Tim gabungan temukan korban tenggelam di sungai BKT Jakut

Tim gabungan temukan korban tenggelam di sungai BKT Jakut

Tim gabungan temukan korban tenggelam di sungai – Jakarta, Rabu – Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) yang terdiri dari unit Ditpolairud Polda Metro Jaya dan berbagai organisasi SAR lainnya berhasil menemukan jenazah seorang pria yang tenggelam di aliran DAS Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Utara. Kejadian tersebut terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB, saat korban dinyatakan hilang setelah jatuh ke aliran sungai. Direktur Polairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mustofa, mengungkapkan bahwa penemuan ini berlangsung setelah tim melakukan penyisiran intensif di area yang terkena banjir.

Pencarian dimulai setelah laporan dari warga sekitar yang menyebutkan adanya seseorang yang tenggelam. Tim SAR langsung bergerak ke lokasi kejadian dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan korban ditemukan. Mustofa menyatakan bahwa beberapa personel Ditpolairud dikerahkan bersama Basarnas, Damkar, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta bantuan dari masyarakat setempat. Koordinasi antara seluruh unit penyelamatan menjadi kunci sukses dalam menemukan jenazah korban setelah sejumlah waktu yang cukup lama.

Proses pencarian membutuhkan kerja sama lintas sektor

Dalam upaya penyelamatan, tim SAR melakukan penyisiran secara sistematis di sekitar aliran sungai BKT. Proses ini melibatkan penggunaan perahu dan teknik penyisiran manual yang memakan banyak waktu serta tenaga. Sejumlah personel dibagi ke dalam tim yang bertugas berbeda, seperti pencarian di lokasi utama, pemantauan dari darat, dan komunikasi dengan keluarga korban. Kemudian, setelah empat jam kerja keras, jenazah korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi.

READ  Tiang optik di Tamansari roboh imbas keropos dan beban kabel berlebih

Kombes Pol Mustofa menjelaskan bahwa kejadian tenggelam ini memicu upaya penyelamatan yang terorganisir. “Kami melibatkan berbagai unit SAR karena aliran sungai yang deras dan kurangnya informasi awal menyulitkan proses pencarian,” tambahnya. Tim juga dihimbau untuk tetap fokus dan konsisten dalam mengumpulkan data dari lokasi kejadian hingga jenazah ditemukan. Selain itu, partisipasi warga sekitar sangat berperan dalam memberikan informasi tambahan yang membantu penemuan korban.

Seorang pria dari Bekasi dinyatakan hilang

Corps SAR menemukan jenazah korban yang berinisial N (43), warga Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi. Menurut Mustofa, korban ditemukan di aliran sungai BKT yang mengalir di daerah Jakarta Utara. Informasi tentang kejadian tersebut mulai tersebar setelah warga mengungkapkan kehilangan seorang pria yang berada di sekitar area tersebut. Dengan cepat, tim SAR mengambil langkah-langkah untuk mengevakuasi korban sebelum kondisi aliran sungai memperburuk proses penyelamatan.

Mustofa menjelaskan bahwa proses pencarian memerlukan kerja sama yang kuat antar tim dan persiapan yang matang. “Kami menerjunkan seluruh kekuatan SAR untuk menjamin keberhasilan operasi,” ujarnya. Selain itu, keberhasilan menemukan korban juga didukung oleh pihak-pihak yang terlibat, termasuk para nelayan lokal yang mengetahui kondisi sungai lebih baik. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti arus sungai, kedalaman air, dan kondisi cuaca yang sedang bersih.

Korban ditemukan setelah empat jam kerja keras

Proses penyelamatan berlangsung hampir sepanjang hari, dengan tim terus bergerak meskipun kondisi aliran sungai terus mengalir. Mustofa menyatakan bahwa setelah berlangsung sekitar empat jam, jenazah korban akhirnya ditemukan di suatu titik di aliran DAS BKT. Jenazah segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman dan diserahkan kepada keluarga korban. “Kami berharap keselamatan bersama dapat terjaga melalui upaya penyelamatan yang terus dilakukan,” tutur Mustofa.

READ  New Policy: Food Station Tjipinang Jaya pastikan stok beras di DKI masih aman

Kombes Pol Mustofa juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. “Kami mengingatkan agar selalu memastikan kondisi fisik dan mental prima sebelum memulai perjalanan,” lanjutnya. Ia menekankan bahwa kesalahan kecil seperti lelah atau mengantuk dapat menyebabkan kecelakaan serius, termasuk kejadian tenggelam yang terjadi pada korban. Mustofa menyatakan bahwa kehati-hatian dalam berkendara sangat penting, terutama di daerah dengan aliran sungai yang berpotensi berbahaya.

Pelajaran dari kejadian ini

Mustofa menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam berkendara. “Masyarakat diingatkan agar tidak mengabaikan tanda-tanda kelelahan atau kelelahan saat berkendara,” imbuhnya. Ia menyarankan untuk beristirahat sebelum terus melanjutkan perjalanan, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung atau jalur jalan berliku. Selain itu, penggunaan alat bantu seperti helm dan pelampung juga dianjurkan untuk mencegah kejadian serupa.

Mustofa menyebutkan bahwa kejadian ini juga mengingatkan pentingnya peran warga sekitar dalam memberikan informasi segera setelah kejadian. “Kerja sama dari masyarakat sangat berharga dalam proses penyelamatan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa penggunaan SAR gabungan mampu mempercepat proses penemuan korban, meskipun masih memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup besar. Dengan adanya tim SAR yang terlatih dan siap siaga, kejadian seperti ini dapat diminimalkan.

Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan

Sebagai langkah lanjutan, Mustofa mengatakan bahwa instansinya akan terus meningkatkan kesiapan operasi SAR di daerah rawan banjir. “Kami akan mengadakan pelatihan berkala bagi personel SAR dan memperluas jaringan komunikasi dengan warga sekitar,” jelasnya. Ia menilai bahwa kejadian tenggelam ini memberikan kesempatan untuk memperkuat sistem keselamatan