New Policy: PTPN IV PalmCo perkuat pengelolaan K3 di industri berisiko tinggi

PTPN IV PalmCo Tegaskan Komitmen Penguatan K3 di Sektor Berisiko Tinggi

New Policy – Dalam upaya meningkatkan standar keselamatan kerja, PTPN IV PalmCo terus memperkuat pengelolaan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) di industri yang memiliki tingkat risiko tinggi serta membutuhkan banyak tenaga kerja. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya membentuk budaya keselamatan berkelanjutan yang diutamakan untuk seluruh pekerja. Dalam sebuah wawancara di Jakarta, Minggu, Direktur Utama perusahaan, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan bahwa K3 bukan hanya sesuatu yang formal, melainkan bagian integral dari proses operasional.

“K3 adalah hak dasar setiap pekerja. Di industri perkebunan, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan merupakan kewajiban mutlak, bukan sekadar pilihan tambahan,” ujar Jatmiko dalam keterangan resmi.

Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, PTPN IV PalmCo kembali menegaskan pentingnya penerapan K3 di sektor perkebunan dan agroindustri. Perusahaan yang mengelola area konsesi hampir 600 ribu hektare serta mengoperasikan ratusan pabrik kelapa sawit di berbagai wilayah Indonesia, menempatkan mitigasi risiko kecelakaan kerja sebagai komponen kunci dalam prosedur operasional harian. Jatmiko menjelaskan bahwa sistem ini tidak bisa dipisahkan dari rutinitas kerja, dan menjadi fondasi untuk memastikan pekerja tetap aman di setiap tahap operasi.

Sebagai data, hingga kuartal pertama tahun 2026, PTPN IV PalmCo telah mencatat lebih dari 52 juta jam kerja aman. Angka ini muncul sebagai hasil dari penerapan sistem manajemen K3 yang terstandardisasi di seluruh operasional perusahaan. Jatmiko mengatakan bahwa capaian ini menjadi bukti sistem yang berjalan efektif, tetapi ia juga menekankan bahwa perusahaan tidak menyerahkan kecelakaan kerja sebagai hal yang bisa diterima. “May Day bukan hanya momen perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana kami telah melindungi pekerja di lapangan,” tambahnya.

READ  What Happened During: Barasuara dongkrak pengunjung Nipah Park tembus 11 ribu

Selain itu, Jatmiko menjelaskan bahwa produktivitas dan pengembangan agenda hilirisasi perusahaan harus selalu berjalan sejalan dengan keamanan ekosistem kerja. Ia menegaskan bahwa berbagai target strategis, seperti menjaga ketahanan pangan dan energi nasional melalui hilirisasi komoditas, hanya bisa tercapai secara optimal jika lingkungan kerja tetap terjaga. “Budaya K3 menjadi fondasi utama dari seluruh operasional perusahaan,” jelas Jatmiko.

Tantangan di Lapangan yang Dinamis

Menurut Jatmiko, tantangan di lapangan terus berubah karena perusahaan mengelola lebih dari 10 ribu pekerja di 12 provinsi. Aktivitas kerja mencakup berbagai tahap, mulai dari proses panen hingga operasional mesin di pabrik. Hal ini memerlukan penyesuaian yang konstan dalam sistem pengelolaan K3. “Pekerja harus berangkat dalam kondisi sehat dan pulang dengan selamat,” tegasnya. Prinsip ini menjadi pedoman yang tidak berubah meski situasi kerja terus berkembang.

Sebagai bagian dari upaya ini, PTPN IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan berbagai instansi untuk menjamin keselamatan di setiap aspek operasional. Contohnya, perusahaan bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk memberikan pelatihan spesifik terkait keselamatan saat panen di area yang dekat dengan jaringan listrik tegangan menengah. Langkah kolaboratif ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.

