Jabar Terkini

New Policy: Disnaker Depok Gandeng Perusahaan untuk Serap Lulusan Peserta Pelatihan Kerja

jalin Kerja Sama dengan Perusahaan untuk Membuka Peluang Kerja Peserta Pelatihan New Policy - Kota Depok, Jawa Barat, kembali mengambil langkah strategis

Desk Jabar Terkini
Published Juni 25, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Disnaker Depok Berhasil Menjalin Kerja Sama dengan Perusahaan untuk Membuka Peluang Kerja Peserta Pelatihan

New Policy – Kota Depok, Jawa Barat, kembali mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, melalui Kepala Disnaker Nessi Annisa Handari, telah memperkenalkan program kolaborasi dengan berbagai perusahaan dan lembaga pelatihan kerja (LPK) untuk memastikan peserta pelatihan kerja 2026 dapat langsung memasuki dunia usaha setelah menyelesaikan pembelajaran. Inisiatif ini bertujuan meminimalkan kesenjangan antara pendidikan vokasional dan kebutuhan pasar tenaga kerja, terutama di sektor yang sedang berkembang.

Pelatihan kerja yang dilakukan Disnaker Depok mencakup berbagai bidang seperti perbengkelan roda dua, content creator, barista, dan menjahit. Kombinasi antara pelatihan kompetensi dan kerja sama langsung dengan perusahaan diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi peserta. Nessi Annisa Handari menjelaskan bahwa Disnaker tidak hanya fokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga memastikan adanya jalur kerja yang jelas setelah program berakhir.

“Alhamdulillah untuk peserta pelatihan perbengkelan roda dua seluruhnya akan direkrut oleh Planet Ban. Sehingga setelah pelatihan selesai, seluruh peserta akan langsung bekerja,” ujar Nessi Annisa Handari.

Salah satu contoh kerja sama yang sukses adalah program pelatihan perbengkelan roda dua. Disnaker menggandeng Planet Ban, sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri ban dan perbaikan kendaraan, untuk menyerap seluruh lulusan program tersebut. Kemitraan ini mencakup penyesuaian kurikulum pelatihan dengan kebutuhan industri, serta penyediaan pelatihan praktek langsung di lingkungan kerja. Dengan dukungan perusahaan, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan, sehingga meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia usaha.

Program pelatihan content creator menjadi fokus baru dalam upaya Disnaker Depok untuk memenuhi permintaan tenaga kreator konten di sektor digital. Lembaga pelatihan yang ditunjuk telah berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan ternama untuk memberikan kesempatan kerja kepada peserta. Keterampilan seperti pembuatan konten video, pengelolaan media sosial, dan desain grafis menjadi fokus utama, dengan harapan peserta mampu menguasai teknologi terkini dan memenuhi standar industri. Tidak hanya itu, Disnaker juga menyediakan bimbingan teknis bagi peserta untuk membangun portofolio dan memperluas jaringan profesional.

Sebagai bentuk penguatan ekonomi lokal, Disnaker Depok juga memfasilitasi pelatihan barista dan menjahit. Program ini tidak hanya memberikan kesempatan kerja di perusahaan, tetapi juga mendorong peserta untuk memulai usaha mandiri. Untuk barista, peserta akan dilatih dalam teknik penyajian kopi, manajemen warung kopi, dan pengelolaan sistem bisnis. Sementara itu, pelatihan menjahit dirancang untuk memperkenalkan teknologi mesin jahit modern, serta metode bisnis yang dapat diterapkan dalam usaha rumahan. Nessi Annisa Handari menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan mengurangi ketergantungan peserta pada pekerjaan sementara, sambil membangun kemandirian finansial.

Peran LPK dalam Mempermudah Penempatan Kerja

Kerja sama Disnaker Depok dengan LPK menjadi kunci utama dalam memastikan peserta mendapatkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar. LPK yang terlibat tidak hanya menyiapkan kurikulum berbasis kompetensi, tetapi juga menggandeng perusahaan untuk menyediakan posisi kerja. Proses ini melibatkan evaluasi keterampilan peserta, serta pengujian kelayakan mereka sebelum dimasukkan ke dalam program penempatan.

