Solution For: TVRI NTB siapkan solusi daerah “blank spot” bisa tonton Piala Dunia

TVRI NTB Siapkan Solusi untuk Wilayah “Blank Spot” agar Masyarakat Bisa Menonton Piala Dunia 2026

Solution For – Mataram – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI tengah berupaya keras untuk mengatasi tantangan teknis agar semua penduduk Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat menyaksikan pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026. Kepala Stasiun TVRI NTB, Ina Djara, menjelaskan bahwa sekitar 90 persen wilayah NTB telah terjangkau siaran televisi stasiun tersebut, tetapi masih ada 10 persen area yang dianggap sebagai blank spot, atau daerah dengan jangkauan siaran terbatas. Dalam siniar Gerbang Mendengar di Kantor ANTARA NTB, Mataram, Senin lalu, Ina menegaskan bahwa TVRI berkomitmen untuk memastikan masyarakat bisa menikmati tontonan Piala Dunia 2026 melalui saluran TVRI Nasional dan TVRI Sport.

“Kami yakin masyarakat dapat menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 melalui saluran TVRI Nasional dan TVRI Sport,” ujar Ina.

Menurut Ina, tantangan utama dalam menjangkau siaran TVRI di sejumlah daerah terkait dengan kondisi geografis yang kompleks. Pegunungan dan perbukitan di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Sumbawa Barat dan Lombok Timur, menjadi penghalang utama. “Lokasi seperti Bukit Mantar di Sumbawa Barat masih kesulitan menerima siaran karena bentuk topografi yang memengaruhi sinyal,” tambahnya.

Solusi untuk Wilayah Terpencil

TVRI NTB tengah menyiapkan beberapa alternatif untuk mengatasi masalah jangkauan siaran. Salah satu upaya utamanya adalah pemasangan perangkat pemancar baru di Bukit Mantar, Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam wawancara yang sama, Ina menyampaikan bahwa stasiun tersebut sedang memperjuangkan instalasi peralatan tersebut agar bisa menjangkau area blank spot yang cukup luas di wilayah itu. “Kami berharap pekan ini peralatan di sana sudah bisa dipasang, sehingga bisa menjangkau wilayah blank spot yang cukup besar di Sumbawa,” katanya.

READ  Solving Problems: Persija juara EPA Super League U20

Selain itu, TVRI juga menggandeng pemerintah desa dan kecamatan untuk mendistribusikan perangkat penerima siaran berbasis satelit. Solusi ini bertujuan memberikan akses ke tontonan Piala Dunia kepada masyarakat yang ingin menggelar acara nonton bareng di kawasan Sembalun, Lombok Timur. Wilayah tersebut masuk dalam zona blank spot karena dibatasi oleh perbukitan dan Gunung Rinjani. “Kami berupaya memastikan masyarakat di sana tidak ketinggalan menonton event internasional ini,” tambah Ina.

TVRI NTB saat ini memiliki 10 stasiun transmisi yang melayani wilayah Lombok, Sumbawa, Dompu, hingga Bima. Meski demikian, jangkauan siaran di beberapa daerah masih terbatas. Untuk mengakali ini, stasiun TVRI berencana memperluas jumlah pemancar agar lebih banyak wilayah bisa terjangkau. “Perluasan jaringan transmisi menjadi prioritas agar semua lapisan masyarakat bisa menikmati siaran,” jelas Ina.

Perbedaan Penerimaan Siaran

Masyarakat pengguna televisi digital cukup memakai antena biasa untuk menangkap siaran TVRI. Namun, pengguna televisi analog tetap membutuhkan set top box untuk mengakses tayangan dari stasiun penyiaran nasional. “Peralatan analog masih menjadi pilihan untuk sebagian keluarga yang belum beralih ke sistem digital,” ujar Ina. Ia menambahkan bahwa TVRI memberikan bantuan teknis kepada masyarakat agar bisa memasang perangkat yang diperlukan.

Menurut Ina, pemasangan perangkat penerima siaran di lokasi nonton bareng juga dilakukan secara bertahap. Dukungan dari pemerintah desa dan kecamatan menjadi faktor penting dalam mengimplementasikan solusi ini. “Kami bekerja sama dengan pihak setempat agar bisa memastikan siaran tetap terjangkau meskipun berada di daerah terpencil,” katanya.

Kondisi Geografis dan Pengaruhnya

Dalam kesempatan yang sama, Ina menyoroti bahwa kondisi geografis di NTB memerlukan solusi khusus. “Pegunungan dan perbukitan yang menyebar di beberapa kabupaten jadi tantangan tersendiri,” ujarnya. Wilayah seperti Sumbawa Barat dan Lombok Timur memang rentan menjadi blank spot karena bentuk permukaan tanah yang tidak rata. Namun, dengan adanya perangkat pemancar baru dan solusi berbasis satelit, TVRI berharap dapat memperluas cakupan siaran.

READ  Visit Agenda: Toyota sebut budaya otomotif Indonesia punya karakter kuat

Kawasan Gili Trawangan dan sekitarnya di Lombok Utara, meski terlihat jauh dari pusat, sebetulnya masih bisa menikmati tayangan Piala Dunia 2026 melalui siaran dari wilayah Bali. “Sinyal TVRI yang berasal dari Bali cukup dekat dengan Gili Trawangan, sehingga masyarakat di sana tidak perlu khawatir kehilangan akses,” jelas Ina. Hal ini menunjukkan bahwa TVRI tidak hanya fokus pada wilayah yang sangat terpencil, tetapi juga berusaha menyelaraskan cakupan siaran dengan kebutuhan masyarakat di daerah yang cukup jauh dari kota.

Detil Turnamen Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Piala Dunia merupakan kompetisi sepak bola internasional yang diadakan setiap empat tahun sekali, diikuti oleh tim nasional senior pria dari anggota FIFA. Sebagai salah satu penyiar, TVRI NTB siap memberikan layanan penuh untuk masyarakat NTB, terlepas dari lokasi mereka.

Kehadiran perangkat pemancar dan penerima siaran berbasis satelit diharapkan bisa memperkuat keterlibatan masyarakat NTB dalam menyaksikan acara besar seperti Piala Dunia. Ina Djara menjelaskan bahwa TVRI tidak hanya fokus pada siaran lokal, tetapi juga ingin memastikan bahwa wilayah yang terisolasi tetap bisa merasakan keseruan turnamen tersebut. “Kami percaya bahwa teknologi dapat memperluas jangkauan siaran, sehingga semua orang bisa menonton bersama,” kata Ina.

Dengan solusi yang telah dipersiapkan, TVRI NTB berharap mampu menutupi kekurangan jangkauan siaran di wilayah blank spot. Perluasan transmisi dan pemanfaatan teknologi satelit dianggap sebagai langkah strategis untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat NTB, terlepas dari lokasi mereka,” tegas Ina. Dengan demikian, TVRI tetap menjadi sumber informasi dan hiburan bagi seluruh warga NTB, bahkan di daerah yang sulit diakses.

READ  Bojan akui Persib kurang maksimal pada babak pertama lawan Bhayangkara