Membangun Budaya Keselamatan di Tingkat Tapak

Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menambahkan bahwa penguatan K3 dimulai dari tingkat tapak. Perusahaan secara bertahap meningkatkan jumlah karyawan yang memiliki sertifikasi Ahli K3 (AK3) umum maupun spesifik. Tujuannya adalah untuk membentuk budaya keselamatan di seluruh unit kebun dan pabrik.

“Kami memproyeksikan para pemegang sertifikat ini menjadi motor penggerak atau change agent dalam menumbuhkan budaya aman di setiap divisi operasional,” papar Ugun.

Ugun menjelaskan bahwa sistem pengawasan sekalipun lengkap tidak akan efektif jika pekerja tidak memiliki kesadaran mandiri. Oleh karena itu, perusahaan aktif memfasilitasi dan mendorong karyawan untuk mengikuti pelatihan sertifikasi AK3. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat tanggung jawab individu dalam menjaga keselamatan kerja.

READ  New Policy: Danantara perkuat pengelolaan aset negara untuk fundamental ekonomi RI

Dalam konteks ini, PTPN IV PalmCo memandang K3 sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Pemenuhan aspek ini juga menjadi wujud dari komitmen terhadap standar Environmental, Social, and Governance (ESG). Dengan demikian, K3 tidak hanya berfokus pada mencegah kecelakaan, tetapi juga pada pengembangan keberlanjutan industri serta kesejahteraan pekerja.

Kesadaran Mandiri sebagai Kunci Sukses

Menurut Ugun, keberhasilan pengelolaan K3 bergantung pada peningkatan kapasitas dan kesadaran Sumber Daya Manusia (SDM). Seluruh karyawan, baik di tingkat manajemen maupun lapangan, diwajibkan untuk mengikuti pelatihan terstruktur. Fokus utama adalah menjadikan mereka sebagai ujung tombak dalam mencegah risiko di tempat kerja.

Ugun juga menyebutkan bahwa pengelolaan K3 yang komprehensif membutuhkan partisipasi aktif dari semua lapisan. “Kesadaran mandiri pekerja adalah kunci untuk menjaga standar keselamatan,” katanya. Dengan meningkatkan pemahaman tentang prosedur K3, perusahaan mengharapkan adanya perubahan budaya yang lebih signifikan di tingkat operasional.

Program pelatihan AK3 ini tidak hanya mencakup teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Para karyawan yang terlibat diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut sehari-hari, seperti dalam penggunaan alat berat, pengelolaan lingkungan kerja, dan penerapan protokol keselamatan di pabrik. Dengan demikian, perusahaan memastikan bahwa setiap pekerja memiliki kemampuan untuk mencegah bahaya potensial sejak awal proses.

Strategi Berkelanjutan untuk Ekosistem Kerja

Dalam jangka panjang, PTPN IV PalmCo menempatkan K3 sebagai bagian dari strategi berkelanjutan. Perusahaan memandang bahwa keselamatan kerja adalah dasar dari semua aktivitas bisnis, termasuk peningkatan produksi dan pengembangan industri. “Kita tidak bisa memisahkan keberhasilan operasional dengan kesehatan dan keselamatan pekerja,” tambah Ugun.

Upaya penguatan K3 juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial yang proaktif. Melalui kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti PLN, perusahaan memastikan bahwa keselamatan tidak hanya menjadi prioritas internal, tetapi juga dipertahankan di tingkat eksternal. Contohnya, pelatihan tentang keselamatan panen di area yang berdekatan dengan jaringan listrik tegangan menengah dilakukan untuk mencegah kecelakaan akibat konflik antara alat berat dan kabel listrik.

READ  Historic Moment: Pertamina Patra Niaga raih Emission Reduction Transparency Awards 2026

Dengan menggabungkan sistem manajemen K3 yang terpadu dan edukasi berkelanjutan, PTPN IV PalmCo mencoba menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mengembangkan industri berisiko tinggi tanpa mengorbankan kesejahteraan pekerja. “Kita tidak