“Kemitraan dengan LPK adalah bagian dari strategi menyeluruh untuk menjamin keberlanjutan program pelatihan,” tambah Nessi. Ia menjelaskan bahwa Disnaker sudah melakukan pendekatan khusus kepada perusahaan, seperti menawarkan program pelatihan berkelanjutan dan insentif dalam hal tenaga kerja yang dihasilkan. Selain itu, perusahaan diberi kesempatan untuk menyediakan bimbingan pengembangan karier kepada peserta, termasuk pelatihan tambahan sesuai kebutuhan bisnis mereka.

Program pelatihan barista dan menjahit, misalnya, dilengkapi dengan pelatihan kewirausahaan. Peserta diberikan pemahaman tentang cara merancang bisnis kecil, memperoleh izin usaha, serta teknik pemasaran. Di sisi lain, program perbengkelan roda dua juga melibatkan perusahaan-perusahaan lain untuk membantu peserta mengembangkan kompetensi khusus seperti perbaikan mesin, manajemen bengkel, dan penggunaan peralatan modern. Ini memastikan peserta tidak hanya menjadi tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga bisa beradaptasi dengan perubahan teknologi di industri otomotif.

Disnaker Depok juga berupaya memastikan keterlibatan aktif perusahaan dalam program ini. Setiap perusahaan yang tergabung diminta mengikuti evaluasi berkala untuk mengecek kesiapan peserta dan efektivitas pelatihan. “Kami memastikan setiap peserta memiliki peluang kerja yang jelas sebelum mereka selesai melalui pelatihan,” tambah Nessi. Ia menambahkan bahwa Disnaker akan terus berupaya memperluas kerja sama dengan perusahaan baru, terutama di bidang teknologi dan layanan yang sedang berkembang.

Program pelatihan kerja 2026 telah mencapai progres yang signifikan, dengan 100% peserta perbengkelan roda dua ditempatkan di Planet Ban. Untuk program content creator, jumlah peserta yang terserap ke perusahaan mencapai 70%, sementara 30% lainnya diarahkan untuk berwirausaha. Sementara itu, pelatihan barista dan menjahit telah memberikan 60% peserta peluang kerja di perusahaan, dengan 40% sisanya mampu membuka usaha sendiri. Nessi Annisa Handari mengakui bahwa angka ini menunjukkan keberhasilan program, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan.

Dalam jangka panjang, Disnaker Depok ingin menciptakan ekosistem kerja yang lebih inklusif, di mana peserta pelatihan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja langsung. Dengan adanya kerja sama yang kuat antara pemerintah, LPK, dan perusahaan, Disnaker yakin program ini akan berdampak luas terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja di Kota Depok. Nessi juga mengungkapkan rencana untuk memperluas program ke sektor lain, seperti logistik dan pertanian, guna mencakup berbagai kalangan masyarakat.

Langkah Nyata untuk Mengurangi Angka Pengangguran

Program ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Depok. Dengan memadukan pelatihan vokasional dan penempatan kerja, Disnaker berharap mampu menciptakan lapangan kerja yang stabil. Selain itu, program ini juga memberikan manfaat ekstra, seperti akses pelatihan tambahan, bantuan administrasi usaha, dan pelatihan kewirausahaan.

Nessi Annisa Handari mengingatkan bahwa program ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga memberi manfaat bagi perusahaan yang bermitra. Dengan menerima peserta pelatihan, perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja yang sudah terlatih, serta mengurangi biaya pelatihan internal. “Kerja sama ini bisa menjadi win-win solution, baik bagi peserta maupun perusahaan,” kata Nessi. Ia juga berharap program ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.

Secara keseluruhan, Disnaker Depok menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dalam penempatan tenaga kerja. Dengan pendekatan kol

Leave a Comment