Gubernur Bali Bantah Klaim Tidak Mendukung MBG, Pastikan Lahan 7,1 Hektare Disiapkan
Wayan Koster: Pemprov Bali Berkomitmen Dukung Program Nasional
Pesonatropis.com – Menyikapi isu yang beredar tentang ketidakdukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gubernur Bali Wayan Koster membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa pemerintah daerah telah melakukan langkah konkret untuk mendukung inisiatif nasional ini. Dalam wawancara di Jakarta, Sabtu (4/7), Koster menegaskan bahwa tidak ada hambatan dari pihaknya dalam pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang menjadi bagian dari MBG.
“Pertama, penyediaan lahan seluas 7,1 hektare untuk pembangunan fasilitas SPPG yang berperan penting dalam program MBG,” ujar Koster. Ia menambahkan bahwa lahan tersebut telah disiapkan sebagai wujud komitmen Bali dalam mewujudkan kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui akses makanan bergizi.
Koster juga menjelaskan bahwa pembangunan SPPG tidak hanya berfokus pada satu area, tetapi tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Hal ini menunjukkan upaya daerah untuk memastikan keberlanjutan program tersebut di berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa proposal pembangunan SPPG telah diajukan ke Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sejak 20 Mei 2025, sehingga prosesnya sudah berjalan cukup lama.
“Saya sangat memahami tatanan bernegara dan penyelenggaraan pemerintahan,” kata Koster. Ia menekankan bahwa pemerintah Bali tidak hanya menghambat, tetapi justru menjadi bagian aktif dari implementasi program nasional ini. Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat progres SPPG.
Program MBG, yang dicanangkan pemerintah pusat, bertujuan memberikan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat rentan, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan bantuan. Dalam konteks ini, SPPG berperan sebagai pusat distribusi dan pelayanan gizi, dengan fasilitas yang bisa diakses oleh warga secara merata. Koster menyoroti pentingnya ketersediaan lahan yang memadai untuk membangun infrastruktur ini, karena tanpa lokasi yang tepat, program tidak bisa berjalan efektif.
Pembangunan SPPG, menurut Koster, juga sejalan dengan visi Bali sebagai provinsi yang berkomitmen pada inovasi dan keberlanjutan. Ia menyebutkan bahwa penggunaan lahan 7,1 hektare ini tidak hanya menjadi langkah teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menyediakan layanan publik yang berkualitas. “Lahan tersebut sudah kami siapkan sejak lama, dan saat ini dalam proses finalisasi,” tambah Koster.
“SPPG akan menjadi jembatan penting antara kebijakan pemerintah pusat dan kebutuhan masyarakat lokal,” ujar Koster. Ia berharap, melalui fasilitas ini, masyarakat Bali dapat menikmati manfaat dari MBG secara langsung. Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga mendorong keadilan dalam pelayanan gizi.
Koster menegaskan bahwa ada misinformasi yang beredar, khususnya di media sosial, yang menganggap dirinya sebagai penghambat program MBG. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pengguna platform digital, untuk memastikan informasi yang disampaikan akurat dan bertanggung jawab. “Kita harus menghindari penyebaran berita yang bisa mengganggu proses implementasi,” tegas Koster.
Sebagai provinsi yang memiliki beragam wilayah dengan kebutuhan gizi berbeda, Bali memerlukan pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan. Koster menyatakan bahwa penyediaan lahan 7,1 hektare ini adalah langkah awal dari perencanaan jangka panjang, dengan rencana untuk memperluas cakupan SPPG ke berbagai daerah yang lebih kecil. “Kami telah merancang strategi untuk memastikan semua tingkat kecamatan memiliki akses yang sama,” jelasnya.
“Pemprov Bali telah memprioritaskan program MBG sebagai bagian dari pembangunan sosial yang berkelanjutan,” kata Koster. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat. “Kami berharap semua pihak bisa bersatu dalam mendorong kesejahteraan warga,” ucapnya.
Dalam penjelasannya, Koster juga menyoroti peran SPPG sebagai kebijakan yang tidak hanya fokus pada distribusi bantuan, tetapi juga pendidikan dan pelatihan masyarakat tentang nutrisi. “SPPG bukan sekadar tempat makan gratis, tetapi juga ruang edukasi untuk memahami pentingnya gizi seimbang,” katanya. Ia menekankan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, bukan hanya sekadar solusi sementara.
Koster meminta masyarakat Bali untuk tidak hanya menyimak, tetapi juga memahami detail program MBG dan SPPG. Menurutnya, banyak dari informasi yang beredar tidak lengkap, sehingga menyebabkan kebingungan. “Mari kita saling mendukung agar program ini bisa berjalan dengan baik,” ajak Koster. Ia juga menyebutkan bahwa keberhasilan MBG akan memperkuat kemampuan Bali dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di masa depan.
Dalam konteks kebijakan nasional, Koster menyatakan bahwa Bali sebagai provinsi dengan populasi besar harus menjadi contoh dalam pengelolaan program sosial. “Program MBG adalah bagian dari upaya nasional yang penting, dan kami tidak ingin Bali tertinggal,” kata Koster. Ia menambahkan bahwa penyediaan lahan 7,1 hektare ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah aktif dalam menciptakan infrastruktur pendukung.
Menurut Koster, program MBG juga berpotensi menjadi alat untuk mengurangi kesenjangan gizi di kalangan masyarakat ekonomi lemah. Ia berharap, melalui SPPG yang terbuka, warga Bali bisa mendapatkan makanan bergizi tanpa menguras biaya. “Ini adalah langkah nyata yang bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya. Koster menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur dalam pembangunan Bali yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, Koster meminta masyarakat untuk mempercayai informasi dari sumber yang jelas dan tidak menyebarkan berita yang bisa merugikan proses implementasi. “Mari kita bersama-sama memastikan program ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. Dengan langkah-langkah ini, Pemprov Bali diharapkan bisa menjadi contoh dalam penyelenggaraan program nasional yang sukses di tingkat lokal.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jakarta di Google News.

