Key Strategy: Gubernur optimistis KNMP Leato tunjang pertumbuhan ekonomi Gorontalo
Gubernur Optimistis KNMP Leato Tunjang Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo
Key Strategy – Gorontalo, Senin – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyatakan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Kota Gorontalo, berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. “KNMP ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program pemerintah, tetapi juga menginspirasi masyarakat lokal untuk lebih giat mengembangkan sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya saat mengunjungi lokasi tersebut, Sabtu lalu. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di KNMP Leato Selatan, yang disertai Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Wali Kota Adhan Dambea, diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah pusat terhadap pembangunan wilayah pesisir.
Kunjungan Presiden Berdampak Positif
Kehadiran Presiden Prabowo di KNMP Leato Selatan, yang merupakan lokasi pertama dari jenis kampung nelayan tersebut yang dikunjungi, menurut Gusnar, akan memberikan semangat baru bagi para nelayan. “Ini adalah berkah yang luar biasa, karena menunjukkan bahwa keberhasilan mereka diakui secara nasional,” katanya. Ia menekankan bahwa KNMP Leato Selatan telah menjadi contoh nyata pengembangan ekonomi berbasis laut yang berkelanjutan, sekaligus menambah keyakinan masyarakat untuk terlibat dalam inisiatif serupa.
“KNMP Leato Selatan tidak hanya menjadi bagian dari visi pembangunan daerah, tetapi juga mewakili upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya masyarakat pesisir,” kata Gusnar.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan komitmen pemerintahannya untuk mendorong sektor kelautan dan perikanan secara masif. “Kita akan terus membesarkan bidang ini, karena ikan dan protein laut sangat penting bagi kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa konsep “ekonomi biru” akan menjadi landasan utama dalam pengembangan sumber daya alam laut, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.
Program KNMP Sebagai Pilot Project
KNMP Leato Selatan telah ditetapkan sebagai salah satu dari 65 proyek yang berhasil diselesaikan hingga 2025, sebagaimana diumumkan oleh pemerintah. Pada periode tersebut, total 100 KNMP akan menjadi pilot project yang bertujuan mengintegrasikan teknologi dan pemanfaatan sumber daya laut secara optimal. “Dengan adanya KNMP, kita bisa meningkatkan produktivitas nelayan, sekaligus memastikan hasil tangkapan mereka dapat diproses dan disimpan secara efisien,” jelas Gusnar.
“Saya yakin KNMP ini akan menjadi fondasi untuk membangun ekonomi yang lebih kuat di Gorontalo,” tambah Gusnar.
Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui program KNMP, telah menggerakkan inisiatif pembangunan di berbagai wilayah Indonesia. Proyek ini tidak hanya fokus pada infrastruktur, seperti pabrik es dan gudang pendingin, tetapi juga menekankan pelatihan dan pengembangan kapasitas masyarakat nelayan. Gusnar mengapresiasi upaya pemerintah pusat dalam mendukung program tersebut, karena dapat meningkatkan keterlibatan warga pesisir dalam pengelolaan sumber daya alam mereka.
Perluasan Program Hingga 2029
Masa depan KNMP di Gorontalo terus dipertahankan dengan target pembangunan yang lebih besar. Pada 2026, rencananya pemerintah akan membangun 1.386 KNMP baru, dan jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 2029. “Indonesia adalah bangsa maritim, jadi pengembangan sektor ini adalah jalan yang wajar,” kata Gusnar. Ia juga menekankan bahwa proyek ini adalah bagian dari visi pembangunan nasional untuk mengubah sektor kelautan menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat.
“Dengan ekonomi biru, kita tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menciptakan sistem yang berkelanjutan dan sehat secara ekologis,” tutur Presiden Prabowo.
Pembangunan KNMP di Leato Selatan juga dianggap sebagai langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian. Gusnar menjelaskan bahwa keberadaan pabrik es dan gudang pendingin dapat mempercepat distribusi hasil tangkapan ke pasar internasional, serta meningkatkan nilai tambah produk. “Ini membuka peluang bagi para nelayan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga pendapatan mereka pun meningkat,” katanya.
Langkah Strategis untuk Masa Depan
Kehadiran Presiden di KNMP Leato Selatan menurut Gusnar tidak hanya menjadi momen simbolis, tetapi juga memberikan momentum untuk mengevaluasi keberhasilan proyek tersebut. “Presiden berkesempatan melihat langsung kontribusi KNMP dalam pembangunan ekonomi, dan ini menjadi pembelajaran penting untuk kelanjutan program serupa di daerah lain,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa proyek ini berpotensi mengurangi kesenjangan antara wilayah pesisir dan daratan.
“Ekonomi biru adalah konsep yang menarik karena menggabungkan kesejahteraan rakyat dengan perlindungan lingkungan. Kita harus memastikan bahwa pengembangan ini tidak merusak ekosistem laut,” ujar Presiden Prabowo.
Pembangunan KNMP di Gorontalo dipercaya bisa menjadi contoh bagus untuk wilayah lain di Indonesia. Gusnar menyatakan bahwa sektor kelautan dan perikanan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk menghadapi tantangan global, seperti kenaikan harga bahan makanan. “KNMP Leato Selatan adalah bukti bahwa dengan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, kita bisa menghasilkan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah juga berencana mengunjungi Gorontalo pada 2027 untuk melihat progres KNMP yang telah dibangun. “Ini menjadi evaluasi langsung untuk memastikan bahwa program ini berjalan sesuai target,” ujar Gusnar. Ia optimis bahwa dengan keberhasilan KNMP Leato Selatan, program serupa di wilayah lain akan lebih cepat mencapai hasil maksimal. “Kita tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun mental masyarakat untuk berkiprah dalam sektor yang strategis ini,” pungkasnya.
Proyek KNMP Sebagai Investasi Masa Depan
Dalam konteks ekonomi nasional, KNMP di Gorontalo dianggap sebagai investasi jangka panjang yang mampu memberikan dampak berkelanjutan. Gusnar menyebutkan bahwa proyek ini berpotensi meningkatkan ekspor ikan ke pasar internasional, sekaligus menurunkan risiko kekurangan pasokan. “Indonesia memang bangsa maritim, tapi kita perlu memastikan bahwa potensi ini bisa dikembangkan secara terencana,” katanya.
“Saya percaya bahwa dengan pengelolaan yang tepat, KNMP akan menjadi peluang baru bagi rakyat Gorontalo, terutama para nelayan yang menggantungkan hidup pada laut,” kata Gusnar.
Gubernur menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung proyek ini dengan memperkuat koordinasi antara berbagai instansi. “KNMP Leato Selatan adalah bukti bahwa keterlibatan pemerintah pusat dan daerah bisa menghasilkan keberhasilan bersama,” ujarnya. Ia juga menyoroti peran nelayan lokal dalam menjaga keberlanjutan program, karena mereka adalah pengelola
