Key Discussion: Badan Bahasa dan BI Sultra perkuat literasi melalui peran Duta Bahasa

Badan Bahasa dan BI Sultra Perkuat Literasi dengan Duta Bahasa

Key Discussion – Kendari, Sulawesi Tenggara – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang berupaya meningkatkan literasi masyarakat melalui program Duta Bahasa. Inisiatif ini bertujuan menguatkan peran bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi utama, sambil memperkuat kesadaran nasional tentang pentingnya kompetensi berbahasa. Duta Bahasa dianggap sebagai wujud nyata keterlibatan generasi muda dalam membangun keutuhan bangsa, terutama di wilayah yang dikenal sebagai “Bumi Anoa.”

Pemuda sebagai Penjaga Kesatuan

Key Discussion menggarisbawahi peran vital pemuda dalam menegaskan identitas nasional. Hafidz Muksin, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, menegaskan bahwa generasi muda adalah pilar pembangunan, terutama dalam menjaga integritas bahasa Indonesia. “Duta Bahasa mewakili semangat pemuda yang tetap menghargai bahasa sebagai simbol persatuan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pemuda harus dijadikan pusat perhatian dalam pengembangan literasi, mengingat bahasa adalah alat utama dalam menyampaikan pesan kebangsaan.

“Semangat Sumpah Pemuda masih relevan hari ini karena pemuda adalah motor penggerak dalam membangun kesatuan bangsa. Melalui Duta Bahasa, mereka menjadi penghubung antara nilai kebangsaan dan kebutuhan komunikasi masyarakat,”

Program pemilihan Duta Bahasa 2026 telah memunculkan minat tinggi dari calon peserta. Mereka dipilih berdasarkan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, sekaligus kesadaran akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. “Duta Bahasa bertugas mengajak masyarakat menghargai bahasa, termasuk dalam menghadapi tantangan globalisasi,” tambah Hafidz. Ia menilai bahwa program ini bisa menjadi sarana membangun kebiasaan positif dalam penggunaan bahasa.

READ  Latest Program: Gubernur: Pendidikan inklusif simbol kemajuan Papua Tengah

BI Sultra Berikan Peran Strategis Duta Bahasa

Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Thathit Suryono, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Balai Bahasa untuk menyebarkan pesan kebijakan secara lebih efektif. “Duta Bahasa merupakan mitra kunci dalam sosialisasi program ekonomi, seperti literasi keuangan dan perlindungan konsumen,” katanya. Key Discussion menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi kebijakan bergantung pada keberagaman bahasa yang digunakan.

“Bahasa adalah jembatan antara kebijakan dan masyarakat. Dengan mengintegrasikan nilai kebijakan ke dalam bahasa daerah, kita bisa memastikan pesan tersebut lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan,”

Thathit menekankan bahwa Duta Bahasa yang terpilih harus mampu menjadi representasi kebijakan ekonomi secara lokal. “Mereka harus menerjemahkan konsep seperti nilai tukar rupiah ke dalam konteks budaya masyarakat Sultra,” ujarnya. Strategi ini diharapkan mendorong kesadaran masyarakat tentang manfaat literasi keuangan, terutama di tengah era globalisasi.

Pendidikan dan Kebudayaan dalam Literasi Bahasa

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Aris Badara, menjelaskan komitmen pihaknya untuk meningkatkan sikap cinta bahasa Indonesia di kalangan pelajar. “Duta Bahasa diharapkan menjadi contoh nyata dalam mengembangkan kesadaran akan pentingnya literasi,” sebut Aris. Key Discussion menyoroti bahwa pendidikan harus menjadi sarana memperkuat pengetahuan bahasa, sambil menjaga keberagaman budaya lokal.

“Bahasa daerah adalah warisan kekayaan lokal yang perlu dilestarikan. Filosofi Trigatra Bangun Bahasa—utamakan bahasa Indonesia, lestarikan daerah, dan kuasai bahasa asing—harus diterapkan secara konsisten dalam sistem pendidikan kita,”

Aris menambahkan bahwa penguasaan bahasa asing tetap dibutuhkan untuk bersaing di dunia global, namun tetap harus diimbangi dengan penghargaan terhadap bahasa lokal. “Duta Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir yang seimbang antara bahasa nasional dan daerah,” katanya. Ia berharap program ini bisa memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengembangan literasi.

READ  Yang Dibahas: Mendes harap hubungan bilateral RI-China entaskan daerah tertinggal

Media Edukasi dengan Konten Bahasa Daerah

BI Sultra juga mengembangkan program media edukasi yang memadukan bahasa daerah dengan pesan kebijakan. Key Discussion menyebutkan bahwa inisiatif ini dirancang untuk menarik perhatian generasi muda melalui cerita dan dongeng yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Konten berbahasa daerah membuat literasi lebih relevan dan menarik bagi masyarakat,” ujarnya. Inovasi ini diharapkan mendorong partisipasi aktif dalam program literasi.

“Bahasa daerah seperti Wakatobi dan Wolio menjadi media untuk menyampaikan nilai kebijakan ekonomi secara lebih kontekstual. Dengan demikian, masyarakat akan lebih mudah memahami peran literasi dalam perekonomian,”

Program ini juga bertujuan menggali potensi lokal Sultra sebagai sumber inspirasi untuk memperkuat identitas kebangsaan. “Melalui Duta Bahasa, kita bisa menyebarkan literasi secara lebih personal dan kontekstual,” kata Aris. Key Discussion menegaskan bahwa integrasi bahasa nasional dan lokal adalah kunci dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berbudaya.