Kriminal

Duo Maling Motor di Denpasar Diringkus – Incar Delapan TKP Demi Judi Online

otor di Denpasar Berhasil Ditangkap Duo Maling Motor di Denpasar Diringkus - DENPASAR - Polisi berhasil menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor

Desk Kriminal
Published Juni 21, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Dua Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Denpasar Berhasil Ditangkap

Duo Maling Motor di Denpasar Diringkus – DENPASAR – Polisi berhasil menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang mengganggu warga Kota Denpasar. Tim Operasi Spesial Reskrim Polsek Denpasar Barat berhasil mengungkap komplotan yang sebelumnya melakukan aksi pencurian di delapan lokasi, dengan tujuan mendanai kegiatan berjudi online. Pelaku yang berinisial OT, 38 tahun, dan seorang mahasiswa berinisial AAMC, 24 tahun, ditangkap setelah aksi terakhir mereka tercatat oleh kamera CCTV.

Pelaku Incar Lokasi Strategis untuk Kebutuhan Judi Online

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, penangkapan dilakukan berdasarkan laporan korban bernama Witantra, 47 tahun. “Korban kehilangan sepeda motor Yamaha NMAX tahun 2025 senilai Rp30 juta saat diparkir di halaman toko roti di Jalan Pulau Tarakan No. 26, Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, pada Senin (15/6) lalu,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Minggu (21/6).

“Korban kehilangan sepeda motor Yamaha NMAX tahun 2025 senilai Rp30 juta saat diparkir di halaman sebuah toko roti di Jalan Pulau Tarakan No. 26, Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, pada Senin (15/6) lalu,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Minggu (21/6).

Aksi pencurian tersebut bermula ketika korban memarkir motornya di area toko pada Minggu (14/6) malam. Saat itu, motor korban dibiarkan dengan stang terkunci sambil korban beristirahat di dalam toko. Pagi hari, sekitar pukul 08.30 WITA, korban terkejut melihat motornya telah hilang. Rekaman kamera CCTV menunjukkan pelaku memecahkan kunci stang dengan cara menendang atau menolaknya menggunakan kaki. Setelah kunci stang rusak, motor curian dibawa pergi dengan didorong menggunakan sepeda motor pelaku.

Polisi menyebutkan bahwa dua pelaku ini memangka rencana terstruktur untuk mengincar delapan lokasi. Mereka memilih tempat-tempat yang mudah diakses dan minim pengawasan, khususnya saat warga sedang berada di dalam toko. Metode mereka terbilang canggih, karena memanfaatkan kelemahan kunci stang yang sering dianggap aman. Dengan cara tersebut, pelaku bisa merusak kunci tanpa meninggalkan jejak yang jelas, sehingga sulit terdeteksi.

Kasus ini menjadi bagian dari serangkaian aksi pencurian yang dilakukan komplotan tersebut. Dalam beberapa minggu terakhir, mereka dianggap sebagai pelaku utama kejahatan di Kota Denpasar. Polisi juga mengungkapkan bahwa kegiatan judi online menjadi motivasi utama di balik aksi mereka. Dengan hasil pencurian, pelaku mengumpulkan dana untuk bermain taruhan daring, yang menurut laporan korban, bisa menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Barat mengungkapkan bahwa penyelidikan berlangsung cukup intens. Mereka memanfaatkan data dari kamera CCTV serta informasi dari saksi mata untuk memburu pelaku. Proses penangkapan dilakukan setelah petugas berhasil mengidentifikasi pola aksi dan jejak para pelaku. Dalam operasi tersebut, polisi menemukan bukti-bukti seperti alat-alat untuk merusak kunci stang dan surat berharga yang terkait dengan kegiatan judi online.

Salah satu pelaku, OT, merupakan warga setempat yang dikenal sering melakukan pencurian motor secara berkelompok. Sementara AAMC, seorang mahasiswa, dinilai memiliki kemampuan teknis dalam merancang cara membuka kunci stang. Mereka juga diduga telah melakukan aksi serupa di lokasi lain, termasuk di sekitar pusat perbelanjaan dan area parkir kota. Polisi menargetkan tiga lokasi utama di mana motor yang dicuri bisa dijual cepat atau digunakan untuk berjudi.

Pelaku tidak hanya fokus pada pencurian motor, tetapi juga mengatur waktu dan tempat untuk memastikan aksinya tidak terganggu. Mereka sering memilih jam malam hari atau saat warga sedang sibuk, sehingga bisa menghindari kecurigaan. Dengan menjalankan strategi tersebut, komplotan ini mampu mengincar delapan TKP dalam waktu singkat. Selain itu, pelaku juga mengalihkan perhatian warga dengan memanfaatkan alat-alat dan teknik yang mempercepat proses pencurian.

Dalam upaya menangkap pelaku, polisi memperkuat kerja sama dengan pihak ketiga seperti toko-toko dan pemilik tempat parkir. Data dari CCTV menjadi bukti kunci dalam mengungkap identitas para pelaku, terutama karena mereka selalu mengambil langkah-langkah yang mengurangi risiko terkena kamera. Penangkapan ini juga memicu warga setempat untuk lebih waspada, terutama terhadap kendaraan yang diparkir di area terbuka.

Kasi Humas Polresta Denpasar menambahkan bahwa selain menjebloskan dua pelaku ke penjara, polisi juga mengenali potensi aksi serupa di masa depan. Mereka berharap kegiatan judi online menjadi alasan utama pelaku melakukan pencurian, sehingga bisa menjadi titik fokus dalam investigasi lebih lanjut. “Kami sedang mengejar sisa anggota komplotan, karena kemungkinan mereka masih aktif melakukan aksi di beberapa titik lain,” kata Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Menurut sumber di Polsek Denpasar Barat, para pelaku memiliki peran yang jelas. OT bertugas mengamati lingkungan sebelum melakukan aksi, sementara AAMC bertanggung jawab atas pengerjaan kunci stang. Keduanya kerap berkomunikasi melalui aplikasi pesan rahasia untuk mengkoordinasikan waktu dan lokasi pencurian. Penyelidikan ini juga membuktikan bahwa teknologi digital menjadi alat utama dalam menindak kejahatan yang semakin canggih.

Sebagai informasi tambahan, Yamaha NMAX 2025 yang dicuri memiliki nilai pasar yang tinggi karena keunggulan desain dan kenyamanannya. Dengan harga Rp30 juta, motor tersebut menjadi pilihan pelaku untuk mendanai taruhan online. Karena itulah, polisi menyebut bahwa aksi ini bisa berdampak luas, baik secara ekonomi maupun sosial di Kota Denpasar. Selain merugikan korban, kejahatan ini juga meningkatkan ketakutan warga

Leave a Comment