Calon haji sakit saat transit di Kualanamu dipulangkan ke Solo

Calon Haji Mengalami Gangguan Kesehatan Saat Transit di Bandara Kualanamu, Dikembalikan ke Solo

Calon haji sakit saat transit di Kualanamu – Medan, Antaranews – Seorang calon haji asal Jawa Tengah, yang sedang dalam perjalanan menuju Arab Saudi, dipulangkan ke Embarkasi Solo setelah mengalami gangguan kesehatan selama transit di Bandara Internasional Kualanamu. Menurut Murnisyah Nasution, Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, keputusan tersebut diambil setelah calon haji tersebut dinyatakan layak terbang oleh tim medis.

Murnisyah menjelaskan bahwa calon haji yang sakit tersebut bernama Muritno (73). Pria berusia tujuh puluh tiga tahun ini berasal dari Desa Sutapranan, Kecamatan Dukuh Turi, Kabupaten Tegal. Ia sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Amri Tambunan, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, sejak Rabu (22/4) lalu. Kondisi Muritno memburuk saat melakukan pendaratan teknis untuk mengisi bahan bakar di Bandara Kualanamu, yang membuatnya tidak mampu melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

“Kami telah menerima surat keterangan layak terbang dari RSUD Amri Tambunan Lubuk Pakam, sehingga yang bersangkutan sudah diterbangkan kembali kemarin,” ujar Murnisyah. Menurutnya, setelah dinyatakan memenuhi syarat untuk terbang, Muritno langsung diberangkatkan ke Solo pada hari yang sama. Ia menyatakan bahwa kondisi calon haji tersebut telah membaik setelah dipulangkan.

Sebelumnya, Muritno didampingi oleh calon haji lain dari embarkasi yang sama, yakni Cheriyah (80). Perempuan berusia delapan puluh tahun ini berasal dari Desa Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Keduanya turut serta dalam Kloter 3 Embarkasi Solo yang diberangkatkan ke Tanah Suci pada Rabu (22/4) pukul 15.00 WIB. Namun, dalam perjalanan menuju Bandara Adi Soemarmo, Jawa Tengah, Muritno harus dikeluarkan dari pesawat Garuda Indonesia karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

READ  Rencana Khusus: Otorita buka ruang keterlibatan elemen profesional bangun IKN

Menurut Murnisyah, keputusan untuk mengembalikan Muritno ke Solo diambil setelah tim medis memastikan bahwa ia tidak mampu melanjutkan perjalanan. “Setelah dinyatakan layak terbang, pada hari yang sama langsung diterbangkan kembali ke Embarkasi Solo. Alhamdulillah, kondisi beliau sudah membaik,” tambahnya. Ia menekankan bahwa keputusan ini diambil secara profesional untuk memastikan kesehatan calon haji tetap terjaga selama pemberangkatan.

Kloter 3 Embarkasi Solo terdiri dari 360 calon haji yang tergabung dalam satu rombongan. Mereka awalnya berangkat dari Bandara Adi Soemarmo, Jawa Tengah, untuk melakukan transit di Bandara Kualanamu. Namun, dalam perjalanan tersebut, ada satu calon haji yang harus dipulangkan karena mengalami gangguan kesehatan. Selain Muritno, Cheriyah juga ikut dalam kejadian ini, meski kondisinya tidak memburuk.

Murnisyah menjelaskan bahwa seluruh calon haji dalam kloter tersebut mengalami pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat. Tim medis mengawasi kondisi mereka secara ketat, terutama saat menghadapi rute yang memerlukan pendaratan teknis. Kualanamu, sebagai bandara transit, menjadi titik kritis dalam perjalanan haji ini. Ia menambahkan bahwa selain Muritno, ada beberapa calon haji lain yang juga mengalami kelelahan akibat jadwal penerbangan yang padat.

