EastFood dan EastPack Surabaya 2026 Menarik 180 Peserta, Menghadirkan Beragam Aktivitas untuk Dongkrak Ekonomi Jawa Timur
Pameran Makanan dan Minuman Terbesar di Jawa Timur
What Happened During – Pameran makanan dan minuman yang menjadi event utama di Jawa Timur, EastFood Indonesia Expo (IIFEX) & AllPack Surabaya 2026 (dikenal sebagai EastPack Surabaya), kembali digelar pada 18-21 Juni 2026 di Grand City Convex. Ajang ini tidak hanya menampilkan produk kuliner terbaik dari berbagai daerah, tetapi juga menawarkan berbagai kegiatan menarik untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Salah satu daya tarik baru yang diperkenalkan tahun ini adalah kompetisi memasak, yang menjadi pusat perhatian karena pertama kalinya diselenggarakan secara kolaboratif dengan Association of Culinary Professionals (ACP).
Competition Culinary dengan Delapan Kategori
EastFood Surabaya 2026 menghadirkan delapan kategori lomba kuliner yang mengangkat kekayaan rasa Nusantara. Kompetisi ini dibuka untuk peserta yang berbakat dalam bidang memasak, termasuk para chef profesional, pengusaha UMKM, dan koki muda dari berbagai latar belakang. Daud D Salim, pemilik Krista Exhibitions, menjelaskan bahwa acara tahun ini mengusung tema yang lebih luas, tidak hanya fokus pada pameran, tetapi juga pada pertukaran ide dan kreativitas dalam industri makanan. “EastFood Indonesia tahun ini adalah penyelenggaraan ke-16 di Surabaya. Kami menyadari bahwa kehadiran kompetisi memasak akan memberikan dampak lebih besar dalam mendorong inovasi dan pengembangan sektor kuliner lokal,” tutur Daud dalam konferensi pers, Senin (15/6).
Kami biasanya hanya menampilkan demo memasak, tetapi tahun ini ada kompetisi Bakat Boga dengan delapan kategori. Antusiasmenya sangat tinggi hingga sejumlah pendaftar terpaksa ditolak karena kuota telah penuh,” ujar Daud saat konferensi pers, Senin (15/6).
Menurut Daud, kompetisi ini dirancang untuk menjadi ajang pengembangan bakat dan pengakuan bagi para pelaku usaha dalam bidang makanan. “Ini bukan hanya kesempatan untuk menampilkan kreativitas, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem industri makanan yang lebih berkualitas,” tambahnya. Dengan melibatkan ACP, event ini diharapkan dapat meningkatkan standar kualitas dan keterlibatan profesional dari luar negeri, sekaligus menarik perhatian investor dan pembeli potensial.
Partisipasi dari Berbagai Kalangan
Acara yang dihadiri sekitar 180 peserta ini menampilkan keberagaman pelaku industri, mulai dari perusahaan nasional hingga internasional. Banyak dari peserta berasal dari Jawa Timur, dengan sekitar 30-40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut serta. Partisipasi UMKM menjadi sorotan karena sektor ini dianggap sebagai tulang punggung perekonomian daerah. “UMKM lokal perlu platform untuk menjangkau pasar yang lebih luas, dan EastFood menjadi salah satu wadah strategis untuk itu,” kata Daud.
Keberagaman peserta juga mencerminkan keberhasilan EastFood dalam menarik perhatian pelaku industri dari berbagai wilayah Indonesia. Banyak usaha kecil dan menengah dari luar Jatim turut menyumbang keberagaman produk, mulai dari makanan tradisional hingga inovasi modern. Daud menjelaskan bahwa selama penyelenggaraan tahun ini, acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi peserta, baik dari segi teknik memasak maupun pemasaran produk.
Keberagaman Aktivitas untuk Pengunjung
Di samping kompetisi memasak, EastFood 2026 menyajikan berbagai aktivitas menarik yang memperkaya pengalaman pengunjung. Salah satu daya tarik utama adalah hadirnya chef pizza profesional dari Italia, yang akan memberikan demonstrasi dan sesi interaktif tentang teknik pembuatan pizza ala Italia. Selain itu, acara ini juga menghadirkan seminar industri, workshop, dan talk show yang membahas isu terkini dalam sektor makanan, seperti transformasi digital, keberlanjutan lingkungan, dan kemasan inovatif.
EastFood 2026 juga menampilkan teknologi terkini dalam pengolahan dan pengemasan makanan. Banyak perusahaan yang menampilkan alat dan metode produksi yang efisien, serta berbagai produk pangan yang ramah lingkungan. Daud menjelaskan bahwa kehadiran teknologi ini bertujuan untuk menunjukkan potensi pengembangan industri makanan yang berkelanjutan, serta menginspirasi peserta untuk beradaptasi dengan tren pasar yang terus berkembang.
Dukungan untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal
EastFood Surabaya 2026 tidak hanya menghadirkan kreativitas kuliner, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Jawa Timur. Dengan mengundang sekitar 180 peserta, termasuk banyak UMKM, acara ini menjadi wadah untuk membangun koneksi bisnis dan menarik investasi. “EastFood 2026 siap menjadi penggerak ekonomi Jatim dengan memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang,” kata Daud.
Event ini juga menjadi peluang bagi pengunjung untuk menemukan produk unggulan, seperti makanan khas Jatim, makanan dari daerah lain di Indonesia, hingga produk internasional. Dengan berbagai kegiatan yang dihadirkan, EastFood diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata kuliner dan menumbuhkan konsumsi makanan lokal. Daud menambahkan bahwa keberhasilan event ini bergantung pada partisipasi aktif semua pihak, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat umum.
Komitmen untuk Masa Depan Industri Makanan
Pameran ini menjadi bagian dari komitmen Krista Exhibitions untuk memperkuat ekosistem industri makanan di Jawa Timur. Daud mengatakan bahwa EastFood 2026 tidak hanya fokus pada pengembangan usaha, tetapi juga pada edukasi dan kolaborasi. “Kami ingin menjadi pusat kreativitas, yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menginspirasi inovasi dan pertumbuhan industri makanan nasional,” jelasnya.
Keberhasilan EastFood 2026 sekaligus menunjukkan potensi Surabaya sebagai pusat industri makanan di Jawa Timur. Dengan jumlah peserta yang signifikan, event ini dinilai mampu mengangkat citra daerah dan menarik perhatian pemangku kepentingan. Daud berharap, EastFood dan EastPack Surabaya 2026 dapat menjadi pelopor dalam mengembangkan sektor kuliner yang lebih modern dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. “Dengan berbagai inovasi dan aktivitas yang disajikan, kami yakin EastFood akan menjadi referensi bagi event serupa di Indonesia,” pungkasnya.
Dalam rangkaian kegiatan yang diadakan, EastFood 2026 juga memberikan ruang bagi pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan para peserta dan melihat proses produksi yang terjadi di lapangan. Ini menjadi nilai tambah karena pengunjung tidak hanya menikmati produk, tetapi juga memahami proses di balik
