Latest Program: Pemprov: 2.000 buruh akan peringati May Day tahun ini di Sumut

Pemprov: 2.000 Buruh Akan Merayakan Hari Buruh Internasional Tahun Ini di Sumut

Latest Program – Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memberikan informasi bahwa sekitar 2.000 pekerja di wilayah tersebut akan turut serta dalam perayaan Hari Buruh Internasional tahun 2026. Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut, Yuliani Siregar, acara ini akan dihadiri oleh 77 organisasi pekerja yang berperan dalam menyampaikan aspirasi para buruh secara harmonis. “Kita mengharapkan kegiatan ini tidak hanya sekadar upacara, tetapi menjadi wadah diskusi yang mendorong solusi atas tantangan yang dihadapi oleh pekerja di Sumut,” jelas Yuliani dalam wawancara di Medan, Rabu.

Konsep Dialog sebagai Fokus Utama

Pemprov Sumut memutuskan menggelar acara May Day di Gedung Olahraga (GOR) Astaka, Jalan Williem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang. Lokasi ini dipilih sebagai pusat kegiatan untuk memudahkan partisipasi para buruh dari berbagai daerah. Yuliani menegaskan bahwa konsep dialog menjadi kunci utama dalam perayaan tahun ini. “Masyarakat buruh perlu diberi ruang untuk menyampaikan keinginan dan tantangan mereka, serta kita bersama-sama mencari cara mengatasinya,” ujarnya.

“Kita ingin May Day 2026 ini tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang dialog yang benar-benar menyampaikan dan mencari solusi atas persoalan ketenagakerjaan,”

Dalam wawancara itu, Yuliani mengungkapkan bahwa pendekatan dialog dianggap penting untuk memperkuat hubungan saling menghormati antara pihak pekerja dan pemerintah. “Dengan komunikasi yang terbuka, kita bisa membangun pemahaman bersama tentang kebutuhan dan harapan pekerja, sehingga kebijakan lebih sesuai dengan realitas di lapangan,” tambahnya.

READ  Key Issue: Menteri Agama: Umat beragama adalah penjaga moral dan perekat bangsa

Program Perlindungan bagi Pekerja Rentan

Pemprov Sumut juga menghadirkan program perlindungan bagi pekerja rentan selama acara May Day. Jaminan BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan kepada 20.000 tenaga kerja di 33 kabupaten/kota. Yuliani menjelaskan bahwa program ini bertujuan melindungi pekerja yang berada di Desil 1 dan Desil 2, yaitu kelompok yang rentan terhadap risiko pengangguran atau pengurangan upah. “Ini adalah salah satu program strategis yang kita luncurkan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi di kalangan pekerja,” katanya.

“Dalam menentukan jaminan perlindungan, kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial Sumut. Kita memberikan jaminan perlindungan berupa BPJS Ketenagakerjaan kepada 20.000 tenaga kerja rentan,”

Program ini juga mencakup pekerja di sektor perkebunan, seperti penggerek dan dodos, dengan dana berasal dari hibah kelapa sawit. Sementara itu, untuk Kepulauan Nias, jaminan BPJS Ketenagakerjaan ditanggung dari APBD Sumut. Yuliani menekankan bahwa perlindungan ini tidak hanya sekadar simbol, tetapi memberikan manfaat nyata, seperti pengamanan ketika mereka mengalami PHK atau kecelakaan kerja.

Perayaan Dimeriahkan dengan Layanan Publik

Menurut Yuliani, acara May Day tahun ini tidak hanya fokus pada diskusi ketenagakerjaan, tetapi juga menyediakan berbagai layanan kepada masyarakat. “Perayaan May Day dirangkaikan dengan dibukanya layanan seperti pembuatan SIM dan STNK, KTP, donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta lucky draw,” ujar mantan perwakilan Dinas Sosial tersebut.

Kehadiran layanan publik ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang digelar. Selain itu, berbagai fasilitas tersebut juga memberikan kenyamanan bagi para buruh yang datang dari daerah terpencil. “Kita ingin May Day bukan hanya dianggap sebagai hari kerja, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Rehabilitasi BLK Sebagai Strategi Peningkatan Kompetensi

Di samping program jaminan BPJS, Pemprov Sumut juga meluncurkan inisiatif rehabilitasi Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar. Yuliani menjelaskan bahwa BLK ini bertujuan memberikan pelatihan keterampilan gratis guna meningkatkan kemampuan para pekerja. “Kami berharap BLK bisa menjadi pilar dalam mengembangkan sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika pasar kerja,” terangnya.

READ  Key Discussion: Program MBG di Banten jangkau 2,9 juta penerima manfaat

Pelatihan yang diberikan meliputi bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat, seperti teknik pertanian, administrasi, atau pemasaran. Dengan adanya BLK, diharapkan para pekerja yang tidak memiliki pelatihan sebelumnya dapat memperoleh keahlian baru. “Program ini juga mendorong masyarakat untuk menjadi wirausaha, terutama di wilayah yang minim akses ke peluang kerja,” tambah Yuliani.

Peran Pemprov dalam Mewujudkan Ketenagakerjaan yang Berkelanjutan

Yuliani menyoroti bahwa keberhasilan program perlindungan dan pelatihan keterampilan bergantung pada keterlibatan aktif pihak terkait. “Kita berupaya koordinasi yang intens dengan dinas-dinas terkait, serta masyarakat, agar semua langkah yang diambil benar-benar memberikan dampak positif,” jelasnya.

“Dengan mendorong kompetensi pekerja, kita bisa memastikan mereka mampu bersaing di era ekonomi yang semakin dinamis,”

Menurut Yuliani, kegiatan May Day tahun ini juga merupakan bentuk komitmen Pemprov Sumut dalam menciptakan ketenagakerjaan yang lebih baik. “Kita berupaya menjadikan May Day sebagai acara yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan para buruh,” ujarnya.

Harapan untuk Perayaan yang Lebih Produktif

Pemprov Sumut berharap bahwa perayaan May Day tahun ini mampu menjadi awal dari perubahan yang lebih luas dalam dunia kerja. Dengan menggabungkan dialog, pelatihan, dan layanan publik, Yuliani yakin kegiatan ini akan memberikan dampak yang signifikan. “Kita ingin May Day bukan hanya hari libur, tetapi menjadi momentum refleksi dan aksi untuk memperbaiki kondisi pekerjaan,” katanya.

Harapan ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk organisasi pekerja yang turut serta dalam acara. “Koordinasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja sangat penting agar semua pihak merasa terdampingi dan diberi ruang untuk berpartisipasi aktif,” tutur Yuliani. Dengan kebijakan yang terintegrasi, ia yakin Sumut bisa menjadi provinsi yang lebih adil dan kompetitif dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional.

READ  Latest Program: BGN: Kematian balita di Cianjur bukan karena program MBG

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemprov Sumut terus berupaya mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Program seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BLK diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang.