Key Discussion: UNAND-Persatuan Insinyur Indonesia sosialisasi penguatan Prodi Teknik

UNAND dan Persatuan Insinyur Indonesia Sosialisasikan Penguatan Program Studi Teknik

Key Discussion – Kota Padang, Rabu – Universitas Andalas (UNAND) menggandeng Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik Persatuan Insinyur Indonesia (LAM Teknik PII) dalam penyelenggaraan sosialisasi peningkatan kualitas Program Studi (Prodi) Teknik. Acara ini bertujuan memastikan lulusan perguruan tinggi teknik mampu berkontribusi signifikan terhadap kemajuan bangsa. Wakil Rektor I UNAND, Prof Syukri Arief, menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini menggambarkan momentum berkembangnya komitmen membangun standar pendidikan teknik yang lebih baik. “Ini membuktikan semangat peningkatan kualitas pendidikan tinggi teknik terus meningkat,” tuturnya, dalam pernyataan resmi di Kota Padang.

Transformasi Mutu Pendidikan Teknik

Prof Syukri menyoroti bahwa di era sekarang, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan tetapi juga harus menciptakan dampak langsung bagi masyarakat, industri, serta pembangunan daerah. Menurutnya, pendidikan teknik perlu beradaptasi dengan perubahan cepat yang terjadi di sekitar, termasuk tantangan global terkait teknologi, energi, dan industri. “Kampus harus menjadi pelaku aktif dalam menciptakan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masa depan,” ujar Syukri. Ia menambahkan bahwa akreditasi bukan sekadar prosedur administratif, tetapi merupakan cerminan komitmen institusi dalam memberikan pendidikan terbaik kepada mahasiswa.

“Kita tidak hanya membahas kebijakan makro, tetapi juga mendalami diferensiasi misi, akuntabilitas, serta relevansi riset dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof Syukri Arief.

Pada sosialisasi tersebut, ia menekankan bahwa transformasi tata kelola mutu perlu dilakukan secara mendalam. Menurutnya, kualitas pendidikan tinggi teknik harus berkembang dari sistem pemeriksaan ke budaya mutu yang menyeluruh. “Proses akreditasi adalah napas institusi yang mengukur sejauh mana perguruan tinggi mampu berkembang, memenuhi standar baru, serta menghasilkan kontribusi nyata,” jelas Syukri. Ia menekankan bahwa pendidikan teknik harus selaras dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, termasuk menghadapi perubahan yang dinamis di bidang teknologi dan energi.

READ  Latest Program: Menteri PKP tinjau usulan program BSPS di Kabupaten Bangkalan

Peran LAM Teknik sebagai Penyemangat

Sebagai wujud dukungan, LAM Teknik PII secara aktif memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan teknik secara berkelanjutan. Prof Misri Gizan, Ketua Komite Eksekutif LAM Teknik, menyatakan bahwa lembaga ini bertujuan menjadi pendorong adaptasi dalam perbaikan mutu. “Akreditasi bukan akhir, melainkan alat transformasi yang mendorong perguruan tinggi terus bergerak menuju standar lebih tinggi,” tambahnya. Gizan menjelaskan bahwa sistem akreditasi harus dijalankan dengan profesional dan transparan, serta memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

“Target utama adalah terbentuknya budaya mutu berkelanjutan yang mendasar dalam seluruh proses pendidikan,” ujar Prof Misri Gizan.

Dalam sesi diskusi, berbagai aspek terkait penguatan program studi menjadi fokus utama. Keduanya sepakat bahwa pendidikan teknik perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan industri yang semakin kompleks. “Dengan adanya keterlibatan lembaga profesional seperti LAM Teknik, kami yakin program studi teknik di Indonesia akan menjadi lebih relevan dan inovatif,” kata Syukri. Ia juga menekankan bahwa kualitas pendidikan tinggi tidak bisa hanya dinilai dari dokumen, tetapi harus diukur dari hasil nyata yang dihasilkan mahasiswa.

Proses Akreditasi sebagai Alat Pengembangan

Syukri menjelaskan bahwa akreditasi memainkan peran kritis dalam menilai sejauh mana perguruan tinggi mampu memenuhi standar nasional dan internasional. “Kami melihat akreditasi sebagai wadah untuk mengukur kinerja, mengidentifikasi kelemahan, dan mendorong perbaikan,” katanya. Ia menyoroti bahwa sistem ini juga menuntut institusi pendidikan menciptakan kebijakan yang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam konteks pendidikan teknik, akreditasi menjadi jembatan untuk memastikan kurikulum selaras dengan perkembangan teknologi dan peradaban.

Menurut Syukri, budaya mutu berkelanjutan perlu diintegrasikan ke dalam seluruh aspek pendidikan. “Transformasi tata kelola mutu dari hanya quality assurance menjadi quality culture adalah langkah penting untuk memastikan konsistensi kualitas,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa proses ini tidak hanya melibatkan akademisi tetapi juga perlu didukung oleh praktisi profesional yang memiliki pengalaman langsung di bidang industri. “Dengan keterlibatan para insinyur profesional, kami yakin pendidikan teknik akan lebih berorientasi pada kebutuhan nyata,” ujarnya.

READ  Important Visit: Ombudsman tinjau layanan haji ramah Lansia di Embarkasi Banjarmasin

Struktur dan Komitmen LAM Teknik

LAM Teknik PII, sebagai salah satu institusi penjaminan kualitas, memegang peran sentral dalam menyebarluaskan standar akreditasi nasional. Lembaga ini didukung oleh sejumlah besar asesor dan pengurus yang berasal dari kalangan praktisi profesional, termasuk Insinyur Profesional Madya (IPM), serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Anggota lembaga ini memastikan bahwa proses akreditasi dilakukan secara objektif dan berbasis data. “Kami mengutamakan profesionalisme, keadilan, serta dampak akreditasi terhadap peningkatan kualitas pendidikan teknik,” jelas Misri Gizan.

Menurutnya, akreditasi berfungsi sebagai alat untuk memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan masyarakat. “Dengan sistem ini, perguruan tinggi tidak hanya mengejar predikat, tetapi juga terus berkembang menjadi institusi yang inovatif dan responsif,” tuturnya. Gizan juga menyatakan bahwa LAM Teknik berkomitmen pada penguatan program studi teknik di seluruh Indonesia, termasuk peningkatan keterampilan mahasiswa, kualitas pengajaran, serta kerja sama dengan dunia industri. “Kami ingin memastikan setiap program studi teknik memiliki daya saing tinggi dan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Sosialisasi yang diadakan di Kota Padang ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa perguruan tinggi, seperti di Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan teknik. “Ini merupakan langkah awal menuju standardisasi yang lebih tinggi, sekaligus membangun kolaborasi antar institusi pendidikan,” kata Syukri. Ia berharap bahwa lembaga seperti LAM Teknik PII dapat menjadi mitra strategis dalam mendorong perkembangan pendidikan tinggi teknik di Indonesia.

Dalam keseluruhan acara, peserta diskusi sepakat bahwa pendidikan teknik harus menjadi pilar utama dalam menciptakan kemajuan bangsa. “Dengan penguatan program studi, kami berharap lulusan teknik mampu berkontribusi nyata dalam inovasi, pembangunan, serta peradaban,” pungkas Syukri. Sementara itu, Gizan menegaskan bahwa akreditasi akan terus menjadi alat penting untuk menilai dan memperbaiki kualitas pendidikan. “Target utama adalah terciptanya sistem yang mampu menghasilkan insinyur yang tangguh, adaptif, dan berwawasan luas,” jelasnya.

READ  Key Discussion: Program makan bergizi di Jambi sentuh 446.087 penerima manfaat

Kemitraan dan Perkembangan Masa Depan

Kemitraan antara UNAND dan LAM Teknik PII diperkuat dalam upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kualitas pendidikan. “Kami yakin kolaborasi ini akan memberikan dampak positif pada