Pelni angkut 825 ekor sapi dari Kupang ke Jakarta menjelang Idul Adha
Pelni Angkut 825 Ekor Sapi dari Kupang ke Jakarta Menjelang Idul Adha
Pelni angkut 825 ekor sapi – Menjelang perayaan Idul Adha tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kembali melakukan pengangkutan sapi dari wilayah Nusa Tenggara Timur ke Jakarta. Total hewan kurban yang dibawa mencapai 825 ekor, yang menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa dan sekitarnya. Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Kokok Susanto, menjelaskan bahwa proses pengiriman dilakukan secara terencana untuk memastikan hewan ternak tetap dalam kondisi prima hingga sampai ke destinasi.
“Kami memastikan angkutan sapi dari Kupang ke Tanjung Priok berjalan lancar. Kami berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan kesejahteraan ternak selama pelayaran agar tetap prima hingga tiba di tujuan,” kata Kokok dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Kapal KM Camara Nusantara 1 menjadi salah satu alat transportasi yang berperan dalam operasi ini. Dua kali perjalanan, yaitu Voyage 2 pada 27 April 2026 dan Voyage 3 pada 14 Mei 2026, berhasil mengangkut hewan kurban tersebut. Kokok menyebutkan bahwa sumber utama pasokan sapi berasal dari Kupang, yang merupakan sentra produksi ternak di daerah timur Indonesia. “Hewan ternak yang diangkut berasal dari Kupang sebagai pusat utama, dan kami berupaya memastikan distribusi berjalan optimal,” ujarnya.
Menurut Kokok, kegiatan pengangkutan ternak menjadi prioritas perusahaan dalam mendukung stabilitas logistik nasional. Ini berdampak langsung pada aksesibilitas daging kurban bagi masyarakat, terutama di wilayah Jakarta yang menjadi pusat konsumsi. “Kami terus berupaya meningkatkan efisiensi dan keandalan jaringan angkutan untuk menjaga ketersediaan hewan kurban sebelum Hari Raya Idul Adha,” tambahnya.
Kapal KM Camara Nusantara 1 sebelumnya sempat menjalani perawatan di pelabuhan selama satu bulan penuh pada Maret 2026. Meski dalam masa docking, kapal tersebut tetap berhasil mengangkut 528 ekor sapi sebelum dipersiapkan kembali untuk perjalanan. Pengangkutan yang dilakukan menunjukkan konsistensi Pelni dalam menjaga keberlanjutan operasional, bahkan di tengah penyesuaian kapasitas kapal.
Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang transportasi laut, Pelni juga memperhatikan peran strategisnya dalam mendorong pemerataan ekonomi. Transportasi ternak ke Jakarta bukan hanya memenuhi permintaan pasar, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi antara daerah timur dan barat Indonesia. “Dengan menghubungkan sentra produksi di NTT dengan sentra konsumsi di Jawa, kami membantu mendorong keberlanjutan industri ternak nasional,” terang Kokok.
Berbagai bagian dari upaya tersebut, Pelni memperlihatkan performa positif pada tahun 2025. Dalam periode tersebut, kapal ternak mencatat angka total pengangkutan mencapai 7.135 ekor sapi, menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga konsistensi dalam menyediakan layanan transportasi laut. Angka ini menjadi bukti bahwa pelaku logistik berperan penting dalam memastikan ketahanan pangan nasional, terutama saat permintaan masyarakat meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Dalam penjelasannya, Kokok menekankan bahwa Pelni terus mengoptimalkan operasional KM Camara Nusantara 1 untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kapal tersebut dipersiapkan dengan berbagai fasilitas yang mendukung kesejahteraan hewan ternak, seperti lingkungan yang nyaman dan pengawasan intensif selama perjalanan. “Kami berusaha menjaga kualitas distribusi agar hewan kurban dapat sampai dengan kondisi sehat dan lengkap,” ujarnya.
Kegiatan angkutan sapi ini juga menjadi bagian dari upaya Pelni dalam meningkatkan kualitas pelayanan angkutan laut. Perusahaan berkomitmen untuk memberikan layanan yang aman, efisien, dan terjangkau, terutama untuk kebutuhan publik seperti distribusi hewan kurban. Selain itu, pelaksanaan ini juga membantu mengurangi beban logistik di wilayah Jawa, yang menjadi area dengan permintaan tinggi terutama menjelang Idul Adha.
Menyambut Idul Adha, Pelni berharap masyarakat dapat merasakan manfaat dari pengangkutan yang dijalankan. Proses distribusi yang berjalan lancar diharapkan mampu memenuhi permintaan kurban sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah asal hewan ternak. “Kami siap mendukung kebutuhan masyarakat selama periode Idul Adha dengan layanan terbaik,” pungkas Kokok, menegaskan perusahaan tetap fokus pada peningkatan kinerja angkutan laut.
Dengan kapasitas yang terus ditingkatkan dan inovasi dalam pengelolaan kapal, Pelni berupaya menjadi mitra andal dalam menjaga ketersediaan bahan pangan. Kegiatan angkutan sapi ini juga menjadi contoh nyata bagaimana transportasi laut bisa mendukung ketahanan pangan di tengah tantangan geografis dan logistik. Selain itu, pengangkutan massal hewan kurban ini berdampak pada pengurangan kemacetan di pelabuhan, terutama saat permintaan naik menjelang hari raya besar.
Pelni memastikan bahwa setiap langkah dalam angkutan sapi dilakukan dengan memperhatikan aspek kesejahteraan hewan dan kepuasan pelanggan. Direktur Kokok Susanto menegaskan bahwa perusahaan terus berusaha memperkuat jaringan transportasi laut untuk melayani kebutuhan masyarakat secara lebih efektif. “Dengan pendekatan yang terstruktur, kami berharap dapat menjamin kelancaran distribusi hewan kurban ke seluruh Indonesia,” tutupnya.
