Latest Program: Peradi Profesional tunjuk Megawati Prabowo sebagai waketum

Peradi Profesional Pilih Megawati Prabowo sebagai Wakil Ketua Umum

Latest Program – Jakarta, Jumat (8/5) – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Profesional secara resmi menetapkan Megawati Prabowo sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) periode 2026-2031. Acara pengukuhan pengurus organisasi tersebut berlangsung di Jakarta, dengan Megawati diumumkan sebagai salah satu tokoh yang akan memimpin kegiatan advokasi nasional selama lima tahun ke depan.

Langkah Regenerasi untuk Profesi Advokat

Harris Arthur Hedar, Ketua Umum DPN Peradi Profesional, menjelaskan bahwa keputusan memilih Megawati Prabowo merupakan bagian dari upaya regenerasi dalam dunia advokat. Menurutnya, ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada generasi muda dalam mengambil peran penting dalam pengelolaan organisasi profesi. “Pemilihan Megawati mencerminkan komitmen Peradi Profesional untuk mengembangkan talenta-talenta muda yang siap memimpin sektor hukum di masa depan,” kata Harris dalam pidatonya saat acara berlangsung, seperti dilaporkan dari Jakarta, Sabtu.

Kami akan mengintegrasikan UU 18/2003 tentang Advokat dengan UU 12/2012 tentang Perguruan Tinggi, yang akan disesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Harris menekankan bahwa keberlanjutan organisasi advokat membutuhkan peran strategis dari para pemimpin muda. Ia menyebutkan bahwa Megawati Prabowo memiliki kemampuan memperkuat integritas profesi sekaligus menjadi panutan bagi rekan-rekan sejawat. Menurut Harris, kinerja Megawati diharapkan mampu memperkenalkan inovasi dalam pengelolaan organisasi serta membawa energi baru yang relevan dengan dinamika profesi hukum saat ini.

READ  New Policy: Kejagung dalami dugaan kasus jual beli LHP Ombudsman

Visi Megawati untuk Pengembangan Advokat Muda

Megawati Prabowo, Wakil Ketua Umum DPN Peradi Profesional, mengungkapkan bahwa jabatan yang diamanatkan kepadanya menuntut tanggung jawab besar terhadap kemajuan organisasi. “Saya berkomitmen untuk mewujudkan program-program yang mendukung pengembangan advokat muda, sehingga mereka dapat berkembang menjadi profesional yang kuat dan terpercaya,” ujarnya dalam pidatonya di acara pengukuhan.

Bagi saya, jabatan ini menuntut tanggung jawab yang besar untuk organisasi. Karenanya, saya tuangkan dalam berbagai program terkait pengembangan advokat muda di Indonesia.

Dalam menyatakan visinya, Megawati menekankan pentingnya mengajarkan sikap profesional, berintegritas, serta taat pada kode etik sejak dini kepada para calon advokat. Ia berharap pengukuhan ini menjadi momentum untuk meningkatkan semangat regenerasi dan menjaga standar profesionalisme di kalangan advokat. “Saya percaya bahwa dengan keterlibatan generasi muda, Peradi Profesional bisa menjadi mitra strategis dalam membangun sistem hukum nasional,” tambah Megawati.

Upaya Penguatan Posisi Organisasi

Megawati juga menyebutkan bahwa organisasi advokat perlu terus memperkuat posisinya sebagai institusi yang mampu memperhatikan kepentingan masyarakat. “Dengan adanya kebijakan yang terbuka untuk semua lapisan generasi, Peradi Profesional diharapkan mampu menjangkau lebih luas dan menjadi pilihan utama bagi pencari keadilan,” jelasnya.

Dari sisi pembina organisasi, Fauzie Hasibuan menyatakan bahwa Peradi Profesional membutuhkan sosok muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap kejujuran dan profesionalisme. “Megawati Prabowo memiliki visi-misi yang selaras dengan tujuan organisasi. Oleh karena itu, dirinya adalah pilihan tepat untuk memimpin pengembangan advokat muda,” tambah Fauzie dalam kesempatan yang sama.

Organisasi advokat harus berbasis akademis, salah satunya terkait materi pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) dan ujian profesi advokat (UPA).

Fauzie menilai peran Megawati akan menjadi pendorong utama dalam mewujudkan sistem hukum yang lebih modern. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadapi tantangan di bidang hukum, terutama dalam merangkul perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang berkembang. “Dengan menggabungkan dua undang-undang tersebut, kami yakin Peradi Profesional bisa menjadi institusi yang lebih relevan dan efektif,” ujarnya.

READ  Tipikor Surabaya vonis penjara tiga kades di Kediri jual beli jabatan

Pengaruh Pemimpin Muda pada Profesi Advokat

Menurut Fauzie, penerapan UU 18/2003 tentang Advokat bersama UU 12/2012 tentang Perguruan Tinggi akan menciptakan kerangka kerja yang lebih terpadu untuk pendidikan advokat. “Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa para advokat muda dilatih secara komprehensif, baik secara akademis maupun praktis,” tambahnya.

Dalam konteks keberlanjutan, Megawati menegaskan bahwa keberhasilan Peradi Profesional bergantung pada kemampuan mengintegrasikan kebijakan yang progresif dengan prinsip dasar profesi advokat. Ia juga menyebutkan bahwa pengukuhan ini menjadi awal dari perubahan yang diharapkan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada publik.

Komitmen Terhadap Pendidikan dan Kode Etik

Kebijakan pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) dan ujian profesi advokat (UPA) dianggap sebagai fondasi penting dalam melahirkan advokat berkualitas. Harris Arthur Hedar mengatakan bahwa Peradi Profesional akan memperkuat program-program tersebut sebagai upaya untuk memastikan setiap anggotanya memiliki kompetensi dan integritas yang diperlukan.

Langkah ini mencerminkan komitmen kuat Peradi Profesional dalam memberdayakan talenta muda untuk memegang peran kepemimpinan strategis demi mempersiapkan kader-kader pemimpin organisasi demi keberlanjutan organisasi.

Lebih lanjut, Harris berharap bahwa Megawati Prabowo bisa menjadi figur yang mendorong kolaborasi antar generasi dalam memajukan profesi advokat. “Dengan adanya peran kepemimpinan dari pihak muda, Peradi Profesional diharapkan dapat menjadi organisasi yang dinamis, transparan, dan berorientasi pada keadilan,” tuturnya.

Dalam rangka memperkuat kepercayaan masyarakat, Peradi Profesional akan fokus pada penerapan prinsip-prinsip akademis dalam pengelolaan organisasi. Kebijakan ini diharapkan mampu menjamin konsistensi dalam memberikan layanan hukum yang profesional dan berkualitas. Harris juga menyebutkan bahwa pengukuhan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan profesi advokat tidak bisa terlepas dari peran strategis generasi muda.

READ  New Policy: Usulan larangan total vape jangan sekadar "omon-omon"