Polri Mutasi Beberapa Jabatan di Polda Metro Jaya

1 bulan ago  ·  3 min read
By Susan Hernandez - pesonatropis.com
5f03ee7c-950d-42f5-b841-24e2f6adb731-0

Polri Mutasi Beberapa Jabatan di Polda Metro Jaya

Pesonatropis.com – Jakarta, JPNN.com – Kepolisian RI (Polri) melakukan perubahan struktur jabatan yang mencakup mutasi, rotasi, dan promosi terhadap 1.121 perwira tinggi (Pati) serta perwira menengah (Pamen). Tindakan ini diambil untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, khususnya di lingkungan Polda Metro Jaya. Berdasarkan lima surat telegram yang diterbitkan, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian. Mutasi ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi dan efisiensi operasional dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah DKI Jakarta.

Dalam beberapa hari terakhir, Polri telah menyelesaikan proses penyesuaian jabatan yang melibatkan berbagai divisi penting. Pergantian ini mencakup pengisian posisi baru di tingkat kepemimpinan, termasuk di unit-unit utama seperti Divpropam. Salah satu perubahan menarik adalah penempatan Kombes Radjo Alriadi Harahap sebagai Sesroprovos Divpropam Polri. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kabid Propam Polda Metro Jaya. Dengan demikian, posisi yang ditinggalkan olehnya kini diisi oleh Kombes Aris Supriyono, yang sebelumnya menjabat Kabagpinpam Prominal Divpropam Polri.

Pergantian jabatan juga terjadi di tingkat kepala daerah. Kapolres Metro Jakarta Barat yang baru menjabat adalah Kombes Pol Nasriadi. Ia menggantikan posisi AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno yang sebelumnya menjabat Wadirreskrimum Polda Metro Jaya. Pergantian ini dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja tim penyidik dalam penanganan kasus tindak pidana. Sementara itu, AKBP I Dewa P. G Anom Danujaya yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolres Purwakarta kini menjabat Wadirreskrimum Polda Metro Jaya.

Dalam rangka peningkatan kualitas pemimpin, Polri melakukan seleksi berkelanjutan untuk mengisi posisi strategis. Salah satu perubahan signifikan adalah di lingkungan Dirpamobvit Polda Metro Jaya. Kombes Pol Joko Sulistio yang sebelumnya menjabat dalam posisi tersebut kini digantikan oleh Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, yang kini dipegang oleh Nasriadi. Pergantian ini mencerminkan komitmen Polri dalam menyusun tim yang lebih kompeten.

Mutasi ini juga mencakup posisi-posisi di berbagai divisi dan unit. Selain perubahan di Divpropam dan Dirpamobvit, ada juga penyesuaian di jajaran lain yang terkait dengan operasional dan kebijakan kepolisian. Proses mutasi tersebut diawasi secara ketat untuk memastikan transisi yang lancar dan tidak mengganggu tugas pokok kepolisian. Dengan adanya perubahan ini, Polri berharap dapat menciptakan sistem kepemimpinan yang lebih dinamis dan responsif terhadap dinamika situasi keamanan di wilayah DKI Jakarta.

Kombes Radjo Alriadi Harahap, yang sekarang menjabat Sesroprovos Divpropam Polri, dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan penyidikan dan investigasi. Dengan penempatannya di unit Divpropam, diharapkan ia dapat memperkuat mekanisme pengawasan internal Polri. Sementara itu, Kombes Aris Supriyono yang sebelumnya memimpin Kabagpinpam Prominal Divpropam kini bertugas di lingkungan Kabid Propam Polda Metro Jaya. Kombes Aris Supriyono dikenal sebagai sosok yang tekun dalam membangun kemampuan penyidik melalui pelatihan dan pembinaan.

Pergantian di Wadirreskrimum Polda Metro Jaya menjadi salah satu perubahan yang paling diantisipasi. AKBP I Dewa P. G Anom Danujaya, yang sebelumnya bertugas di Purwakarta, kini mengambil alih posisi yang ditinggalkan oleh AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno. Pergantian ini menunjukkan upaya Polri dalam menyeimbangkan kekuatan tim penyidik yang ada. Di sisi lain, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi yang sebelumnya menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat kini menempati posisi Dirpamobvit Polda Metro Jaya, yang memerlukan keterampilan spesifik dalam mengelola operasi kepolisian terkait keamanan obyek vital.

Kombes Pol Nasriadi, yang sekarang menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, diangkat setelah menunjukkan kinerja memuaskan di posisi Penyidik Tindak Pidana Madya Tk.II Bareskrim Polri. Ia dikenal memiliki kemampuan dalam penanganan kasus korupsi dan penyuapan. Pergantian ini juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang Polri untuk memperkuat penegakan hukum di wilayah DKI Jakarta. Selain itu, perwira-perwira lain yang terlibat dalam mutasi juga dipilih berdasarkan pertimbangan kemampuan dan pengalaman di bidangnya masing-masing.

Mutasi tersebut mengisyaratkan bahwa Polri terus memperbaiki struktur organisasinya agar lebih efektif dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. Dengan mengganti perwira yang memiliki pengalaman dengan perwira yang memiliki keahlian baru, Polri berharap dapat menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks. Pergantian jabatan ini juga memberikan kesempatan bagi perwira yang lebih muda untuk menunjukkan kompetensi mereka di posisi yang lebih strategis.

Sebagai bagian dari upaya modernisasi kepolisian, Polri memperkenalkan perubahan jabatan yang terstruktur dan terencana. Proses ini dijalankan secara bertahap untuk memastikan stabilitas operasional tidak terganggu. Selain itu, mutasi ini juga menjadi sarana untuk menyeimbangkan beban kerja perwira dalam berbagai divisi, sehingga mereka dapat fokus pada tugas utama. Dengan adanya perubahan ini, kepolis

MORE FROM THIS CATEGORY