Meeting Results: Pemerintah siapkan opsi dalam mengajukan seni ukir ke UNESCO

Meeting Results: Pemerintah Siapkan Strategi Baru untuk Mengajukan Seni Ukir ke UNESCO

Meeting Results – Sebagai bagian dari upaya memperkuat kebudayaan nasional, Pemerintah Indonesia kembali menghadirkan hasil diskusi dalam rapat strategi pembuatan seni ukir sebagai warisan budaya takbenda (WBTB) yang akan diajukan ke UNESCO. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah menyiapkan berbagai opsi untuk memastikan seni ukir bisa diakui secara internasional. Sejumlah perwakilan dari Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Daerah, termasuk Bupati Jepara, aktif mengusulkan langkah-langkah yang tepat agar proses pendaftaran seni ukir lebih cepat dan efektif.

Langkah-Langkah Strategis untuk Pendaftaran Seni Ukir

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyiapkan dua strategi utama dalam mengajukan seni ukir ke UNESCO. Pertama, melalui nominasi tunggal atau single nomination, yang memungkinkan satu negara mengajukan satu warisan budaya per dua tahun sekali. Kedua, nominasi gabungan atau joint nomination dengan negara lain yang memiliki tradisi seni ukir serupa. Fadli menekankan bahwa pendekatan ini bertujuan mempercepat proses, terutama karena seni ukir Indonesia memiliki nilai unik yang patut diakui secara global.

Dalam pembahasan, Fadli juga menyebutkan opsi lain yaitu safe guarding, yaitu metode pelestarian seni ukir yang diharapkan bisa memperkuat pengakuan dari UNESCO. Menurutnya, pendekatan ini lebih fokus pada konservasi dan penyebaran seni ukir di tengah ancaman perubahan zaman. "Kita harus menjaga agar seni ukir tidak hanya dianggap sebagai hiasan, tetapi sebagai bagian dari identitas budaya yang dinamis," ujarnya. Pendekatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pihak ekspertise di UNESCO.

READ  Meeting Results: IDAI ikuti proses hukum untuk sanksi daycare yang menelantarkan anak

Kontribusi Daerah dan Kolaborasi Nasional

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menambahkan bahwa upaya ini bukan hanya tanggung jawab pusat, tetapi juga melibatkan kolaborasi dari daerah. "Seni ukir Jepara merupakan bukti kekayaan warisan leluhur bangsa, sehingga kami berupaya mendapatkan WBTB UNESCO," tuturnya. Pihaknya mengungkapkan bahwa terlepas dari proses pendaftaran, seni ukir tetap menjadi bagian penting dalam ekonomi lokal, terutama melalui pengembangan industri kerajinan.

Dalam meeting results ini, Pemerintah Kabupaten Jepara juga berdiskusi dengan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, serta mantan Duta Besar untuk UNESCO, Prof. Ismunandar, yang sekarang menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kebudayaan. Diskusi tersebut menekankan pentingnya komunikasi lintas lembaga dan penggunaan sumber daya yang optimal. "Kami perlu membangun jaringan kemitraan untuk memastikan seni ukir Jepara bisa dipromosikan secara internasional," kata Prof. Ismunandar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendaftaran bergantung pada kesiapan dokumentasi dan keberlanjutan tradisi.

Sebagai referensi, Fadli Zon menyinggung bahwa Bosnia dan Herzegovina sudah mencatatkan seni ukir lokalnya, yaitu Konjic woodcarving, ke UNESCO pada tahun 2017. Ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia, terutama dalam membangun strategi yang lebih terstruktur. "Kita harus belajar dari negara-negara lain, tetapi tetap menyesuaikan dengan konteks budaya Indonesia," jelasnya. Selain itu, Fadli memastikan bahwa seni ukir Indonesia tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga memiliki potensi untuk dikenal di berbagai belahan dunia.

Meeting results ini juga menyoroti perlunya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian seni ukir. Bupati Jepara menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya mengenalkan karya ukir Jepara ke seluruh dunia melalui pameran internasional dan kerja sama dengan institusi budaya global. "Masyarakat harus terlibat aktif, karena seni ukir adalah bagian dari kehidupan sehari-hari mereka," ujarnya. Fadli menyebutkan bahwa dukungan masyarakat akan menjadi fondasi kuat untuk mengajukan seni ukir sebagai WBTB.

READ  Kebijakan Baru: POGI perkuat kolaborasi tingkatkan kesehatan ibu dan anak

Dengan penyiapan opsi yang lebih luas, Pemerintah berharap seni ukir bisa menjadi salah satu keunikan Indonesia yang diakui UNESCO. Proses ini dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat identitas nasional dan membangun kerja sama internasional dalam bidang budaya. "Meeting results ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju pengakuan internasional seni ukir Indonesia," pungkas Fadli. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada pihak pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian seni ukir.