,” ujarnya.

Karena itu saya minta dihitung dan ternyata tim anggaran juga berani, karena PAD-nya juga pas 50 persen,” ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (17/6).

Peningkatan TPP ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. Eri menekankan bahwa setiap individu dalam struktur pemerintahan memiliki peran penting dalam menjalankan tugas-tugas rutin dan strategis. Dengan TPP penuh, diharapkan motivasi dan produktivitas ASN dapat meningkat, sehingga mendorong kinerja lebih optimal dalam berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi publik.

Kebijakan Berlaku untuk PNS dan PPPK Penuh Waktu

Kebijakan peningkatan TPP ini berlaku untuk semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja secara penuh waktu. Eri menjelaskan bahwa alokasi TPP selama ini dirasa belum cukup mengakomodasi kebutuhan pegawai dalam menghadapi tantangan sehari-hari. “PPPK paruh waktu juga mendapat perhatian khusus, meskipun mereka belum termasuk dalam peningkatan TPP penuh,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya menyiapkan insentif tambahan bagi PPPK paruh waktu, yang berupa gaji ke-13 sebesar Rp2 juta. Insentif ini, menurut Eri, bertujuan untuk memastikan bahwa semua jenis pegawai, baik penuh waktu maupun paruh waktu, merasa didukung dan dihargai oleh pemerintah daerah. “Meskipun mereka bekerja dengan jam yang lebih singkat, mereka tetap memberikan kontribusi yang sama pentingnya dalam menjalankan roda pemerintahan,” jelasnya.

Peluang dan Tantangan dalam Implementasi

Penyesuaian TPP ini membawa dampak signifikan pada anggaran pemerintahan kota. Dengan mengalokasikan 100 persen TPP, Pemkot Surabaya memastikan bahwa seluruh ASN mendapatkan manfaat maksimal dari kebijakan tersebut. Eri menegaskan bahwa keputusan ini tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga untuk memperkuat stabilitas keuangan daerah. “Kota Surabaya kini mampu memenuhi kewajiban kepada pegawai tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai langkah penghargaan, Pemkot juga menyoroti peran PPPK penuh waktu dalam memperkuat kekuatan sumber daya manusia. Eri mengatakan, kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan keadilan dalam sistem penggajian, sehingga tidak ada perbedaan perlakuan antara PPPK dan PNS. “PPPK penuh waktu berhak mendapatkan TPP seperti PNS, sementara mereka yang paruh waktu mendapat insentif tambahan berupa gaji ke-13,” terangnya.

Penyesuaian ini sejalan dengan upaya Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan. Dengan memberikan manfaat yang lebih baik, Eri berharap ASN dapat berkinerja lebih baik, terutama dalam menyelesaikan berbagai masalah di bidang pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. “Kota Surabaya kini memiliki kapasitas keuangan yang memadai untuk menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan,” imbuhnya.

Perubahan ini juga menjadi contoh bagus bagi daerah lain yang mungkin masih mengalami kendala dalam memenuhi anggaran untuk TPP. Eri menekankan bahwa peningkatan TPP tidak hanya berdampak langsung pada pegawai, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif. “Dengan TPP penuh, pegawai akan lebih termotivasi untuk memberikan hasil terbaik dalam menjalankan tugas-tugasnya,” ujarnya.

Kebijakan ini berlaku efektif sejak bulan Juni, dengan pembagian gaji ke-13 bagi PPPK paruh waktu dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Eri berharap, perubahan ini mampu meningkatkan rasa kepuasan pegawai, baik yang berstatus PNS maupun PPPK, sehingga mendorong kinerja lebih baik dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Kota Surabaya akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan ASN, karena mereka adalah tulang punggung pelayanan publik,” pungkasnya.

Peluang Masa Depan untuk ASN Surabaya

Kebijakan peningkatan TPP ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM di Kota Surabaya. Dengan alokasi penuh, pegawai akan merasa lebih dihargai, sehingga dapat memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Eri menambahkan bahwa kebijakan ini juga membuka peluang untuk meningkatkan jumlah ASN yang lebih berkompeten dan berdedikasi tinggi.

Terlepas dari manfaatnya, Eri menyadari bahwa kebijakan ini tetap harus diimbangi dengan pengelolaan anggaran yang efisien. “Kita perlu memastikan bahwa peningkatan TPP tidak mengganggu alokasi dana untuk program-program lain yang penting,” jelasnya. Ia menekankan bahwa penyesuaian TPP ini adalah bagian dari perencanaan jangka panjang dalam memperkuat sistem pemerintahan kota.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkot Surabaya juga berencana melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja ASN dan PPPK. Evaluasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan apakah kebijakan peningkatan TPP tetap diterapkan atau dapat diubah sesuai kebutuhan. “Kita akan terus memantau dampak kebijakan ini, agar tetap memberikan manfaat optimal,” tambah Eri.

Di samping itu, Eri juga mengingatkan bahwa kebijakan ini tidak bisa dianggap sebagai jaminan utama

Leave a Comment