Main Agenda: LMAN sumbang PNBP senilai Rp4,2 triliun pada 2025

Pencapaian PNBP LMAN 2025

Main Agenda – Jakarta, Senin – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mencatatkan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada tahun 2025, dengan total realisasi mencapai Rp4,2 triliun. Angka ini menunjukkan kinerja yang lebih dari cukup memuaskan karena telah melampaui target awal sebesar Rp2,6 triliun sepanjang tahun tersebut. Capaian ini mencerminkan upaya LMAN dalam memaksimalkan potensi pengelolaan aset negara melalui berbagai lini bisnis yang dikelolanya.

Strategi Efisiensi Biaya

Direktur Utama LMAN, Kristijanindyati Puspitasari, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR RI di Jakarta, menjelaskan bahwa peningkatan PNBP ini tidak hanya disebabkan oleh volume transaksi yang tinggi, tetapi juga karena optimasi efisiensi biaya operasional. Strategi pengelolaan anggaran dan pengelolaan aset yang lebih bijak berdampak positif pada realisasi pendapatan, dengan kenaikan rata-rata sebesar 24,5 persen setiap tahun.

“Jumlah ini meningkat sebesar 21,7 persen dibandingkan tahun 2024,” ujar Kristi, sapaan akrab Kristijanindyati Puspitasari.

Menurutnya, peningkatan tersebut tercapai melalui inovasi dalam pengelolaan aset dan peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada mitra. LMAN juga berupaya memperkuat sinergi antara lini bisnisnya untuk memastikan pengelolaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Selain itu, penggunaan teknologi digital dan pendekatan manajemen yang modern turut berkontribusi pada efisiensi operasional, sehingga meningkatkan daya saing dalam pengumpulan pendapatan negara bukan pajak.

Pengembangan Lini Bisnis

Dalam penyusunan PNBP, LMAN menggarisbawahi peran lini bisnis properti sebagai salah satu pilar utama. Tahun 2025, kontribusi dari sektor properti umum mencapai Rp66 miliar, sedangkan PNBP dari properti kilang mencapai Rp875 miliar. Dengan demikian, total pendapatan dari segi properti sekitar Rp940,6 miliar, yang berkontribusi cukup besar terhadap target keseluruhan.

READ  New Policy: NEXT Indonesia sarankan mekanisme verifikasi riil soal repatriasi aset

Sebagai bagian dari rencana pengembangan jangka panjang, LMAN terus memperluas jaringan bisnisnya. Lini properti umum, seperti pengelolaan bangunan publik dan fasilitas pemerintah, menjadi sumber pendapatan yang stabil. Sementara itu, properti kilang, yang melibatkan pengelolaan infrastruktur energi, memberikan kontribusi yang lebih signifikan karena adanya investasi besar di sektor tersebut. Kristi menegaskan bahwa keberhasilan PNBP dari sektor properti berdampak langsung pada kinerja keseluruhan lembaga.

Optimalisasi Aset Negara

Selain pendapatan dari PNBP, LMAN juga fokus pada optimalisasi aset negara. Hingga 2025, jumlah aset yang telah dioptimalisasi mencapai 168 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 21,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kristi menyebutkan bahwa proses optimalisasi ini melibatkan evaluasi berkala terhadap kinerja aset, termasuk pemanfaatan yang lebih maksimal dan pengurangan risiko kerugian.

Dalam hal pengembangan aset, LMAN mencatat peningkatan signifikan dalam penyelesaian konstruksi aset negara. Hingga akhir 2025, total aset yang telah selesai dibangun mencapai 191 unit, naik 19,3 persen dibandingkan tahun 2024. Kristi menuturkan bahwa penyelesaian proyek konstruksi ini dilakukan secara terencana, dengan penekanan pada kualitas bangunan, ketersediaan fasilitas, dan kecepatan penyelesaian agar tidak mengganggu operasional lembaga.

Ekspansi Jaringan Mitra

Pada sisi layanan konsultasi, LMAN terus memperluas jaringan mitra untuk mendukung kegiatan manajemen aset negara. Hingga 2025, total proyek konsultasi yang berhasil diselesaikan mencapai 105, dengan tersebar di 17 provinsi. Kristi menyoroti peran mitra dalam mempercepat proses pengelolaan aset, baik dalam perencanaan, pemanfaatan, maupun pemeliharaan.

Perluasan jaringan mitra ini juga didukung oleh kebijakan LMAN dalam mengembangkan kerja sama strategis. Selama tiga tahun terakhir, rata-rata penambahan mitra baru mencapai lima per tahun. Kristi menyatakan bahwa peningkatan jumlah mitra tidak hanya memperkuat kapasitas LMAN, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga keuangan.

READ  New Policy: BEI awasi Telkom terkait perkembangan investigasi regulator AS

Kinerja Keseluruhan LMAN

Kristi menegaskan bahwa pencapaian PNBP pada 2025 mencerminkan komitmen LMAN untuk menjadi lembaga yang efisien dan berkinerja tinggi. Selain pendapatan dari PNBP dan optimalisasi aset, lembaga ini juga memperhatikan keberlanjutan pengelolaan aset negara dalam jangka panjang. Dengan pendekatan yang holistik, LMAN berupaya memastikan bahwa setiap aset yang dikelola memberikan manfaat optimal bagi negara.

LMAN juga melibatkan berbagai elemen kebijakan dalam mencapai target pendapatan tersebut. Dalam hal konsultasi, lembaga ini memberikan pendampingan kepada 38 mitra. Kristi menambahkan bahwa layanan konsultasi ini memastikan bahwa semua proyek yang dikelola sesuai dengan standar keuangan dan manajemen aset yang baik. Proses seleksi mitra dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas layanan dan efektivitas dalam pengelolaan aset negara.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis, LMAN terus berinovasi dalam metode pengelolaan aset. Strategi ini mencakup penggunaan teknologi informasi, penguatan kapasitas SDM, dan pengembangan model bisnis yang lebih modern. Dengan semangat kolaborasi dan kerja keras, LMAN berharap mampu mempertahankan pertumbuhan PNBP di masa depan, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional hingga mencapai level yang lebih tinggi.

LMAN juga mengungkapkan bahwa kontribusi PNBP pada 2025 berpotensi menjadi fondasi kuat dalam penerimaan negara bukan pajak di tahun-tahun mendatang. Kristi menuturkan bahwa pertumbuhan pendapatan yang signifikan ini menunjukkan daya tahan lembaga dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Selain itu, pencapaian ini menjadi bukti bahwa pengelolaan aset negara tidak hanya mampu mendukung perekonomian, tetapi juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam mencapai keseimbangan pendapatan negara.

Sebagai lembaga yang terbukti andal, LMAN terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara. Kristi menekankan bahwa peningkatan PNBP adalah hasil dari penerapan model manajemen yang lebih terpadu, serta keterlibatan mitra yang aktif dan berkomitmen. Pencapaian tersebut diharapkan menjadi dasar untuk keberhasilan lebih besar di tahun 2026 dan seterusnya.

READ  Main Agenda: GoPay dukung BI ekspansi pembayaran QRIS antarnegara di China