Minyak mentah dari sumur rakyat di Blora mulai dikirim ke Pertamina

Minyak Mentah dari Sumur Rakyat di Blora Mulai Dikirim ke Pertamina

Minyak mentah dari sumur rakyat di Blora – Di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Koperasi Blora Migas Energi (BME) memulai pengiriman minyak mentah hasil sumur rakyat ke PT Pertamina. Ini merupakan upaya untuk memperkuat produksi energi daerah serta menunjang pencapaian target penarikan minyak nasional. Pada Selasa, Ketua BME, Sutrisno, mengungkapkan bahwa minyak mentah dari Desa Plantungan, Kecamatan Blora, telah dikirimkan dalam jumlah sekitar 15 ribu liter. “Pengiriman ini menjadi langkah awal yang baik, sehingga nantinya bisa membantu meningkatkan penarikan minyak dan mendorong kemandirian energi,” jelasnya.

Proses Pengiriman dan Pengujian Kualitas

Pengiriman sampel minyak dari Plantungan dilakukan pada Senin (11/5) menggunakan empat unit truk tangki, masing-masing memiliki kapasitas 5.000 liter. Sutrisno menegaskan bahwa seluruh minyak mentah yang dikirim harus melewati tahapan pengujian kualitas oleh Pertamina sebelum diterima. “Kadar air maksimal 0,5 persen menjadi salah satu syarat utama, sesuai dengan perjanjian kerja sama yang berlaku,” katanya. Ia menambahkan bahwa saat ini masih menunggu hasil laboratorium untuk menentukan apakah minyak dari Plantungan bisa lolos syarat tersebut.

“Saat ini masih menunggu hasil laboratorium. Jika memenuhi syarat, baru bisa dibongkar,” ujarnya.

Sutrisno menjelaskan bahwa sebelumnya, sampel minyak dari Desa Botoreco sudah dinyatakan memenuhi standar Pertamina. Bahkan, hasil pengecekan kadar air di desa tersebut lebih rendah dari ambang batas yang ditetapkan. “Ini menjadi pengalaman yang baik, karena kadar airnya tergolong baik,” tambahnya. Untuk memastikan kualitas, minyak mentah dari Plantungan juga melalui proses penampungan dan pengendapan sebelum dikirim. Langkah ini bertujuan mengurangi kandungan air yang bisa memengaruhi kualitas bahan bakar.

READ  Special Plan: Kemnaker buka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026

Persiapan dan Kolaborasi dengan BUMDes

BME terus berupaya menyesuaikan seluruh proses produksi dan distribusi dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, koperasi ini juga bekerja sama dengan beberapa BUMDes di daerah penghasil minyak rakyat untuk mendukung pengelolaan serta pengiriman produksi. “Desa mana saja yang sudah siap produksi akan kami dorong menjalani uji sampel dan kelayakan lainnya,” tambah Sutrisno. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses penguatan produksi minyak mentah lokal.

Pada saat ini, terdapat sekitar 1.600 titik sumur rakyat yang dikelola oleh BME. Sumur-sumur ini tersebar di beberapa kecamatan, seperti Blora, Japah, Ngawen, dan Kunduran. Wilayah utama yang dimaksud adalah Desa Plantungan, Ngiyono, Talokwohmojo, Karangtengah, Plosorejo, serta Botoreco. Dari jumlah tersebut, potensi produksi minyak diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu liter per hari. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan dari sumber daya alam lokal dalam mengisi kebutuhan energi nasional.

Manfaat dan Harapan Masa Depan

Sutrisno menyatakan bahwa sinergi antara BME dan Pertamina diharapkan bisa meningkatkan lifting minyak nasional, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan pendapatan daerah. “Harapannya, dari potensi perut bumi ini bisa meningkatkan Dana Bagi Hasil, PAD desa, serta kesejahteraan para penambang sumur rakyat,” ujarnya. Ia berharap bahwa keberhasilan pengiriman minyak dari Plantungan akan sejalan dengan pengalaman Desa Botoreco yang telah mendapat apresiasi.

“Harapannya, sampel minyak dari Desa Plantungan yang dikirim kemarin juga bisa lolos seperti di Botoreco,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas, armada truk tangki yang digunakan juga menjalani uji kelayakan bersama Pertamina. Uji ini mencakup pemeriksaan spesifikasi teknis, seperti kondisi tangki dan kelengkapan dokumen operasional. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses distribusi memenuhi standar nasional,” katanya. Proses ini menunjukkan komitmen BME untuk menjaga integritas produk yang dikirim ke perusahaan besar seperti Pertamina.

READ  Today’s News: KKP tegaskan kapal di Merauke bukan 'trawl'

Penambangan Minyak Rakyat dan Peran BME

Koperasi BME Blora berperan penting dalam memfasilitasi penambangan minyak mentah dari sumur rakyat. Sumur-sumur ini biasanya dibuat oleh warga desa dengan modal terbatas, namun BME membantu mengelola produksi secara lebih terstruktur. Pihak koperasi juga mengedukasi masyarakat tentang teknik penambangan yang baik, termasuk cara menghindari pencemaran lingkungan. “Kami menekankan kebersihan air dan minyak untuk menjaga ekosistem sekitar,” jelas Sutrisno.

Pengelolaan sumur rakyat yang diatur oleh BME diharapkan bisa memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain itu, ini juga menjadi langkah awal untuk mengembangkan sumber daya alam yang terdapat di Blora. “Dengan meningkatkan produksi, kami yakin bisa memperkuat posisi Blora dalam rantai pasok energi nasional,” tambahnya.

Langkah-Langkah untuk Mencapai Target

Langkah-langkah yang diambil oleh BME mencakup koordinasi dengan Pertamina, serta pemantauan kualitas minyak mentah secara rutin. Ia menekankan bahwa penambangan minyak rakyat harus diimbangi dengan pengelolaan yang profesional. “Penting untuk memastikan bahwa produksi tidak hanya menghasilkan minyak, tetapi juga menjamin keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Di sisi lain, BME juga sedang memperluas jaringan kerja sama dengan desa-desa lain yang memiliki potensi minyak mentah. Tujuan utamanya adalah mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dan meningkatkan partisipasi warga desa dalam pengelolaan energi. “Kami ingin semua desa bisa menjadi bagian dari industri minyak rakyat,” kata Sutrisno. Ia berharap keberhasilan dari Plantungan dan Botoreco akan menjadi contoh yang bisa di