PPIH Embarkasi Makassar berangkatkan JCH gabungan Sulsel-Gorontalo
PPIH Embarkasi Makassar Berangkatkan JCH Gabungan Sulsel-Gorontalo
Penerbangan Jamaah Calon Haji Dari Sulawesi Selatan Dan Gorontalo
PPIH Embarkasi Makassar berangkatkan JCH gabungan – Makassar, Rabu—Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, hari ini melaksanakan pemberangkatan 393 calon haji (JCH) yang berasal dari dua provinsi, yaitu Sulawesi Selatan dan Gorontalo. Semua peserta telah menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan kesehatan serta dokumen yang diperlukan sebelum berangkat. Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa dari Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Wajo, terdapat 173 orang yang ikut dalam kloter ini. Sementara Provinsi Gorontalo mengirimkan 214 jamaah.
Dalam pemberangkatan kali ini, terdapat satu orang yang batal berangkat karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkannya melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Calon haji yang tertunda adalah Indo Jemma Baco, warga Kabupaten Wajo. Ia digantikan oleh Sri Rahayu Milda, calon haji yang sebelumnya menunda keberangkatan dari kloter 18. “Kloter 30 ini berangkat lengkap sebanyak 393 orang. Ada satu calon haji dari Wajo yang tidak bisa melanjutkan perjalanan karena sakit di daerah asalnya, sehingga digantikan oleh calon haji lain yang sebelumnya tertunda,” ujar Ikbal.
“Penting bagi semua jamaah untuk memahami bahwa keberangkatan ini adalah bagian dari ibadah yang wajib dilakukan. Selama di Tanah Suci, mereka harus menjaga citra bangsa dan memastikan diri tetap sehat,” tutur Ikbal.
Ikbal juga menyebutkan bahwa jumlah jamaah yang diberangkatkan mencakup enam pendamping. Komposisi pendamping tersebut meliputi satu ketua kloter, satu pembimbing ibadah, satu tenaga kesehatan haji, satu perawat, dan dua pembimbing haji daerah. Keberadaan pendamping bertujuan untuk memastikan kelancaran ibadah haji dan memberikan bantuan secara langsung kepada jamaah selama perjalanan. “Kita berharap mereka bisa menjalani semua proses dengan baik, baik secara spiritual maupun fisik,” tambahnya.
JCH Gorontalo Langsung Terbang Dari Bandara Sultan Hasanuddin
PPIH Embarkasi Makassar menambahkan bahwa JCH yang berasal dari Gorontalo tidak menginap di Asrama Haji Sudiang sebelum berangkat. Mereka langsung terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, tanpa melalui pemondokan. “JCH Gorontalo masuk dalam kategori embarkasi antar, sehingga perjalanan mereka dimulai dari Makassar. Mereka bergabung dengan JCH dari Embarkasi Makassar saat tiba di bandara,” jelas Ikbal.
Penjelasan ini menegaskan bahwa sistem embarkasi Makassar menerima JCH dari berbagai provinsi yang berbeda. Gorontalo, yang merupakan satu dari beberapa embarkasi, memilih jalur langsung untuk mengoptimalkan waktu dan mempercepat proses keberangkatan. Meski tidak menginap, para jamaah tetap menjalani pemeriksaan kesehatan dan dokumentasi sebelum penerbangan. “Semua prosedur tetap dilakukan secara rapi agar tidak ada hambatan di sana,” tegasnya.
Imbauan Sebelum Berangkat
Sebelum pelepasan, PPIH Embarkasi Makassar memberikan pesan-pesan penting kepada jamaah calon haji. Poin utama yang diingatkan adalah pentingnya menjaga nama baik bangsa selama menjalani ibadah di Makkah. Ikbal Ismail mengingatkan bahwa jamaah harus menjaga sikap dan perilaku agar tidak merusak citra Indonesia di Tanah Suci. “Mereka datang untuk menunaikan salah satu Rukun Islam, jadi semangat dan disiplin harus tetap dijaga,” ujarnya.
Terlebih, kondisi cuaca di Arab Saudi yang terik menjadi faktor penting dalam persiapan. Ikbal meminta jamaah untuk memperbanyak konsumsi air mineral agar tidak terkena dehidrasi. “Cuaca terik memengaruhi kesehatan, terutama di musim panas. Kami berharap mereka bisa mengatasi tantangan ini dengan baik,” katanya. Selain itu, ia juga menekankan perlunya menjaga kebugaran fisik sebelum dan selama perjalanan, karena ibadah haji membutuhkan stamina yang baik.
Proses Pemantauan Kesehatan Dan Dokumen
Ikbal menegaskan bahwa proses pemeriksaan kesehatan serta dokumen telah dilakukan secara menyeluruh sebelum pemberangkatan. Pemeriksaan tersebut meliputi tes medis, verifikasi dokumen, dan pengukuran kondisi fisik para jamaah. “Semua calon haji harus memastikan diri dalam kondisi prima sebelum berangkat, karena perjalanan ke Arab Saudi memakan waktu yang cukup lama,” kata Ikbal.
Proses pemantauan kesehatan dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari dokter dan tenaga medis. Tim ini memastikan bahwa para jamaah tidak memiliki masalah kesehatan yang berpotensi mengganggu ibadah mereka. Sementara itu, pemeriksaan dokumen mencakup surat keterangan sehat, surat ijin berangkat, dan persyaratan lainnya yang dibutuhkan oleh Kementerian Agama. “Kita memastikan semua dokumen lengkap agar tidak ada hambatan di Arab Saudi,” jelasnya.
Program Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini
Dalam kesempatan ini, Ikbal juga memaparkan bahwa program penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 terus berjalan dengan lancar. PPIH Embarkasi Makassar menargetkan jumlah jamaah yang berangkat sesuai dengan kuota yang ditetapkan. “Kita berusaha memenuhi semua kebutuhan jamaah agar bisa menjalani ibadah haji dengan nyaman dan aman,” ujarnya.
Ikbal menyoroti pentingnya kolaborasi antara PPIH dan pihak lain, seperti Kementerian Agama serta lembaga penyelenggara perjalanan lainnya. “Koordinasi ini sangat vital untuk memastikan keberhasilan seluruh proses keberangkatan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” tambahnya. Pemantauan kesehatan dan pemeriksaan dokumen dianggap sebagai bagian kritis dalam menjamin kualitas pelayanan kepada jamaah.
Kloter 30 ini menjadi bagian dari total 1.500 jamaah yang akan diberangkatkan dari Makassar dalam rangkaian ibadah haji 2023. PPIH Embarkasi Makassar juga terus memperbaiki fasilitas dan layanan untuk menjaga kenyamanan para jamaah. “Kami berhar
