New Policy: BTN dan Mitra Kasih Perkasa integrasikan sistem tiket wisata Bali
BTN dan Mitra Kasih Perkasa Integrasikan Sistem Tiket Wisata Bali
New Policy – Jakarta, Senin – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan kerja sama dengan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) untuk mendorong transformasi digital di sektor pariwisata Bali. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sistem tiket terpadu serta meningkatkan layanan keuangan digital dalam ekosistem wisata. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan bahwa inisiatif ini diharapkan memberi manfaat besar bagi kedua institusi, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata nasional yang lebih modern, terintegrasi, dan canggih.
Integrasi dengan Super Apps Bale by BTN
Kerja sama antara BTN dan MKP akan memperkuat ekosistem digital wisata Bali melalui penggunaan aplikasi super apps Bale by BTN. Aplikasi ini dirancang untuk menyediakan berbagai layanan dalam satu platform, termasuk pemesanan tiket wisata, transportasi, pembayaran digital, serta kebutuhan transaksi lainnya selama pengunjung berada di destinasi. Melalui Bale by BTN, pengguna dapat mengakses layanan secara menyeluruh tanpa perlu beralih antar platform, yang diharapkan meningkatkan kenyamanan dan efisiensi.
Nixon menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur digital wisata ini akan diintegrasikan ke dalam Bale by BTN. Aplikasi tersebut bertindak sebagai pusat koordinasi antara sistem tiket, pembayaran, dan penyelesaian transaksi. Integrasi ini tidak hanya memudahkan pengguna, tetapi juga menciptakan alur kerja yang lebih terstruktur untuk mengoptimalkan operasional wisata. Menurutnya, ekosistem yang terbentuk akan memperkuat keberlanjutan bisnis serta mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata secara keseluruhan.
Peran MKP sebagai Penyedia Sistem Ticketing
Sebagai bagian dari kolaborasi, PT Mitra Kasih Perkasa berperan sebagai penyedia sistem ticketing terintegrasi. Perusahaan ini akan memastikan bahwa layanan pemesanan tiket dikoordinasikan secara harmonis dengan berbagai aspek keuangan dan operasional kawasan wisata. Sementara itu, BTN menjadi bank partner eksklusif yang mendukung transaksi tunai dan nontunai. Semua proses penyelesaian transaksi (settlement) akan diarahkan ke rekening BTN, sehingga memperkuat keberlanjutan ekosistem keuangan digital.
Dalam kolaborasi ini, MKP menyediakan solusi teknologi berbasis travel yang menjadi bagian depan dari integrasi layanan. Perusahaan menggabungkan sistem ticketing, pembayaran, dan pengelolaan data transaksi dalam satu infrastruktur digital. BTN, sebagai penyedia layanan perbankan, akan menambahkan elemen keuangan seperti ATM, EDC, QRIS, serta CRM yang terhubung ke ekosistem wisata. Selain itu, BTN juga memperkuat branding melalui eksposur merek di berbagai titik interaksi pengunjung, seperti pelabuhan, pintu tiket, area penungguan, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Kami optimistis kerja sama ini dapat menciptakan nilai bisnis yang saling menguntungkan dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” kata Nixon.
Kerja sama ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan serta efisiensi operasional di berbagai kawasan wisata. Dengan sistem yang terintegrasi, wisatawan dapat mengalami pengalaman yang lebih lancar, mulai dari proses pemesanan hingga transaksi di destinasi. Nixon menegaskan bahwa integrasi ini juga membuka peluang peningkatan transaksi dan pengumpulan dana dalam skala yang lebih besar.
“Pariwisata hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi bagaimana seluruh customer journey dapat terhubung secara seamless mulai dari booking, payment, boarding, hingga transaksi di area destinasi. Bersama BTN, MKP membangun connected tourism ecosystem yang mengintegrasikan layanan wisata dengan sistem keuangan digital secara end-to-end,” ujar Nicholas Anggada, CEO & Co-Founder MKP.
Nicholas menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan keuangan secara menyeluruh. Dengan menggabungkan teknologi travel dan solusi perbankan, MKP dan BTN menciptakan sistem yang lebih lengkap. Integrasi tersebut diharapkan mempercepat pengalaman wisatawan, mengurangi hambatan administratif, serta meningkatkan interaksi antara pelaku wisata dan pengunjung. Sistem ini juga akan membantu pemerintah daerah dalam mengawasi alur pengunjung dan data transaksi secara real-time.
Dalam konteks pengembangan pariwisata, kolaborasi antara BTN dan MKP memberikan contoh inovasi yang bisa diadopsi oleh sektor lainnya. Pertumbuhan transaksi digital yang didukung oleh BTN tidak hanya menguntungkan bisnis, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan daerah melalui pengelolaan ekosistem yang lebih terpadu. Selain itu, layanan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pengguna, terutama bagi pengunjung yang menginginkan pengalaman wisata tanpa hambatan.
Kerja sama ini juga menggabungkan kekuatan jaringan layanan BTN dengan kemampuan teknologi MKP. BTN menawarkan berbagai kanal layanan perbankan, seperti ATM, EDC, dan QRIS, yang akan digunakan oleh merchant dan usaha kecil menengah (UMKM) di kawasan wisata. MKP, di sisi lain, menyediakan platform ticketing yang terintegrasi dengan fitur digital seperti pembayaran non-tunai dan pengelolaan data transaksi secara mandiri. Integrasi antara dua sistem ini akan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih dinamis, serta mendukung perekonomian lokal.
Menurut Nixon, inisiatif ini tidak hanya memperkuat posisi BTN sebagai bank yang berperan dalam perekonomian, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pariwisata Bali. Dengan menerapkan sistem yang terpadu, bisnis wisata dapat beroperasi dengan lebih efisien, sementara pengunjung merasakan kemudahan dalam mengakses berbagai layanan. Selain itu, penggunaan teknologi digital akan membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit, seperti yang terjadi dalam masa pandemi, karena meminimalkan kontak fisik antara pengunjung dan petugas.
Visi dari kolaborasi ini adalah menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih maju dan terhubung. Dengan kombinasi antara sistem ticketing, pembayaran digital, dan layanan perbankan, pengunjung dapat menikmati pengalaman wisata yang lebih lengkap. Pihak BTN juga berharap inisiatif ini bisa menjadi wadah pengembangan inovasi dalam bidang teknologi keuangan, terutama bagi usaha kecil menengah yang ingin memanfaatkan kemudahan digital.
Nicholas Anggada menegaskan bahwa MKP berkomitmen untuk menyediakan solusi yang lengkap dan mudah diakses. Integrasi dengan BTN diharapkan mampu mengatasi tantangan utama dalam pariwisata, seperti keterbatasan infrastruktur dan ketergantungan pada layanan manual. Dengan hadirnya sistem ticketing terpadu, pengunjung dapat menikmati pengalaman wisata yang lebih terstruktur, sementara pengelola wisata mendapatkan kemudahan dalam mengelola data dan transaksi.
Pengembangan ini juga diharapkan meningkatkan visibilitas Bali sebagai destinasi wisata yang modern dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi digital, kawasan wisata bisa menjadi lebih atraktif bagi wisatawan, terutama generasi muda yang lebih mengutamakan kenyamanan dan kecepatan. Selain itu, sistem yang terintegrasi bisa menjadi dasar untuk ekosistem pariwisata yang lebih luas, termasuk pengembangan ekonomi digital di tingkat lokal.
