Key Discussion: Anggota DPR: Event harus berakar pada nilai kemanusiaan berkelanjutan
Anggota DPR: Event Nasional Harus Berakar pada Nilai Kemanusiaan dan Keberlanjutan
Key Discussion – Minggu lalu, Jakarta menjadi tempat penyelenggaraan acara yang berfokus pada peningkatan kapasitas event nasional berkualitas. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Asdep Event Nasional Kemenpar, Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, serta para pakar dari Yayasan Jember Fashion Carnival (JFC). Salah satu pembicara utama, Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini, mengemukakan pandangan penting tentang konsep event yang lebih humanis dan berkelanjutan. Menurutnya, acara nasional tidak boleh hanya diukur dari kemeriahan atau dokumentasi yang menarik, tetapi harus menyentuh nilai-nilai kemanusiaan, lingkungan, dan ekonomi lokal secara utuh.
Paradigma Baru dalam Pengembangan Event Nasional
Novita Hardini menekankan bahwa di era modern, keberhasilan sebuah event bergantung pada dampak jangka panjang yang ditinggalkan kepada masyarakat. Ia menjelaskan, acara yang baik tidak hanya mengejar kesan seketika, tetapi harus menjadi investasi sosial yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap kehidupan. “Event adalah ruang pertemuan antar manusia, tempat lahirnya cerita, harapan, inspirasi, dan kebersamaan,” kata Novita dalam sambutan yang dibacakan di Taman Jatimori, Ponorogo. Ia menilai, konsep ini sangat relevan untuk memastikan event nasional tidak hanya menjadi kesempatan hiburan, tetapi juga wadah penyebaran nilai-nilai sosial yang lebih bermakna.
“Event yang hebat adalah yang mampu meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat serta memberikan dampak nyata secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pandangan Novita ini semakin relevan dengan semakin banyaknya event yang dikritik karena memperparah masalah lingkungan atau merugikan ekonomi lokal. Ia mencontohkan, sejumlah acara besar sering kali menghabiskan sumber daya secara berlebihan, seperti bahan bakar, sampah, atau penggunaan tenaga kerja yang tidak terjangkau oleh masyarakat setempat. “Kita ingin menghadirkan event yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberdayakan dan menginspirasi,” imbuh politisi muda ini.
Keterlibatan Masyarakat dalam Acara Nasional
Dalam pidatonya, Novita menyoroti pentingnya masyarakat bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari proses penciptaan event. Ia menekankan bahwa penyelenggara event harus memastikan partisipasi aktif pelaku UMKM kecil, seniman daerah, hingga pekerja di balik layar. “Event yang humanis adalah event yang menghadirkan rasa,” ujarnya. Menurut Novita, ketika sebuah acara diselenggarakan dengan empati dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, energi positifnya akan dirasakan oleh banyak pihak, serta menjadi fondasi untuk pengembangan komunitas yang lebih kuat.
Novita juga mengungkapkan bahwa event nasional harus menjadi wadah bagi pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kerakyatan. Dengan melibatkan masyarakat lokal, dia berharap acara ini mampu menciptakan ruang tumbuh yang inklusif, aman, dan kreatif. Ia menyebutkan, keberlanjutan ekonomi tidak bisa tercapai tanpa kepedulian terhadap kebutuhan dan potensi penduduk setempat. “Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap penyelenggaraan event adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan,” tambah Novita.
Kolaborasi untuk Menciptakan Event yang Berdampak Luas
Event yang diadakan di Taman Jatimori, Ponorogo, merupakan contoh nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, kementerian pariwisata, serta lembaga kelembagaan. Novita mengatakan bahwa keberhasilan event nasional tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi memerlukan sinergi dari berbagai elemen. “Masyarakat harus menjadi pusat dari semua inisiatif, bukan sekadar sasaran,” tegasnya. Hal ini sejalan dengan konsep desa wisata yang kini semakin dianggap sebagai platform pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Novita juga mengungkapkan bahwa pengembangan event harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan melibatkan pelaku UMKM, dia berharap dapat membangun ekosistem yang saling mendukung, dari penyelenggara hingga peserta. “Event adalah kesempatan untuk menghidupkan kreativitas masyarakat lokal,” jelasnya. Ia menambahkan, acara seperti ini bisa menjadi ajang memperkenalkan produk-produk unik dari daerah, sekaligus menciptakan peluang kerja yang lebih luas.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama di Kabupaten Magetan dan sekitarnya. Novita menjelaskan, keberlanjutan lingkungan dan ekonomi tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan event. “Event yang berkelanjutan harus mampu mengurangi dampak negatif pada alam, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Dengan demikian, acara nasional bukan hanya sebagai pameran, tetapi juga sebagai perubahan yang berkelanjutan.
Dalam keseluruhan penyelenggaraan, Novita menegaskan bahwa event harus diwujudkan sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis. Ia mengajak semua pihak untuk terus berinovasi, tetapi tetap berpegang pada prinsip-prinsip kemanusiaan dan keberlanjutan. “Event bukan hanya tentang tampilan, tetapi tentang bagaimana kita menggali potensi manusia dan alam secara bersama,” pungkas politisi yang aktif di bidang pariwisata tersebut.
