GM PLN UID Sulselrabar pastikan tidak ada perubahan tarif listrik

GM PLN UID Sulselrabar Pastikan Tarif Listrik Tidak Berubah

GM PLN UID Sulselrabar pastikan tidak – Makassar, Sulsel (ANTARA) – Edyansyah, selaku General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), memberikan pernyataan bahwa tarif listrik tidak mengalami penyesuaian hingga saat ini. Ia menjelaskan bahwa harga listrik rumah tangga tetap stabil sejak bulan Juli 2022, sehingga perbedaan jumlah pembayaran antar pelanggan tidak terkait dengan kenaikan tarif, melainkan disebabkan oleh variasi penggunaan energi atau komponen biaya lainnya.

Penyebab Perbedaan Tagihan Listrik

Kata Edyansyah, selama masa kenaikan tarif listrik yang terjadi sebelumnya, PLN tetap memastikan bahwa tidak ada perubahan harga per kWh yang berlaku untuk pelanggan rumah tangga. Oleh karena itu, jika terdapat ketidaksesuaian antara jumlah tagihan yang dibayarkan dan estimasi sebelumnya, hal tersebut lebih berkaitan dengan kebiasaan penggunaan listrik di masing-masing rumah tangga. Misalnya, peningkatan aktivitas listrik pada malam hari atau penggunaan peralatan elektronik yang berbeda bisa memengaruhi total pembayaran.

“Tarif listrik rumah tangga tidak mengalami perubahan sejak Juli 2022. Karena itu, apabila terdapat perbedaan jumlah pembayaran, hal tersebut umumnya dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi listrik maupun komponen biaya lainnya,” ujar Edyansyah di Makassar, Sulsel, Jumat.

Kebijakan PLN terhadap Hoaks Kenaikan Tarif

Edyansyah juga menyoroti adanya informasi yang menyebarkan berita bahwa tarif listrik akan naik. Ia mengimbau masyarakat untuk memahami bahwa biaya listrik mencakup lebih dari sekadar tarif dasar. Berbagai faktor seperti pajak barang dan jasa tertentu tenaga listrik (PBJT-TL), biaya admin, serta pajak pertambahan nilai (PPN) turut memengaruhi total tagihan. Dengan demikian, pelanggan diminta untuk lebih waspada dalam mengikuti informasi yang diberikan oleh PLN dan memahami komponen-komponen yang membentuk harga listrik.

READ  Special Plan: Wamen PKP tinjau lokasi pembangunan kampung nelayan MP di Aceh Jaya

Struktur Pembayaran Pascabayar dan Prabayar

PLN menjelaskan bahwa pada layanan pascabayar, total tagihan dihitung berdasarkan jumlah pemakaian energi listrik (kWh) yang tercatat pada meter pelanggan. Selain itu, beberapa komponen tambahan seperti PBJT-TL, meterai, dan PPN tetap diperhitungkan sesuai ketentuan di setiap wilayah. Sementara itu, pada layanan prabayar, nominal token listrik yang dibeli oleh pelanggan tidak sepenuhnya langsung dikonversi menjadi energi listrik. Sebagian dari dana token dialokasikan untuk pembayaran PBJT-TL berdasarkan peraturan pemerintah daerah, sementara sisanya baru diubah menjadi kWh.

Sebagai contoh, pelanggan dengan daya 2.200 VA yang membeli token seharga Rp200.000 akan dikenai biaya admin (biasanya Rp3.000) dan PBJT-TL Makassar sebesar 10 persen. Dengan demikian, nilai yang diperbolehkan sebagai listrik adalah Rp179.091. Dengan tarif per kWh sebesar Rp1.444,70, pelanggan tersebut akan mendapatkan energi sebanyak 123,96 kWh.

Pemanfaatan Aplikasi PLN Mobile

Edyansyah menekankan bahwa masyarakat kini dapat lebih mudah memantau riwayat penggunaan listrik dan pembelian token melalui aplikasi PLN Mobile. Fitur ini membantu pelanggan mengelola konsumsi energi secara lebih efisien, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. “Pelanggan kini dapat memantau histori penggunaan listrik dan riwayat pembelian token secara lebih mudah melalui aplikasi PLN Mobile,” tambahnya.

Dalam layanan pascabayar, penggunaan listrik pelanggan yang mencapai 123,96 kWh akan menghasilkan tagihan yang sama, setelah dikalkulasikan dengan komponen PBJT-TL dan PPN sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan penjelasan ini, PLN berupaya untuk memastikan transparansi dalam penghitungan tagihan, sehingga pelanggan tidak merasa kebingungan atau kewalahan terhadap perubahan yang terjadi.

Fungsi Swacam dalam Pengawasan Konsumsi Listrik

Edyansyah menambahkan bahwa pelanggan pascabayar bisa memanfaatkan fitur Swacam (Swadaya Catat Angka Meter) dalam aplikasi PLN Mobile untuk melakukan pencatatan angka meter secara mandiri. Fungsi ini memberikan kemudahan dalam mengawasi penggunaan listrik bulanan dan memastikan keakuratan data yang diinputkan oleh PLN.

READ  Key Issue: Kemnaker perkuat pembekalan mahasiswa hadapi green jobs dan AI

Pelanggan hanya perlu membuka menu Swacam, memilih ID pelanggan, mengambil foto angka stand meter pada kWh meter, kemudian mengirimkan hasilnya melalui aplikasi sesuai periode yang ditentukan. Fitur ini tidak hanya memudahkan pengawasan, tetapi juga memberi pelanggan wawasan lebih jelas tentang pola penggunaan listrik mereka, sehingga bisa mengatur konsumsi dengan lebih tepat.

Peningkatan Transparansi dan Efisiensi

Dengan memahami kebijakan PLN dan cara perhitungan tagihan, pelanggan dapat mengoptimalkan penggunaan listrik tanpa merasa kewalahan. Edyansyah menekankan bahwa transparansi dalam biaya listrik akan membantu masyarakat mengelola kebutuhan energi secara lebih bijak, terutama dalam menghadapi musim kemarau atau saat kebutuhan listrik meningkat.

“Melalui pemahaman yang lebih baik terhadap pola konsumsi dan komponen pembayaran listrik, pelanggan dapat memanfaatkan energi listrik secara lebih efisien, nyaman, dan sesuai kebutuhan sehari-hari,” urai Edyansyah.

PLN terus berupaya untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan, termasuk melalui penggunaan teknologi. Selain aplikasi PLN Mobile, perusahaan juga menawarkan berbagai fasilitas yang bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi. Dengan adanya fitur Swacam, pelanggan bisa memantau penggunaan listrik mereka secara mandiri dan berpartisipasi aktif dalam manajemen energi. Hal ini sejalan dengan visi PLN dalam menciptakan ekosistem energi yang lebih responsif dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Penggunaan layanan prabayar dan pascabayar juga disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dalam prabayar, pelanggan harus memperhatikan jumlah token yang dibeli karena tidak semua nominal langsung dikonversi menjadi kWh. Sementara itu, pada sistem pascabayar, pelanggan bisa lebih fleksibel dalam mengatur penggunaan listrik, asalkan memahami bahwa tagihan akan dihitung berdasarkan pemakaian aktual. Dengan demikian