Kota Medan menjadi pusat pengumpulan calon haji untuk embarkasi ke Tanah Suci. Sebelum diarahkan ke Bandara Kualanamu, calon haji menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan administrasi yang lengkap. Selama transit, mereka menginap di Bandara Kualanamu sebelum diberangkatkan ke Bandara Adi Soemarmo. Proses ini membutuhkan koordinasi intensif antara PPIH Medan dan Embarkasi Solo untuk memastikan kelancaran pemberangkatan.

“Kembali ke Embarkasi Solo, tidak langsung ke Madinah. Menggunakan pesawat Garuda ketika mengisi avtur di Bandara Kualanamu sebelum tiba di Bandara Adi Soemarmo,” kata Murnisyah. Ia menegaskan bahwa kejadian ini adalah bagian dari rencana pemberangkatan yang sudah diatur dengan hati-hati. Meski ada kejadian tak terduga, tim medis dan petugas embarkasi tetap berupaya meminimalkan dampaknya terhadap keberangkatan umat muslim lainnya.

READ  Latest Program: Pemprov: 2.000 buruh akan peringati May Day tahun ini di Sumut

Dalam perjalanan dari Medan ke Solo, seluruh calon haji diberi kesempatan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Proses ini bertujuan memastikan bahwa setiap calon haji dalam kondisi optimal sebelum menghadapi perjalanan internasional. Selain itu, tim medis juga menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala untuk mencegah risiko kesehatan di tengah perjalanan yang memakan waktu beberapa hari.

Muritno, yang kini kembali ke Solo, menjadi perhatian khusus setelah dipulangkan. Ia diharapkan dapat menjalani pemulihan lebih lanjut di kota asalnya. Murnisyah mengungkapkan bahwa calon haji ini sudah diizinkan berangkat setelah menjalani perawatan dan dinyatakan membaik oleh dokter. “Kami percaya bahwa dengan pemeriksaan yang teliti, semua calon haji akan dapat menyelesaikan perjalanan haji secara aman,” tuturnya.

Kloter 3 Embarkasi Solo yang berangkat dari Bandara Adi Soemarmo mencakup calon haji dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Proses pemberangkatan ini memerlukan persiapan ekstra, termasuk pengaturan jadwal penerbangan yang selaras dengan jadwal keberangkatan ke Tanah Suci. Kualanamu, sebagai bandara transit, menjadi titik kumpul yang strategis untuk mempermudah pengelolaan kloter.

Dalam situasi seperti ini, PPIH Medan menegaskan komitmen mereka dalam menjaga kesehatan dan keselamatan calon haji. Seluruh proses pemberangkatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pengangkutan ke bandara, diatur secara rapi untuk menghindari gangguan yang bisa mengganggu jadwal. Muritno, yang telah dipulangkan, akan diberikan perhatian khusus sebelum melanjutkan perjalanan hajinya.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa proses pemberangkatan haji memerlukan kehati-hatian ekstra, terutama dalam menghadapi kondisi kesehatan yang tidak terduga. Dengan koordinasi yang baik antar-embarkasi, calon haji yang sakit dapat dipulangkan tanpa mengganggu keberangkatan rombongan lainnya. Murnisyah juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk memastikan suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

READ  Special Plan: Kodam XIV bersinergi Pemprov Sulsel bangunan RLH/RTLH

Sebagai bagian dari embarkasi yang sama, Cheriyah juga ikut mengalami gangguan selama transit. Namun, kondisi kesehatannya tidak separah Muritno, sehingga ia tetap bisa melanjutkan perjalanan. Kedua calon haji ini menjadi contoh bahwa dalam perjalanan haji, ada tantangan kesehatan yang perlu diatasi secara cepat dan tepat.

Dengan upaya yang dilakukan PPIH Medan dan Embarkasi Solo, proses pemberangkatan haji tetap berjalan lancar meski ada kejadian tak terduga. Murnisyah berharap kejadian ini menjadi pembelajaran untuk meningkatkan persiapan di masa depan. Ia menambahkan bahwa kesehatan calon haji adalah prioritas utama, sehingga setiap langkah diambil dengan mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi.