Bus Rombongan Piknik Asal Semarang Masuk Parit Tol Bawen – 2 Tewas

1 bulan ago  ·  4 min read
By David Johnson - pesonatropis.com
b3007ef0-9e90-4914-81c3-1d86b1782760-0

Bus Piknik dari Semarang Terperosok ke Parit Tol Bawen, 2 Penumpang Meninggal

Pesonatropis.com – Kecelakaan maut terjadi pada Selasa (30/6) di Tol Semarang-Solo, tepatnya di KM 454+200 Jalur A, Desa Pabelan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Insiden ini menyebabkan dua korban jiwa dan beberapa luka ringan. Bus yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah Padang Aran, yang membawa rombongan wisata dari Kota Semarang menuju Klaten. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, saat kendaraan tersebut terperosok ke parit di sisi kiri jalan tol.

Keterangan dari Kasatlantas Polres Semarang

Kasatlantas Polres Semarang, Iptu Raymond Daniel Titaheluw, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi karena kesalahan pengemudi. “Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal,” kata Raymond. Menurutnya, sopir bus bernama Oktafian Budi Pratama (29), warga Kabupaten Grobogan, diduga kehilangan konsentrasi saat mengemudi. Hal ini menyebabkan kendaraan tidak terkendali dan masuk ke parit. “Bus membawa rombongan piknik dari Ngaliyan, Kota Semarang, menuju ke Klaten,” tambah Raymond, menjelaskan rute perjalanan yang dilalui bus tersebut.

“Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal,” ujar Kasatlantas Polres Semarang Iptu Raymond Daniel Titaheluw, Selasa (30/6).

Kecelakaan ini menimbulkan dampak serius bagi para penumpang. Dua korban tewas dalam insiden tersebut, yaitu Sri Purwati (52) dan Abdul Manan (50), keduanya warga Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Mereka mengalami cedera berat di bagian kepala, sehingga membutuhkan evakuasi kecil. “Keduanya mengalami cedera di bagian kepala dan sempat dievakuasi ke RSUD Salatiga,” jelas Raymond. Sementara itu, dua penumpang lainnya, yakni Masrum (48) dan Nury Yana Suryani (33), dari Kecamatan Mijen, Kota Semarang, mengalami luka ringan.

Kondisi Bus dan Lokasi Kecelakaan

Bus Padang Aran yang menjadi saksi bisu kecelakaan tersebut sempat terjebak di parit setelah kehilangan kendali. Lokasi kecelakaan berada di KM 454+200, jalur yang cukup padat karena sering digunakan oleh masyarakat untuk perjalanan antar kota. Sejumlah warga sekitar yang melintas di lokasi langsung memberikan bantuan hingga tim medis tiba di现场. “Kondisi di parit cukup dalam, sehingga evakuasi memakan waktu beberapa jam,” kata sumber dari Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang.

Sebelum kecelakaan terjadi, bus tersebut sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan rombongan wisata. Rombongan ini terdiri dari sekitar 30 penumpang, yang sebagian besar adalah keluarga dan teman-teman. Kecelakaan terjadi di dekat kawasan pertanian, yang membuat korban kesulitan mencari perlindungan dari serpihan dan bagian-bagian kendaraan yang terlempar.

Upaya Penanganan dan Penyelamatan

Setelah kecelakaan terjadi, petugas dari Polres Semarang langsung melakukan penanganan darurat. Mereka berkoordinasi dengan tim medis dan kesatuan Damkar untuk mengevakuasi para korban. Dalam proses evakuasi, dua penumpang yang meninggal sempat dibawa ke RSUD Salatiga menggunakan mobil ambulans. “Korban diangkut ke RSUD Salatiga dalam kondisi kritis,” tambah saksi mata, seorang pengemudi truk yang kebetulan melintas di lokasi.

Menurut informasi dari Dinas Perhubungan Jateng, kecelakaan tersebut tidak terkait dengan kondisi jalan yang buruk, meski sebagian masyarakat mengkhawatirkan kelembapan atau pemandangan yang kurang jelas. “Pihak kepolisian masih mengecek CCTV di sekitar lokasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” kata pejabat tersebut. Sementara itu, oknum sopir bus, Oktafian Budi Pratama, saat ini telah diamankan dan diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui apakah terdapat faktor kesalahan operasional.

Korban dan Pengemudi

Oktafian Budi Pratama, yang bertugas sebagai sopir bus, dikenal sebagai pengemudi berpengalaman. Namun, dalam kecelakaan ini, ia terlihat kehilangan fokus sebelum kendaraan berbelok tajam dan masuk ke parit. “Pemilik bus menyatakan bahwa oknum sopir sudah terbiasa mengemudi di jalur tersebut,” kata salah satu pihak keluarga korban, yang tidak ingin disebutkan namanya. Kecelakaan ini menimbulkan kesedihan besar bagi keluarga yang turut serta dalam rombongan tersebut.

Dua korban yang meninggal, Sri Purwati dan Abdul Manan, berusia di atas 50 tahun. Mereka dikenal sebagai warga yang aktif dalam kegiatan komunitas. “Kedua korban sangat akrab dengan rekan-rekan mereka, dan mereka pergi untuk sekadar bersenang-senang sebelum hari raya Idul Fitri,” tambah saksi. Kondisi cuaca pada saat kecelakaan terjadi dinyatakan cerah, namun angin kencang yang tiba-tiba muncul mungkin berkontribusi pada konsentrasi sopir.

Pengaruh Kecelakaan di Jalur Lalu Lintas

Kecelakaan ini mengganggu lalu lintas sepanjang jalur A Tol Semarang-Solo. Ratusan kendaraan terjebak dalam kemacetan sebelum dan sesudah insiden. Sejumlah pengemudi yang melintas di lokasi kecelakaan mengungkapkan kecemasan terhadap kondisi jalan yang terlihat sempit di beberapa titik. “Jalan di KM 454+200 cukup sempit, dan saya rasa kecelakaan bisa terjadi karena kecepatan yang tinggi,” ujar pengemudi truk yang datang dari arah Kota Semarang.

Dalam upaya mencegah kecelakaan serupa, pihak Dinas Perhubungan Jateng sedang mengevaluasi kondisi jalan tol tersebut. Mereka akan memasang tanda peringatan tambahan dan memastikan bahwa kecepatan maksimum di jalur tersebut sesuai dengan standar keselamatan. Selain itu, tim medis juga sedang melakukan investigasi terhadap kondisi kesehatan korban yang masih bertahan.

Kecelakaan ini menjadi sorotan publik karena terjadi di jalur utama yang sering digunakan oleh banyak penduduk. Berbagai pihak, termasuk komunit

MORE FROM THIS CATEGORY