Meeting Results: Gapki tekankan peran sawit bagi tenaga kerja dan penggerak ekonomi

Gapki tekankan peran sawit bagi tenaga kerja dan penggerak ekonomi

Meeting Results – Jakarta – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) kembali menyoroti pentingnya kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat keberlanjutan pembangunan. Dalam acara Sobat Sawit (Soswit) Goes To School yang digelar di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat, Ketua Gapki Cabang Sulawesi Dony Yoga Perdana mengungkapkan bahwa sektor kelapa sawit tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga, tetapi juga menjadi salah satu pilar utama dalam menggerakkan perekonomian lokal.

Kegiatan ini diadakan secara bersamaan dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang peran industri sawit dalam menghasilkan keuntungan ekonomi dan menjaga lingkungan. Dony menyatakan, “Kita harus memahami bahwa kelapa sawit bukan hanya sekadar tanaman, tetapi juga peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan memperoleh pendapatan stabil.” Ia menambahkan, program edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan minat siswa terhadap sektor agroindustri, sekaligus memberikan wawasan tentang cara kerja industri sawit dalam memenuhi kebutuhan pasar.

“Sawit adalah komoditas strategis yang berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja, pengembangan ekonomi daerah, dan pembangunan berkelanjutan,” kata Dony Yoga Perdana dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (4/5). Ia menekankan bahwa sawit tidak hanya menjadi penggerak ekonomi nasional, tetapi juga menjadi pilihan usaha yang menguntungkan bagi masyarakat desa dan kota.

Kegiatan yang bertajuk “Sawit Itu Dekat: Ngasih Kerja, Ngegerakin Ekonomi, Bangun Daerah” dihadiri oleh Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa. Dalam acara tersebut, lebih dari 280 peserta, termasuk siswa dan guru dari berbagai sekolah menengah atas serta kejuruan di wilayah Kabupaten Pasangkayu, berpartisipasi untuk mengeksplorasi potensi sawit dari segi ekonomi hingga lingkungan. Yaumil mengungkapkan, “Sektor kelapa sawit memiliki peran penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan sektor pendukung lainnya.”

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman yang benar dan utuh mengenai kelapa sawit, mulai dari proses budidaya, manfaat ekonomi, hingga pengelolaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Yaumil. Ia menegaskan bahwa sektor ini menjadi bagian integral dari upaya pembangunan daerah, baik dalam skala mikro maupun makro, serta menjadi jembatan antara dunia industri dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sementara itu, Akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Palu, Failur Rahman, menyoroti kontribusi kelapa sawit terhadap ekspor Sulawesi Barat. Menurutnya, komoditas ini menyumbang sekitar 90 persen dari total ekspor provinsi tersebut, sehingga memiliki dampak ekonomi yang besar. “Kelapa sawit tidak hanya memberi keuntungan finansial, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, baik melalui perkebunan maupun industri pengolahan,” jelas Failur. Ia juga menekankan pentingnya kritis dalam menerima informasi terkait sawit, agar tidak terpengaruh oleh narasi yang tidak akurat.

“Generasi muda agar kritis dalam membaca berita dan informasi, sehingga tidak termakan berita yang keliru. Validasi informasi diperlukan,” tegas Failur. Ia menambahkan bahwa acara ini sejalan dengan inisiatif BPDP dalam mendorong pengembangan SDM melalui pendidikan, beasiswa, dan penelitian. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan dampak sosial dari sektor kelapa sawit.

Kegiatan Soswit Goes To School ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi platform untuk menggali potensi sektor sawit di tingkat masyarakat. Dony Yoga Perdana menjelaskan bahwa acara ini mencakup berbagai agenda yang dirancang secara menyeluruh, seperti pameran karya siswa, lomba mading bertema sawit, serta talkshow interaktif dengan para pakar dan pengusaha. Talkshow tersebut membahas topik utama seperti peran sawit dalam perekonomian nasional, peluang karier di bidang agribisnis, dan pengelolaan lingkungan yang ramah.

READ  New Policy: ANTAM catat laba bersih Rp3,66 triliun di kuartal I 2026

Dony menambahkan, kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk membangun kesadaran bahwa kelapa sawit tidak hanya menawarkan keuntungan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan lingkungan dan sosial. “Sawit memungkinkan masyarakat memperoleh pendapatan yang stabil, sekaligus membantu pengurangan kemiskinan,” imbuhnya. Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara Gapki, perusahaan anggota, BPDP, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini.

BPDP Kelapa Sawit, dalam perannya sebagai mitra utama, berkomitmen untuk memastikan bahwa sektor sawit tetap berkontribusi secara berkelanjutan. Dony Yoga Perdana menegaskan bahwa program-program yang dijalankan BPDP, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bertujuan untuk meningkatkan kualitas perkebunan dan menjaga kelestarian lingkungan. “PSR adalah upaya untuk memperbarui usaha perkebunan, sehingga mampu menghasilkan produksi yang lebih optimal,” tuturnya.

Di sisi lain, program beasiswa dan pelatihan yang digelar BPDP diharapkan mampu membangun kemandirian masyarakat. Dony menjelaskan, inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, sehingga mampu mengisi kebutuhan tenaga ahli di industri sawit. “Kami juga mengupayakan kemitraan dengan lembaga pendidikan untuk memastikan program ini relevan dan berdampak langsung,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan Soswit Goes To School di SMK Negeri 1 Pasangkayu menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dan industri bisa saling menguatkan. Dony Yoga Perdana menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya memberikan wawasan tentang sektor sawit, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk memahami jalur karier yang bisa mereka ambil di masa depan. “Sawit bisa menjadi pilihan karier yang menjanjikan, terutama di tingkat lokal,” katanya.

Yaumil Ambo Djiwa, sebagai pemimpin daerah, mengapresiasi upaya Gapki dan BPDP dalam menyampaikan informasi yang akurat. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap sektor sawit. “Sawit bukan hanya komoditas, tetapi juga penopang

READ  Key Strategy: PIHPS: Harga cabai rawit Rp60.000/kg, telur ayam Rp31.000/kg