UT Tampilkan Inovasi Pendidikan Jarak Jauh di GSDC 2026
Acara Internasional di ICE BSD, Tangerang Selatan
Topics Covered – TANGERANG SELATAN – Universitas Terbuka (UT) memperkuat komitmen dalam mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan melalui keikutsertaannya dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Acara yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, ini menjadi wadah strategis untuk membangun kerja sama global dalam mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemimpin lembaga pendidikan tinggi, peneliti, pemerintah, industri, organisasi masyarakat sipil, serta elemen lainnya dari seluruh dunia, hadir untuk membahas peran pendidikan dalam menghadapi tantangan era modern.
GSDC 2026 menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencapaian SDGs. Salah satu fokus utama dari forum tersebut adalah pemanfaatan pendidikan tinggi sebagai alat utama dalam mengatasi isu-isu global seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, serta transformasi teknologi. UT, sebagai institusi penyelenggara sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ), turut berkontribusi dalam diskusi ini dengan memaparkan inovasi yang diusungnya untuk menjawab tantangan tersebut.
“Partisipasi UT dalam GSDC 2026 merupakan langkah nyata untuk memperluas jaringan internasional dan meningkatkan kerja sama dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berkelanjutan,” ujar Dr. Kurnia Endah Riana, Sekretaris UT, pada hari Kamis (25/6). Ia menekankan bahwa kehadiran UT di acara tersebut menjadi momentum penting untuk mengukuhkan komitmen lembaga tersebut dalam menciptakan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh kalangan masyarakat, baik dari segi lokasi, usia, maupun kondisi geografis.”
Selama GSDC 2026, UT menyampaikan gagasan yang bertujuan mengintegrasikan pendidikan jarak jauh dengan kebutuhan dunia saat ini. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi ketimpangan pendidikan di Indonesia dan negara-negara lain. “Dalam GSDC 2026, UT berharap dapat berbagi pengalaman serta menyerap ide-ide baru yang bisa diterapkan dalam sistem pendidikan kita,” tambah Riana. Acara ini juga menempatkan Indonesia sebagai pusat pertemuan internasional terkait masa depan pembangunan berkelanjutan, menunjukkan pentingnya kontribusi dari negara berkembang dalam diskusi global.
Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki visi inklusif, UT terus berupaya mengembangkan metode pembelajaran yang tidak terbatas oleh ruang fisik atau waktu. Dengan menerapkan teknologi digital dan pendekatan interaktif, UT berkomitmen untuk memberdayakan individu dari berbagai latar belakang, termasuk masyarakat pedesaan, perempuan, dan lansia. “Kami percaya bahwa pendidikan jarak jauh tidak hanya mengaksesi informasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” jelas Riana.
Forum GSDC 2026 juga menjadi ajang untuk mengeksplorasi peran pendidikan tinggi dalam membangun masyarakat yang lebih adaptif terhadap perubahan global. Dalam diskusi yang berlangsung, UT menekankan bahwa pendidikan jarak jauh mampu mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan dan penelitian ke berbagai daerah, terutama di wilayah yang kurang terjangkau oleh fasilitas pendidikan konvensional. “Kami ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menjadi milik kalangan elite, tetapi juga aksesibilitas yang merata,” lanjutnya.
Acara ini dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai belahan dunia, mencerminkan tingkatkan perhatian terhadap isu-isu SDGs. Di samping itu, GSDC 2026 juga menyediakan platform untuk berbagi penelitian terkini, menjajaki kebijakan pendidikan, serta membangun aliansi strategis antar institusi. UT, sebagai salah satu pemangku kepentingan utama, berharap hasil dari forum ini dapat menjadi dasar untuk inisiatif-inisiatif baru dalam bidang pendidikan dan pembangunan.
Kehadiran UT di GSDC 2026 tidak hanya memperlihatkan kompetensi lembaga tersebut dalam bidang pendidikan jarak jauh, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. “Selama ini, UT terus berusaha menjadi model pendidikan yang inovatif dan ramah lingkungan. GSDC 2026 menjadi ajang untuk menegaskan hal itu di kancah internasional,” tambah Riana. Ia menegaskan bahwa partisipasi UT dalam acara ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia sekaligus berkontribusi pada pembangunan global.
Untuk mencapai SDGs, pendidikan tinggi perlu terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. UT, dengan sistem PTTJJ-nya, telah membuktikan bahwa pendidikan jarak jauh bisa menjadi alat untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas, serta mendukung keberlanjutan. Dalam konteks GSDC 2026, lembaga ini berharap mendorong kolaborasi yang lebih luas, termasuk dengan pihak swasta dan masyarakat sipil, untuk menghasilkan solusi pendidikan yang mampu memenuhi tuntutan era digital dan berkelanjutan.
Pada kesempatan ini, UT juga memaparkan berbagai proyek pengembangan yang sedang dijalankan, termasuk pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa. Inisiatif-inisiatif ini dirancang agar peserta didik dapat belajar dengan fleksibel, tetapi tetap terjaga kualitasnya. Riana menambahkan bahwa GSDC 2026 menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus mengembangkan visi dan misi UT dalam membentuk sistem pendidikan yang inklusif.
Sebagai penyelenggara PTTJJ, UT memiliki peran penting dalam memastikan bahwa setiap individu, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil, memiliki peluang untuk mengejar pendidikan tinggi. “Dengan pendekatan jarak jauh, kami berupaya mengurangi kesenjangan akses pendidikan, sekaligus memperkuat kompetensi masyarakat Indonesia dalam bidang global,” jelasnya. Dalam konteks krisis iklim dan perubahan teknologi, inovasi pendidikan jarak jauh dianggap sebagai bagian dari solusi untuk membangun masyarakat yang tangguh.
Setelah selesai, acara GSDC 2026 diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk kolaborasi jangka panjang antar negara. UT, sebagai salah satu peserta aktif, berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menyebarluaskan konsep pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan. Dengan partisipasi dalam forum ini, UT menegaskan bahwa sistem pendidikan jarak jauh tidak hanya relevan di Indonesia, tetapi juga memiliki potensi global untuk mengubah paradigma pendidikan tinggi di dunia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.
