New Policy: Gus Ipul ajak pengasuh pesantren sukseskan program prioritas Presiden

Gus Ipul Ajak Pengasuh Pesantren Sukseskan Program Prioritas Presiden

New Policy – Di Pamekasan, Jawa Timur, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadirkan pesantren sebagai mitra kunci dalam mendorong pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah pemutakhiran data dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat, yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil. Gus Ipul menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Auditorium UIN Madura, Pamekasan, Minggu lalu. Acara tersebut menarik partisipasi para pengasuh pondok pesantren se-Madura, yang mencakup Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, serta Sumenep.

Kolaborasi untuk Perbaikan Data

Menurut Gus Ipul, data menjadi fondasi penting dalam pengelolaan program sosial. “Pemutakhiran data adalah langkah krusial agar informasi yang kami gunakan selalu tepat sasaran dan akurat,” jelasnya. Ia menekankan peran para kiai dalam menyebarkan kebutuhan akan pembaruan data. “Jika kiai memiliki santri, maka data santri tersebut bisa menjadi bahan masukan penting ke sistem yang kami kelola,” tambahnya. Ia juga menyampaikan bahwa kiai dan pengasuh pesantren bisa menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dalam proses ini.

“Alhamdulillah, Pamekasan termasuk kabupaten yang peduli terhadap data,” ujar Gus Ipul.

Dalam pembicaraannya, Gus Ipul menyebutkan bahwa pemutakhiran data yang melibatkan pesantren akan membantu memperkuat keselarasan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa data yang diperbarui secara berkala dapat menjadi alat untuk mengidentifikasi kelompok yang membutuhkan bantuan, termasuk masyarakat kurang mampu atau yang belum terlayani. “Dengan data yang akurat, kita bisa menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan, sehingga program sosial lebih efektif,” katanya.

READ  Main Agenda: Pakar ITB: Saat ini pendakian Dukono sama sekali tidak boleh dilakukan

Dua Jalur untuk Percepatan Pemutakhiran Data

Gus Ipul menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data dapat dilakukan melalui dua jalur. Pertama, jalur formal yang melibatkan RT/RW, lurah, atau camat sebagai pengumpul informasi awal, kemudian disampaikan ke dinas sosial setempat. “Setelah itu, data akan diteruskan ke provinsi dan ditetapkan oleh kepala daerah,” terangnya. Jalur kedua adalah partisipatif, di mana siapa pun bisa terlibat melalui platform digital seperti aplikasi Cek Bansos, Command Center, atau WhatsApp Center. “Ini memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung, sehingga data tidak hanya berasal dari institusi saja,” imbuhnya.

Peran Pesantren dalam Sekolah Rakyat

Selain fokus pada data, Gus Ipul juga memanggil para pengasuh pesantren untuk membantu mengembangkan Sekolah Rakyat. “Kami mengharapkan dukungan dari para ulama dalam mendampingi program ini, terutama di Madura,” katanya. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat bertujuan meningkatkan literasi pendidikan dan keterampilan dasar bagi peserta didik, terutama di daerah yang aksesnya terbatas. “Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga sarana pembinaan karakter melalui pendekatan agama dan budaya lokal,” tambahnya.

“Kami mohon doa restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di pulau Madura, kami mohon didampingi, kami mohon diberi saran, diberi kritik, diberi masukan,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul berharap para kiai dapat aktif dalam program Sekolah Rakyat dengan melibatkan ustadz atau pengajar agama dalam membentuk sikap dan nilai-nilai kehidupan siswa. “Pembinaan karakter melalui boarding school sangat penting, dan kami berharap kyai bisa memberikan kontribusi berkelanjutan,” katanya. Ia menegaskan bahwa sistem ini akan berjalan secara bergantian, dengan ustadz yang ditunjuk mengisi materi sesuai kebutuhan masyarakat.

Kehadiran Berbagai Pihak dalam Kolaborasi

Acara Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pejabat tingkat kecamatan, lurah, kades, pendamping PKH, operator data desa, serta perwakilan lembaga kebijakan sosial. Hadir pula Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Agus Zainal Arifin, dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Supomo. Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, serta Forkompinda Kabupaten Pamekasan juga turut hadir untuk mendukung upaya kolaborasi ini.

READ  What Happened: Hoaks! Indonesia tutup Selat Malaka

Gus Ipul menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pesantren sangat vital dalam menghadapi tantangan sosial. “Pesantren memiliki akses langsung ke masyarakat, sehingga bisa menjadi mitra strategis dalam menyukseskan program ini,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pemutakhiran data dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tergantung pada keterlibatan aktif para pengasuh pesantren. “Saya yakin, dengan kolaborasi yang baik, program prioritas Presiden akan berjalan maksimal,” tambahnya.

Potensi Keberhasilan Program

Acara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun sistem data yang andal, yang akan mendukung kebijakan sosial secara lebih efektif. Gus Ipul berharap pesantren tidak hanya menjadi tempat pengajaran agama, tetapi juga menjadi pusat perubahan sosial yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat. “Dengan memperkuat kegiatan pendidikan agama di Sekolah Rakyat, kita bisa menciptakan generasi yang memiliki akhlak dan nilai-nilai kehidupan yang baik,” katanya.

“Kedepan saya ingin para Kyai untuk bisa memperkuat di boarding school, boarding-nya ini pembinaan karakter, dan insya Allah secara bergantian mungkin ustadz-ustadz pendidik yang ditunjuk untuk bisa mengisi,” imbuh Gus Ipul.

Dalam rangka meningkatkan kualitas program, Gus Ipul juga meminta para pengasuh pesantren untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan. “Sekolah Rakyat ini adalah wadah untuk mengembangkan potensi pesantren dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” kata mantan tokoh Partai Keadilan Sejahtera tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pelaksanaan rutin, tetapi juga memicu inisiatif-inisiatif lokal yang konsisten dan berkelanjutan.

Sebagai langkah awal, Gus Ipul menyebutkan bahwa pengasuh pesantren dapat memanfaatkan aplikasi digital untuk mempercepat proses pengumpulan data. “Aplikasi Cek Bansos, misalnya, memudahkan masyarakat memeriksa status bantuan sosial mereka, sehingga informasi bisa diakses secara real-time,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendampingan dari pihak pesantren akan memastikan keberlanjutan program, terutama dalam hal akurasi dan kejelasan informasi.

READ  Jamaah haji perlu tahu! Ini sistem nomor hotel berbasis sektor Makkah

Langkah Kemitraan yang Strategis

Dengan kehadiran pengasuh pesantren dan lembaga kebijakan sosial, Gus Ipul optimis bahwa program prioritas Presiden akan mendapatkan dampak yang lebih luas. “Pesantren memiliki peran yang unik dalam menyebarkan nilai-nilai sosial, sehingga kolaborasi ini akan memperkuat fondasi kebijakan sosial yang lebih inklusif,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif dari