New Policy: Pemprov NTB dan Kemenbud bangun kembali rumah adat Bayan
Pemprov NTB dan Kemenbud bangun kembali rumah adat Bayan
New Policy – Mataram – Pemprov NTB bergerak bersama Kementerian Kebudayaan untuk membangun ulang rumah adat Bayan yang terbakar beberapa waktu lalu di Desa Bayan Timur, Kabupaten Lombok Utara. Proyek ini dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal, terutama di tengah upaya memperkuat identitas masyarakat adat. Pemulihan struktur tradisional tersebut tidak hanya berdampak pada simbol kebudayaan, tetapi juga menjadi prioritas dalam menjaga keharmonisan antara kehidupan modern dan nilai-nilai tradisional.
Pemulihan sebagai bentuk komitmen daerah
Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, menjelaskan bahwa keputusan untuk membangun kembali rumah adat Bayan merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi terhadap warisan budaya yang menjadi bagian dari cagar budaya Nusa Tenggara Barat. “Kita berupaya memastikan bahwa struktur khas masyarakat adat tetap terjaga meski mengalami kerusakan, karena rumah adat ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat kegiatan budaya dan sejarah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa upaya pemulihan ini sejalan dengan visi NTB dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya.
“Bagi Pemprov NTB, masyarakat adat Bayan merupakan bagian penting dari ekosistem kebudayaan provinsi ini yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Kawasan adat Bayan dipandang memiliki posisi strategis sebagai salah satu simpul wisata budaya dan pengembangan ekonomi budaya dalam kawasan Geopark Rinjani,” kata Ihwan didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan NTB Achmad Hariri saat mengunjungi masyarakat adat Desa Bayan dalam keterangan yang diterima di Mataram, Minggu.
Rumah adat Bayan, yang memiliki ciri khas dari bahan baku lokal seperti kayu dan batu, dikenal sebagai representasi arsitektur tradisional yang unik. Kebakaran yang terjadi beberapa bulan lalu tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga memicu kekhawatiran tentang hilangnya kesadaran masyarakat terhadap kebudayaan mereka sendiri. Dalam konteks ini, pemerintah menegaskan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur budaya tidak boleh berjalan tanpa partisipasi aktif masyarakat adat.
Kebudayaan Bayan sebagai pusat wisata
Kawasan adat Bayan yang kini dalam proses pemulihan, dinilai sebagai salah satu pintu masuk untuk menarik minat wisatawan ke kawasan Geopark Rinjani. “Selain nilai sejarah, rumah adat ini juga memiliki potensi besar dalam mendorong ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata budaya,” tambah Hariri. Ia menekankan bahwa keberadaan rumah adat merupakan aset tak tergantikan yang perlu diprioritaskan dalam pengembangan kawasan konservasi.
Di samping itu, peran masyarakat adat dalam menjaga kelestarian budaya juga menjadi fokus pemerintah. Kebudayaan Bayan, yang mengandung tradisi, bahasa, dan ritual unik, dirasakan sebagai salah satu bagian yang penting dalam memperkaya kekayaan kebudayaan NTT. “Kita ingin menjaga bahwa kehidupan budaya ini tetap bisa diakses oleh generasi muda dan turis, sehingga tidak terlupakan,” kata Ihwan. Upaya ini tidak hanya berupa pemulihan fisik, tetapi juga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat adat.
Proyek pembangunan kembali rumah adat Bayan diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam pelestarian budaya. Dengan menggunakan teknik konstruksi tradisional yang dipadukan dengan bahan modern, bangunan yang baru akan memiliki daya tahan yang lebih baik tanpa menghilangkan karakteristik aslinya. “Kita ingin menyediakan ruang yang nyaman dan aman bagi komunitas Bayan sambil mempertahankan keaslian arsitektur mereka,” jelas Hariri.
Konteks kebakaran dan dampak sosial
Kebakaran yang terjadi di Desa Bayan Timur beberapa waktu lalu memicu respons cepat dari pihak berwenang. Pemprov NTB bekerja sama dengan Kemenbud langsung memulai upaya pemulihan, termasuk mengalokasikan dana dari anggaran khusus untuk pembangunan kebudayaan. Selain itu, pihak berwenang juga berkoordinasi dengan kelompok adat untuk memastikan bahwa seluruh proses membangun rumah adat dilakukan secara transparan dan berkelanjutan.
Masyarakat adat Bayan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Meski kejadian kebakaran sempat mengguncang kehidupan komunitas, mereka yakin bahwa pemulihan akan memberikan dampak positif jangka panjang. “Kita berharap rumah adat yang baru bisa menjadi pusat kegiatan budaya yang lebih aktif, dan juga menjadi tempat edukasi bagi turis dan generasi muda,” kata seorang warga setempat. Proses perekrutan tenaga lokal untuk menjadi pelaku konstruksi pun sudah dimulai, dengan harapan mereka bisa turut serta dalam menjaga kualitas pelestarian.
Langkah pemerintah dalam mengawal proyek
Dinas Kebudayaan NTB menegaskan bahwa proyek pemulihan rumah adat Bayan akan diawasi secara ketat agar sesuai dengan standar kebudayaan. “Kita ingin rumah adat ini bukan hanya sekadar bangunan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas dan menginspirasi kehidupan budaya masyarakat,” kata Ihwan. Dalam rangkaannya, pihak pemerintah juga berencana mengadakan pelatihan pengolahan bahan lokal untuk memastikan keberlanjutan material bangunan.
Keberhasilan proyek ini akan menjadi acuan bagi pemulihan kebudayaan di daerah lain. “Kita ingin membangun model yang bisa direplikasi, sehingga warisan budaya bisa terjaga meski menghadapi tantangan seperti bencana alam,” imbuhnya. Sebagai bentuk kolaborasi, Kemenbud juga berperan dalam memberikan rekomendasi desain yang menggabungkan estetika tradisional dengan kemudahan fungsional.
Di samping itu, pemerintah juga sedang menyiapkan langkah untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan adat Bayan. Fasilitas seperti jalur pendakian dan tempat parkir akan diperbaiki agar lebih ramah untuk wisatawan. “Kita juga berencana mengadakan festival budaya rutin di kawasan ini, agar
