Special Plan: Berkat “good neighbor policy”, Prabowo: Di Natuna tidak sering ribut
Special Plan: Prabowo Berharap Kebijakan ‘Good Neighbor Policy’ Mengurangi Konflik Di Natuna
Special Plan, Jakarta, 26 Mei 2023 — Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kebijakan luar negeri “good neighbor policy” yang diusung pemerintahannya berhasil mengurangi ketegangan antarbangsa, termasuk di wilayah Laut Natuna Utara. Dalam pidato di Museum Marsinah, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (26/5), ia menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari politik luar negeri bebas aktif, sesuai prinsip dasar konstitusi UUD 1945. Prabowo menekankan bahwa pendekatan ini mencerminkan semangat Indonesia sebagai negara yang menjunjung kerja sama dengan semua pihak, tanpa memandang ukuran atau kekuatan.
Konsensus Politik Antar Negara
“Dengan ‘good neighbor policy’, hubungan antarbangsa tetangga menjadi lebih stabil. Di Natuna, misalnya, konflik dengan Malaysia turun drastis. Itu hasil dari komitmen untuk menjaga persahabatan,” ujar Prabowo.
Dalam konteks geopolitik global, Prabowo menyoroti peran Indonesia dalam membangun konsensus antar negara. Ia memberi contoh penyelesaian perjanjian yang selama puluhan tahun belum tuntas. “Dengan Singapura, kita menyelesaikan berbagai kesepakatan. Hubungan dengan Vietnam juga diperbaiki. Sementara itu, dengan Tiongkok, kita terus mencari jalan untuk memperkuat kerja sama,” tambahnya. Menurut Prabowo, kebijakan ini menciptakan lingkungan yang aman, terutama di wilayah perbatasan seperti Natuna.
Warisan Politik Bebas Aktif
Prabowo menjelaskan bahwa “good neighbor policy” merupakan warisan dari tradisi politik luar negeri Indonesia yang dibentuk oleh para pendiri bangsa. Ia mengatakan bahwa prinsip ini dipengaruhi oleh pemikiran Sukarno, Hatta, dan Sutan Sjahrir. “Politik bebas aktif bukan hanya slogan, tapi filosofi yang terus diterapkan. Kita hormati semua negara, baik besar maupun kecil, dan membangun hubungan saling menguntungkan,” imbuhnya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya keadilan dalam hubungan internasional. Ia mencontohkan penghargaan terhadap negara-negara kecil, seperti saat menerima Perdana Menteri Fiji. “Di depan wartawan, PM Fiji menangis. Ia menyatakan, ‘Yang Mulia, selama saya jadi Perdana Menteri, belum pernah merasakan sambutan seperti ini. Negara kami kecil, tapi kami perlakukan sama dengan bangsa besar,’ ujarnya.
Special Plan menjadi salah satu strategi Indonesia dalam menjaga keutuhan wilayah dan keamanan nasional. Prabowo menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya mendorong stabilitas di Laut Natuna Utara, tetapi juga memberi contoh bagaimana negara bisa menjadi mitra dalam menghadapi tantangan global. Ia mengingatkan bahwa kerja sama dengan negara tetangga adalah kunci untuk kehidupan rakyat yang damai.
Di sisi lain, Prabowo menyampaikan bahwa kebijakan “good neighbor policy” tidak membatasi Indonesia dalam berpartisipasi di berbagai forum internasional. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini justru memperkuat kemampuan negara untuk bersuara secara independen. “Kita bisa menjaga persahabatan sambil tetap menjunjung kepentingan nasional,” katanya.
Special Plan juga menjadi bukti komitmen Prabowo untuk menjaga perdamaian di wilayah perbatasan. Ia menekankan bahwa kebijakan ini terus dijalankan sebagai strategi utama. “Segala upaya untuk menyelesaikan masalah secara diplomatis, seperti dengan Malaysia, PNG, dan Australia, adalah bagian dari Special Plan ini,” imbuhnya. Dengan cara ini, Indonesia tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga menjadi mitra yang dihormati.
