Key Strategy: PLN Indonesia Power bidik proyek PLTS 495 MW di Bangladesh

PLN Indonesia Power Bidik Proyek PLTS 495 MW di Bangladesh

Key Strategy – Jakarta, Rabu – PT PLN Indonesia Power sedang mempersiapkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 495 megawatt (MW) di Bangladesh sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran perusahaan dalam peralihan energi global. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mengembangkan energi terbarukan di tingkat internasional, terutama melalui kerja sama dengan Bay Group, perusahaan besar yang beroperasi di Bangladesh. Kemitraan ini dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN Indonesia Power dan konglomerasi tersebut, yang menandai keberhasilan perusahaan dalam mengeksplorasi peluang di luar batas negara.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menjelaskan bahwa MoU ini bertujuan untuk mendukung visi perusahaan dalam menghadirkan solusi energi berkelanjutan di berbagai wilayah. “Kerja sama dengan Bay Group ini merupakan bagian dari strategi kami untuk memperluas sayap bisnis di pasar global, khususnya dalam sektor energi bersih,” tuturnya. Menurutnya, proyek yang menjadi fokus perusahaan adalah bagian dari langkah besar dalam menghadapi tantangan transisi energi dunia, di mana keberlanjutan menjadi kunci utama.

“Kami menegaskan bahwa ini adalah proyek pertama kami di Bangladesh, dan kami memiliki harapan besar bahwa proyek ini akan berjalan lancar serta menghasilkan manfaat yang signifikan untuk keduanya,” kata Bernadus Sudarmanta.

Kerja sama ini juga sejalan dengan rencana pengembangan PLTS yang sedang dijalankan oleh Bangladesh Power Development Board (BPDB). Lembaga tersebut sedang membuka 10 lokasi strategis di berbagai daerah di Bangladesh untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Dengan berpartisipasi dalam tender proyek ini, PLN Indonesia Power akan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan listrik negara itu sekaligus memperluas portofolio bisnis di sektor energi bersih.

READ  Key Discussion: Indonesia serukan ASEAN solid dalam pertemuan menteri ekonomi

Dalam kesepakatan ini, Bay Group menunjuk anak usahanya, Copenhagen Urban Solar Parks Bangladesh Limited (CUSP), sebagai mitra utama. Perusahaan Denmark-Bangladesh tersebut berfokus pada pengembangan taman solar perkotaan dan telah terbukti mampu menciptakan solusi energi berkelanjutan. MoU antara PLN Indonesia Power dan Bay Group ditandatangani oleh Bernadus Sudarmanta serta Ziaur Rahman, yang juga menjabat sebagai Managing Director Bay Group dan Chairman CUSP. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen kuat kedua belah pihak untuk bersinergi dalam membangun proyek energi skala besar.

“Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun strategi kolaborasi bersama, yang kami yakini akan mendukung pengembangan energi surya di Bangladesh secara berkelanjutan,” ujar Ziaur Rahman.

Komitmen PLN Indonesia Power untuk berpartisipasi dalam proyek PLTS di Bangladesh juga mencerminkan upaya perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi global. Dengan menggandeng mitra lokal, perusahaan akan mampu memanfaatkan keahlian dan pengalaman yang dimiliki di bidang energi terbarukan. “Kami berharap proyek ini dapat menjadi batu loncatan dalam memperkuat posisi PLN Indonesia Power sebagai pemain utama di industri pembangkitan berbasis energi bersih,” tambah Bernadus.

Latar Belakang Proyek PLTS di Bangladesh

Bangladesh, sebagai negara yang sedang berkembang, kini fokus pada pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menghadirkan sumber daya energi alternatif. BPDB, sebagai lembaga pengembangan energi nasional, telah mengidentifikasi sejumlah lokasi strategis untuk menempatkan proyek PLTS. Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas listrik nasional sekaligus mengurangi emisi karbon. Dengan adanya PLN Indonesia Power sebagai mitra, proyek tersebut diperkirakan akan lebih cepat mencapai target pembangunan.

PLN Indonesia Power, yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia, menjadikan Bangladesh sebagai destinasi baru. Kehadiran perusahaan di sana akan memberikan dampak positif, baik secara ekonomi maupun lingkungan. “Pembangunan PLTS di Bangladesh merupakan bagian dari strategi kami untuk menjadi pionir dalam menghadirkan energi bersih ke berbagai negara,” jelas Bernadus. Ia menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi contoh kemitraan yang mampu menggabungkan keahlian lokal dan internasional.

READ  Main Agenda: Kemenko Pangan target luncurkan National Command Center MBG Mei 2026

Pembagian Peran dalam Proyek

Perusahaan akan berperan dalam merancang, membangun, serta mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya tersebut. Sementara itu, Bay Group dan CUSP bertugas dalam mengelola aspek teknis serta kegiatan penawaran proyek. “CUSP memiliki pengalaman dalam pengembangan taman solar di berbagai negara, termasuk di daerah perkotaan Bangladesh. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk proyek energi yang lebih besar di masa depan,” kata Ziaur Rahman.

Sebagai bagian dari langkah strategis, proyek ini juga memberikan peluang bagi PLN Indonesia Power untuk menunjukkan kemampuan dalam menghadapi tantangan pasar global. Dengan membangun hubungan yang kuat dengan mitra lokal, perusahaan akan lebih mudah memasuki pasar energi di negara-negara lain yang sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada energi non-terbarukan. “Kami berharap kerja sama ini bisa menjadi jembatan untuk ekspansi lebih luas ke negara-negara tetangga,” imbuhnya.

MoU ini juga menjadi bukti bahwa PLN Indonesia Power berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi energi global. Dengan menggabungkan teknologi yang sudah teruji dan pengalaman berpengalaman di Indonesia, perusahaan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan energi surya di Bangladesh. Selain itu, proyek ini diharapkan bisa menjadi contoh kemitraan yang sukses, baik dari segi teknis maupun sosial, dalam membangun ekosistem energi yang ramah lingkungan.

Menurut Ziaur Rahman, kolaborasi ini adalah langkah awal dari rencana jangka panjang. “Kami melihat PLN Indonesia Power sebagai mitra yang sangat potensial, karena memiliki kemampuan dalam merancang proyek energi besar. Kami juga berharap proyek ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal,” jelasnya. Kehadiran PLN di Bangladesh diharapkan bisa meningkatkan akses listrik bagi masyarakat yang belum terlayani, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan bahan bakar fosil.

READ  Key Strategy: Indef: Program 3 Juta Rumah untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat

Proyek PLTS 495 MW ini juga menjadi bagian dari upaya PLN Indonesia Power dalam menyeimbangkan kebutuhan pasar nasional dan internasional. Dengan berpartisipasi dalam proyek energi di luar batas Indonesia, perusahaan bisa mengembangkan kapasitas produksi serta kemampuan manajemen proyek yang lebih luas. “Ini adalah langkah penting untuk menjaga konsistensi dalam menyediakan energi bersih, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Bernadus.

Kerja sama ini diperkirakan akan menjadi salah satu dari beberapa proyek energi terbarukan yang diluncurkan PLN Indonesia Power di luar negeri. Proyek di Bangladesh menjadi titik awal, dan akan dilanjutkan dengan proyek serupa di negara-negara lain. Dengan begitu, perusahaan berharap dapat berkontribusi dalam mempercepat transisi energi global, sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai penyedia solusi energi terbaik di dunia.