What Happened During: Ramadhan Sananta dilepas klub Brunei DPMM FC
Ramadhan Sananta Dilepas Klub Brunei DPMM FC
What Happened During – Jakarta – Pemain timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, secara resmi dikeluarkan oleh klub Brunei Darussalam yang berlaga di Liga Malaysia, DPMM FC. Pengumuman ini dibuat melalui situs resmi klub, Rabu, menunjukkan bahwa Sananta adalah salah satu dari tiga pemain yang diberhentikan setelah Michel Americo dan Najib Tarif. Klub mengungkapkan keputusan tersebut sebagai bagian dari strategi reorganisasi tim untuk musim depan.
DPMM FC Umumkan Pelepasan Tiga Pemain
Dalam pernyataan resmi, DPMM FC menyatakan bahwa keputusan melepas Sananta didasari pertimbangan bahwa usia pemain ini masih 23 tahun dan memiliki potensi untuk berkembang lebih pesat. Dengan demikian, klub tetap membuka kemungkinan merekrutnya kembali jika penampilan Sananta menunjukkan peningkatan signifikan. “Klub mengucapkan terima kasih atas jasanya selama berada di tim, dan akan terus memantau kemajuan Sananta di tempat lain,” tulis DPMM FC, dikutip Rabu.
“DPMM FC melepas Ramadhan Sananta, serta kiper asal Brasil Michel Americo dan Najib Tarif. Pelepasan pemain lainnya akan diumumkan secara bertahap,” lanjut pernyataan klub.
Sejak didatangkan dari Persis Solo musim ini, Sananta telah tampil dalam 27 pertandingan di Liga Malaysia, dengan catatan empat gol dan dua assist. Prestasi ini menunjukkan bahwa pemain yang sempat menjadi bagian dari timnas Indonesia di Liga 1 pada 2022/2023 memiliki kemampuan yang memadai. Meski demikian, DPMM FC memutuskan untuk memberinya kesempatan baru di luar negeri atau kembali ke Indonesia, tergantung pada kemajuan karier.
Klub Brunei juga menyebutkan bahwa Sananta memperoleh 18 caps untuk timnas Indonesia, tetapi masih diberikan ruang untuk berkembang lebih luas. “Kami percaya bahwa dengan usia yang relatif muda, Sananta bisa memberikan kontribusi yang lebih besar di masa mendatang,” tambah DPMM FC. Pemain ini kini santer dikabarkan akan bergabung dengan Persebaya Surabaya, yang kini dilatih oleh mantan pelatihnya di PSM Makassar, Bernardo Tavares.
Kinerja Sananta di DPMM FC
Sebagai salah satu pemain utama di DPMM FC, Sananta telah menunjukkan penampilan stabil dalam kompetisi domestik. Namun, keputusan klub untuk melepasnya memperlihatkan kebutuhan penyesuaian formasi, terutama dalam menghadapi persaingan di level lebih tinggi. Pemain ini juga dikenal sebagai bagian dari skuad timnas yang sukses mengantarkan Indonesia ke babak grup Piala AFF 2022.
Di sisi lain, kiper Michel Americo dilepas karena tidak mampu bersaing dengan Haimie Nyaring, yang menjadi andalan tim sepanjang musim ini. Ameriko hanya mencatat dua penampilan dalam musim ini, sementara Nyaring tampil 22 kali dan menunjukkan konsistensi yang memuaskan. “Kiper asal Brasil, Michel Americo, telah tampil dua kali untuk DPMM, tetapi selalu tertinggal karena kiper utama DPMM, Haymie Nyaring, selalu ada di sekitarnya,” tulis DPMM FC.
“Najib Tarif telah bergabung dengan DPMM sejak 2012, dan kami sangat menghargai kontribusinya yang besar bagi klub,” tambah pernyataan resmi.
Najib Tarif, yang telah berusia 38 tahun, juga diberhentikan karena usia yang semakin tua. Pemain ini telah menjadi bagian dari DPMM FC selama lebih dari sepuluh tahun, tetapi keputusan ini diambil setelah penilaian bahwa kontribusinya tidak lagi sejalan dengan kebutuhan tim. “Klub mengucapkan terima kasih atas dedikasinya selama hampir tiga dekade, meskipun kami memutuskan untuk mengganti posisinya dengan pemain yang lebih cocok untuk masa depan,” jelas DPMM FC.
Analisis Keputusan DPMM FC
Keputusan DPMM FC untuk melepas tiga pemain ini menunjukkan strategi perubahan struktur tim. Dengan memprioritaskan pemain muda dan potensial, klub berharap bisa membangun tim yang lebih kompetitif di Liga Malaysia. “Pelepasan pemain veteran seperti Najib Tarif adalah bagian dari upaya untuk menyeimbangkan pengalaman dengan energi baru,” ujar DPMM FC dalam pernyataan terpisah.
Sananta, yang pernah memperkuat PSM Makassar, dikenal sebagai penyerang yang memiliki bakat menembak dan kemampuan mengoper bola. Sebelum bergabung dengan DPMM FC, ia mencetak 11 gol dan dua assist dalam musim 2022/2023, membantu PSM meraih gelar juara Liga 1 Indonesia. Meski sempat mengalami penurunan performa di Brunei, kembali ke Indonesia menjadi opsi yang menarik bagi Sananta, terutama dengan adanya pelatih yang pernah melatihnya sebelumnya.
Pemain berusia 23 tahun ini juga dianggap sebagai salah satu bintang muda yang bisa memperkuat Persebaya Surabaya. Dengan pengalaman bermain di luar negeri, Sananta diharapkan bisa memberikan dampak positif di klub yang sedang dalam fase pemulihan. “Kami yakin bahwa Sananta memiliki potensi besar, dan Persebaya akan menjadi tempat yang tepat untuk ia berkembang lebih lanjut,” kata manajer timnas Indonesia yang juga mendukung keputusan ini.
Proses Rekrutmen dan Kondisi Timnas
Keputusan DPMM FC untuk melepas Sananta juga berdampak pada rencana timnas Indonesia. Pemain berusia
