Latest Program: KEK Kura Kura Bali kenalkan kawasan lewat pameran budaya dan UMKM

KEK Kura Kura Bali Perkenalkan Kawasan Ekonomi Khusus Melalui Pameran Budaya dan UMKM

Latest Program – Denpasar menjadi tempat penyelenggaraan acara Island Bazaar, yang bertujuan memperkenalkan KEK Kura Kura Bali kepada masyarakat luas. Acara ini menampilkan perpaduan antara seni, kerajinan, kuliner, serta warisan budaya Bali dalam suasana yang dinamis dan menarik. Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Island Bazaar adalah upaya untuk melibatkan komunitas lokal dalam membangun kawasan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). “KEK Kura Kura Bali mengundang warga Bali untuk ikut serta merayakan kekayaan budaya dan ekonomi kreatif dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan,” katanya, Sabtu di Denpasar.

Perayaan Budaya dan UMKM yang Interaktif

Zefri menekankan bahwa KEK Kura Kura Bali ingin menjadikan kawasan sebagai ruang yang tidak hanya menggerakkan sektor ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas budaya Bali. Melalui Island Bazaar, mereka berharap masyarakat bisa mengenal lebih dekat produk-produk unggulan dari para pengusaha kecil lokal, sekaligus merasakan pengalaman interaktif dalam berbagai aktivitas kreatif. “Kami mencoba mengemas kegiatan ini dengan cara yang lebih inklusif, agar semua kalangan bisa merasakan manfaatnya,” tambahnya.

“Kami ingin menjadikan KEK Kura Kura Bali sebagai pusat kreativitas yang menyatukan seniman dan UMKM, sekaligus mengajak pengunjung untuk merayakan budaya dengan cara yang menarik dan bermakna,” ujar Zefri.

Acara ini menampilkan berbagai stan yang menawarkan produk lokal, termasuk 30 UMKM kuliner, 30 stan ritel, serta 10 stan lokakarya yang fokus pada pembuatan kerajinan tradisional. Tujuan utama dari pameran ini adalah mendorong transaksi dan membangun kesadaran masyarakat tentang potensi kawasan tersebut sebagai penggerak perekonomian daerah. Dengan menghadirkan beragam ragam kegiatan, pengunjung tidak hanya bisa menikmati berbagai produk unggulan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kreatif yang dilakukan oleh para pelaku usaha dan seniman.

READ  Key Strategy: Bappenas: Pemulihan ekonomi Aceh difokuskan pada sektor produktif

Kreativitas dalam Aktivitas Lokakarya

Salah satu daya tarik utama Island Bazaar adalah adanya sesi lokakarya yang melibatkan kreator lokal serta mitra kreatif dari berbagai bidang. Zefri mengungkapkan, kawasan ini bekerja sama dengan Bali Bajra, Kevala Ceramics, Museum Pasifika, dan Sharon Florist untuk menawarkan kegiatan yang interaktif dan edukatif. “Pengunjung yang tertarik belajar Tari Kecak atau membuat kerajinan khas Bali bisa langsung melibatkan diri di stan-stan yang telah disiapkan,” jelasnya.

“Tujuan kami adalah memastikan semua orang dapat mengakses kesenian dan kreativitas Bali, baik melalui belajar langsung maupun pengalaman menikmati produk-produknya,” tegas Zefri.

Sebagai pengayaan, acara ini juga menyediakan stan kostum Bali yang berasal dari berbagai kabupaten, memberi pengunjung kesempatan untuk mencoba pakaian adat lengkap dengan aksesori khas. Bagi peserta yang terpilih sebagai ikonik atau paling menarik, mereka akan diberi hadiah spesial berupa pengalaman menyusuri kanal Riviera menggunakan perahu tradisional. Aktivitas ini tidak hanya memperkenalkan keindahan alam KEK, tetapi juga menggambarkan upaya pengelola untuk menghidupkan budaya dalam konteks modern.

Peluncuran Mal Premium Outlet Bali

Kegiatan Island Bazaar juga menjadi pintu untuk meluncurkan proyek strategis lainnya, yaitu pembangunan mal premium bernama Sira Village Premium Outlet Bali. Zefri mengatakan, konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang berbeda, dengan fokus pada produk unggulan lokal dan ekonomi kreatif. “Kami ingin memperkenalkan Sira Village sebagai ruang yang terintegrasi antara kebudayaan, seni, dan perekonomian,” tambahnya.

KEK Kura Kura Bali tidak hanya mengadakan pameran, tetapi juga berupaya menyebarkan pesan bahwa kawasan ini adalah bagian dari upaya nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan konservasi budaya. Dengan menyelenggarakan acara seperti Island Bazaar, mereka mengharapkan masyarakat bisa mengenali kawasan ini sebagai destinasi yang memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi. “Kami percaya bahwa perpaduan antara kreativitas dan tradisi akan menciptakan daya tarik yang lebih kuat bagi wisatawan dan warga Bali,” paparnya.

READ  Menhut tegaskan inklusivitas dalam perdagangan karbon nasional

Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Menurut Zefri, antusiasme masyarakat terhadap acara pembukaan hari pertama menunjukkan bahwa Island Bazaar berhasil menarik perhatian. “Pengunjung terus membanjiri stan-stan, dan antusiasme mereka membuat kami semakin yakin bahwa acara ini akan berdampak positif,” jelasnya. Hal ini juga menjadi dasar bagi rencana pengelola untuk melanjutkan pameran budaya dan UMKM pada pertengahan tahun 2026, dengan skala yang lebih besar dan variasi kegiatan yang lebih beragam.

KEK Kura Kura Bali berharap, melalui Island Bazaar, masyarakat tidak hanya memperoleh kesempatan belanja, tetapi juga terlibat langsung dalam membangun ekonomi kreatif lokal. “Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung UMKM dan seniman, agar mereka bisa berkembang secara mandiri,” ujarnya. Selain itu, acara ini juga bertujuan memperkuat kebanggaan terhadap warisan budaya Bali, yang dianggap sebagai bagian penting dari identitas daerah.

Warisan Budaya dalam Ruang Ekonomi

Zefri menambahkan, KEK Kura Kura Bali tidak hanya mengeksploitasi kawasan sebagai tempat berbisnis, tetapi juga menjadikannya sebagai medium untuk menyampaikan nilai-nilai budaya. “Kami menggabungkan kegiatan ekonomi dengan penampilan seni, sehingga pengunjung bisa merasakan keunikan Bali secara holistik,” katanya. Tari Kecak, yang merupakan warisan budaya tak benda Bali, menjadi salah satu elemen utama yang ditampilkan selama acara.

Island Bazaar tidak hanya menjadi wadah untuk menampilkan produk UMKM, tetapi juga menciptakan ruang dialog antara pengunjung dan pelaku kreatif. Melalui interaksi langsung, masyarakat bisa mengetahui proses produksi kerajinan, kisah di balik makanan tradisional, atau inspirasi dari seni Bali. “Kami percaya bahwa ketertarikan masyarakat