Special Plan: Perjalanan Commuter Line Lintas Cikarang Semakin Pulih, KAI Tetap Utamakan Keselamatan
Perjalanan Commuter Line Lintas Cikarang Semakin Pulih, KAI Tetap Utamakan Keselamatan
Special Plan – Seiring berjalannya waktu, KAI terus berupaya mengembalikan layanan Commuter Line lintas Cikarang ke kondisi normal. Proses pemulihan operasional tersebut diharapkan dapat mempercepat kegiatan mobilitas masyarakat, sekaligus memastikan keberangkatan dan kedatangan penumpang berjalan aman. Meski fasilitas kereta api sedang dalam tahap perbaikan, pihak KAI tetap menjaga standar keselamatan agar risiko terhadap para pelanggan bisa diminimalkan.
Pada 11 Mei 2026, Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur beroperasi secara aktif untuk mengelola berbagai kebutuhan pelanggan. Sejumlah 98 orang telah diberikan izin pulang dan kembali ke rumah, sehingga bisa melanjutkan proses pemulihan bersama keluarga. Namun, masih ada 10 penumpang lain yang membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit. Mereka terus dipantau secara berkala oleh tim KAI.
“Kami mengakui bahwa situasi ini mengganggu kegiatan sehari-hari pelanggan, terutama di jalur Commuter Line lintas Cikarang,” kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI. Ia menjelaskan bahwa pembatasan kecepatan kereta api masih diterapkan di sejumlah titik. Perjalanan dilakukan dengan kecepatan maksimal 60–80 km/jam untuk mendukung pemeriksaan jalur dan memastikan keselamatan selama proses pemulihan.
“Pembatasan kecepatan ini menjadi langkah sementara agar proses pengecekan dan pemulihan bisa berjalan lancar serta tetap menjaga kenyamanan para penumpang,” ujar Anne.
KAI mencatat peningkatan signifikan dalam performa operasional Commuter Line sejak 30 April 2026. Pada awal periode pemulihan, tingkat ketepatan waktu keberangkatan hanya mencapai 50%, sedangkan kedatangan hanya 44%. Namun, hingga 10 Mei 2026, tingkat ketepatan waktu meningkat menjadi 97% untuk keberangkatan dan 96% untuk kedatangan. Rata-rata keterlambatan juga turun drastis, dari 25,7 menit menjadi 0,7 menit untuk keberangkatan, serta dari 30,9 menit menjadi 0,8 menit untuk kedatangan.
Peningkatan tersebut terlihat dari berbagai upaya KAI dalam memperbaiki sistem operasional. Pada 3 Mei 2026, rata-rata keterlambatan keberangkatan masih sekitar 4,7 menit, sedangkan kedatangan mencapai 6,4 menit. Namun, menjelang 6 Mei 2026, rata-rata keterlambatan turun menjadi 1,1 menit untuk keberangkatan dan 1,3 menit untuk kedatangan. Perbaikan terus berlangsung hingga mencapai level yang hampir optimal pada 10 Mei.
“Kami melihat perbaikan konsisten dalam keandalan jadwal perjalanan Commuter Line lintas Cikarang. Dari kondisi awal yang cukup terganggu pada 30 April, KAI telah mengambil langkah-langkah tepat untuk mempercepat pemulihan operasional,” tambah Anne. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap memprioritaskan pengamanan jalur dan pengendalian operasi selama masa pemulihan.
Pendampingan Pelanggan dan Keluarga Terdampak Terus Berjalan
Dalam rangka mendukung pelanggan yang terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur, KAI melakukan pendampingan secara bertahap. Layanan ini mulai dari konsultasi medis virtual hingga interaksi langsung dengan penumpang. Tim khusus terus berkoordinasi dengan rumah sakit, keluarga, serta instansi terkait untuk memastikan proses pemulihan berjalan efisien.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pelanggan yang belum mengambil barang mereka dapat menghubungi layanan khusus yang tersedia di nomor 0812-9660-5747. Layanan ini berlaku hingga 11 Mei 2026, dan telah membantu menyelesaikan sejumlah kebutuhan pelanggan. Hingga pukul 08.00 WIB, 121 barang yang tertinggal telah ditemukan, dengan 80 di antaranya diserahkan kepada pemilik. Sisanya masih dalam proses verifikasi.
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan, baik dalam hal perjalanan maupun pendampingan setelah kejadian,” kata Anne. Pihak KAI juga terus mengamankan barang-barang yang belum diambil, memastikan tidak ada yang hilang atau rusak selama proses pemeriksaan.
Klaim dan Dukungan Psikologis untuk Pelanggan
Selain fokus pada pemulihan fisik, KAI menyediakan layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan mandiri. Proses pengajuan dapat dilakukan dengan melengkapi berbagai dokumen, seperti bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi pengobatan, rincian biaya, resume medis, serta salinan rekening.
“Setelah semua dokumen dinyatakan lengkap, klaim akan diproses secara terpadu dengan pihak asuransi,” jelas Anne. Proses ini diperkirakan selesai dalam 21 hari kerja, dengan estimasi penyelesaian yang optimal.
Dukungan psikologis juga tetap diberikan melalui layanan trauma healing. Fasilitas ini dapat diakses melalui Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur atau melalui call center 0812-9660-5747. Layanan ini dirancang untuk membantu pelanggan maupun keluarga yang membutuhkan bantuan emosional setelah kejadian.
“Kami menyadari bahwa pengalaman para pelanggan selama kejadian ini berdampak pada kondisi psikologis mereka. Oleh karena itu, layanan trauma healing dioperasikan untuk memastikan pemulihan tidak hanya fisik, tetapi juga mental,” tambah Anne. Pihak KAI berkomitmen untuk menjaga komunikasi terbuka dengan pelanggan, memastikan setiap kebutuhan mereka terpenuhi secara maksimal.
