Mendikdasmen tinjau 89 murid SDN Cipayung 01 sukses ikuti TKA
Mendikdasmen Tinjau 89 Siswa SDN Cipayung 01 yang Berhasil Ikuti TKA
Mendikdasmen tinjau 89 murid SDN Cipayung 01 – Jakarta – Dalam rangka memastikan kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD, Mendikdasmen Abdul Mu’ti melakukan kunjungan ke SDN Cipayung 01, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Inspeksi ini mengungkapkan keberhasilan 89 siswa dalam mengikuti TKA gelombang 3 dan 4. Pada hari tersebut, Mu’ti secara langsung mengajak para peserta ujian untuk mempersiapkan diri secara maksimal sebelum mengerjakan soal.
“Saya berharap seluruh siswa semangat menghadapi TKA, percaya pada kemampuan diri, dan tidak ragu untuk menyelesaikan ujian dengan penuh keyakinan. Jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan soal, serta perhatikan kesehatan mental agar dapat meraih hasil terbaik,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis yang diterbitkan di Jakarta, Senin.
Dalam kesempatan serupa, Kepala SDN Cipayung 01, Lina Marlina, menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan TKA di sekolahnya didorong oleh persiapan matang yang melibatkan berbagai pihak. Ia menyebutkan bahwa walaupun fasilitas teknologi di sekolah terbatas, tim pendidik tetap berusaha memastikan kesiapan optimal. “Kerja sama lintas sekolah menjadi langkah penting untuk mengatasi kendala sementara. Kami berupaya meminjam perangkat komputer dari SDN Cipayung 02 dan guru lainnya agar semua siswa bisa mengikuti ujian,” katanya.
Kesiapan teknis menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan TKA. Lina menambahkan bahwa perangkat yang dipinjam dikelola secara ketat agar tidak ada gangguan selama proses ujian. “Kolaborasi ini bukan hanya tentang komputer, tetapi juga semangat gotong royong dalam mencerdaskan anak bangsa. Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan,” imbuhnya.
TKA Sebagai Evaluasi dan Bantuan Transisi ke SMP
Dalam pelaksanaan TKA tahun ini, SDN Cipayung 01 mengikutsertakan 89 siswa yang dibagi ke dalam dua ruang laboratorium dengan tiga sesi berbeda. Meskipun TKA bukanlah ujian wajib, sekolah tetap mendorong semua siswa dan orang tua untuk mengikuti sebagai bentuk evaluasi kemampuan belajar serta persiapan memasuki jenjang SMP. Lina menekankan bahwa ini merupakan langkah strategis untuk mengukur kemajuan akademik secara lebih komprehensif.
“TKA berperan penting dalam memastikan setiap siswa memiliki dasar pengetahuan yang kuat sebelum masuk ke tingkat menengah. Ini juga membantu orang tua memahami potensi anak mereka secara lebih jelas,” kata Lina.
Persiapan TKA tidak hanya berfokus pada perangkat teknologi, tetapi juga pada pemahaman materi oleh peserta ujian. Lina menjelaskan bahwa sekolah memperkuat kompetensi guru melalui kegiatan Komunitas Belajar (Kombel), yang bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran. “Kombel menjadi wadah guru berbagi pengalaman dan metode pengajaran untuk memastikan siswa siap menghadapi TKA. Seluruh proses dipersiapkan dengan hati-hati agar tidak ada kesalahan teknis,” tuturnya.
Sebagai bentuk pengelolaan yang terstruktur, sekolah mengatur penyebaran siswa ke ruang ujian secara merata. Sesi ujian diatur dalam tiga tahap untuk meminimalkan kepadatan dan memastikan kenyamanan peserta. Lina menegaskan bahwa kesiapan ini mencakup pelatihan untuk guru, simulasi ujian, serta pengawasan ketat selama proses penyelenggaraan. “Semua langkah dilakukan secara serius agar hasil TKA bisa mencerminkan kemampuan sebenarnya siswa,” ujarnya.
Kolaborasi Sekolah sebagai Solusi Sementara
Kolaborasi antar sekolah di Ciputat menjadi solusi utama dalam menghadapi keterbatasan jumlah perangkat komputer. SDN Cipayung 01 hanya memiliki 11 unit, sehingga sisanya dipinjam dari SDN Cipayung 02 dan guru. Hal ini memungkinkan proses ujian berjalan lancar, bahkan di tengah tantangan logistik. Lina menjelaskan bahwa gotong royong ini memperkuat rasa solidaritas antar pendidik, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis.
“Kerja sama lintas sekolah memungkinkan kami memenuhi kebutuhan ujian TKA dengan sumber daya yang terbatas. Ini bukan hanya tentang perangkat, tetapi juga komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Lina.
Lina berharap dukungan dari Kemendikdasmen terus diberikan dalam bentuk pelatihan dan fasilitas pendukung. “Kami sangat mengapresiasi upaya pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan. Dengan bantuan dari pusat, keberlanjutan program seperti TKA dapat terjamin,” harapnya. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi dengan orang tua dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan ujian.
Persiapan TKA juga mencakup pengenalan materi secara mendalam. Lina menjelaskan bahwa guru-guru di sekolah berupaya menyampaikan penjelasan yang jelas dan terstruktur agar siswa tidak kebingungan saat mengerjakan soal. “Materi dijelaskan dalam beberapa sesi agar pemahaman bisa tercapai secara bertahap. Ini membantu siswa menguasai konsep-konsep utama sebelum ujian,” katanya.
Kemajuan Teknologi dan Pendidikan
Dalam rangka memperkuat penguasaan teknologi, sekolah telah berusaha meningkatkan kompetensi penggunaan perangkat komputer. Lina menambahkan bahwa komputer yang dipinjam tidak hanya digunakan untuk ujian, tetapi juga untuk pembelajaran sehari-hari. “Dengan adanya perangkat tambahan, siswa bisa terbiasa mengakses informasi secara mandiri. Ini membantu mereka mengembangkan keterampilan digital sejak dini,” ujarnya.
Mendikdasmen Mu’ti menyetujui langkah yang diambil oleh SDN Cipayung 01. Ia menegaskan bahwa TKA menjadi bagian dari upaya menyelaraskan standar pendidikan nasional. “Saya yakin kolaborasi seperti ini akan menjadi contoh baik bagi sekolah-sekolah lain. TKA bukan hanya tes, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” tuturnya.
Kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan akademik mereka. Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Lina optimis bahwa TKA akan memberikan gambaran yang akurat tentang prestasi belajar siswa. “Saya berharap hasil TKA bisa menjadi bahan acuan dalam menilai keberhasilan pendidikan SD di wilayah ini,” pungkasnya.
Dalam perspektif jangka panjang, Lina menyatakan bahwa TKA membantu pemerintah mengetahui kebutuhan mendasar pendidikan dasar. “Dengan data hasil ujian, kami bisa menyesuaikan kurikulum dan metode pengajaran agar lebih efektif. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan setiap anak memiliki peluang meraih kesuksesan di masa depan,” imbuhnya.
TKA juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan siswa terhadap diri mereka sendiri. Mu’ti menekankan bahwa ujian ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat semangat belajar. “Saya yakin dengan persiapan yang matang, siswa
