Key Issue: Pengamat: Piala dunia ajang perkuat eksistensi TVRI-RRI dan ANTARA

Pengamat: Piala Dunia Jadi Peluang Besar untuk Memperkuat Eksistensi TVRI, RRI, dan ANTARA

Strategi LPP dalam Menghadapi Era Digital

Key Issue – Tanjungpinang, Kepri — Sebagai pengamat sepak bola nasional, Mohammad Kusnaeni menilai siaran langsung Piala Dunia 2026 bisa menjadi momen penting untuk meningkatkan peran lembaga penyiaran publik (LPP) TVRI, RRI, serta LKBN ANTARA dalam masyarakat. Dalam dialog bersama RRI Tanjungpinang, ia menyatakan bahwa di tengah era transformasi digital, masyarakat semakin terbiasa dengan berbagai platform media sosial, yang menimbulkan tantangan baru bagi LPP dalam mempertahankan daya tarik.

“Siaran Piala Dunia yang hanya eksklusif di TVRI, didukung oleh RRI dan ANTARA, diharapkan membuat masyarakat kembali mengakui kehadiran LPP dalam menyampaikan informasi hingga edukasi ke publik,” ujarnya.

Kusnaeni menekankan bahwa dalam dunia digital, konsumen memiliki akses luas ke berbagai sumber berita dan hiburan, sehingga LPP harus lebih kreatif dalam mengemas konten. Ia menyoroti bahwa melalui siaran Piala Dunia, LPP bisa memperkenalkan nilai-nilai yang lebih dari sekadar pertandingan, seperti persahabatan, persatuan, dan perjuangan melawan rasisme.

TVRI sebagai Pemegang Hak Siar Resmi

Kusnaeni juga memuji peran pemerintah Indonesia melalui TVRI sebagai penyiar resmi Piala Dunia 2026. Ia menjelaskan bahwa pilihan ini memberi manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam akses gratis terhadap pertandingan sepak bola terbesar sejagat. “Ini adalah langkah strategis karena masyarakat bisa menikmati siaran besar tanpa bayaran,” kata pria yang kerap disapa Bung Kus.

READ  Special Plan: BYD naikkan harga fitur ADAS karena biaya chip memori melonjak

Dalam era di mana iklan dan berbayar menjadi kebiasaan, TVRI membawa keseimbangan dengan menyediakan tontonan berkualitas secara gratis. Kusnaeni menilai hal ini bisa meningkatkan kredibilitas LPP sebagai mitra yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat, terutama dalam konteks pendidikan dan informasi olahraga.

“Sepak bola bukan hanya hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan nilai-nilai seperti persatuan dan anti-rasisme. Maka, siaran Piala Dunia harus menyisipkan aspek edukatif,” lanjutnya.

Kusnaeni menyarankan bahwa TVRI, RRI, dan ANTARA perlu bekerja sama lebih erat dalam menyajikan konten yang menyeluruh. Ia berharap kolaborasi ini menciptakan kekuatan sinergi, sehingga masyarakat Indonesia tidak hanya mendapat tontonan, tetapi juga wawasan tentang dampak olahraga terhadap kehidupan sehari-hari.

Konten Edukatif dan Manfaat Sosial

Dalam wawancara, Kusnaeni menekankan pentingnya mengemas siaran Piala Dunia dengan pesan edukatif. Ia mengatakan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki peran besar dalam memperkuat rasa nasionalisme dan kebersamaan. “Melalui siaran ini, masyarakat bisa belajar tentang semangat persatuan sekaligus menjadi lebih peduli pada isu-isu sosial seperti rasisme,” paparnya.

Kusnaeni juga menyoroti bahwa olahraga memiliki dampak positif terhadap kesehatan. Ia menilai jika masyarakat lebih mencintai olahraga, maka akan meningkatkan partisipasi dalam program kesehatan seperti BPJS Kesehatan. “Piala Dunia bisa menjadi ajang untuk mendorong gaya hidup sehat di masyarakat,” tambahnya.

“Selain itu, event ini juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan budaya lokal melalui promosi produk serta kegiatan seputar olahraga,” jelas Kusnaeni.

Menurutnya, tontonan Piala Dunia melalui TVRI, RRI, dan ANTARA bisa menjadi sarana untuk membangun kesadaran publik tentang keunggulan konten lokal. Dengan edukasi yang diberikan, masyarakat tidak hanya terhibur, tetapi juga terbuka pada berbagai aspek kehidupan, seperti keberagaman dan perdamaian.

READ  Special Plan: Perusahaan China perdalam kerja sama ekosistem lintas perbatasan

Kontribusi Piala Dunia terhadap Ekonomi dan Budaya

Kusnaeni menambahkan bahwa Piala Dunia 2026, yang akan diadakan dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, memiliki potensi untuk membangkitkan ekonomi serta budaya masyarakat Indonesia. Ia berharap kehadiran LPP dalam penyiaran event ini bisa mendorong pertumbuhan industri hiburan, kreatif, dan pariwisata lokal.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung peran TVRI, RRI, dan ANTARA dalam menghadirkan siaran yang berkualitas. “Kita perlu bersama-sama menjadikan tiga LPP ini sebagai pilihan utama dalam menonton Piala Dunia, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat maksimal dari event besar ini,” ujarnya.

“Termasuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sepak bola dan olahraga secara umum, karena olahraga mampu membentuk kebiasaan sehat dan meningkatkan kualitas hidup,” tutup Bung Kus.

Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi ajang sejarah dengan jumlah pertandingan mencapai 104. Dengan berbagai kota tuan rumah yang menyebar di tiga negara, event ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya, keunggulan infrastruktur, serta semangat kerja sama internasional. Kusnaeni menegaskan bahwa siaran langsung melalui TVRI, RRI, dan ANTARA akan menjadi jembatan antara dunia digital dengan nilai-nilai tradisional, yang bisa menjadi kekuatan bagi keberlanjutan LPP di masa depan.

Menurut analisisnya, kehadiran LPP dalam penyiaran Piala Dunia bisa menjadi model dalam menghadapi persaingan media yang semakin ketat. Dengan menawarkan konten yang informatif dan edukatif, TVRI, RRI, dan ANTARA dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam menyediakan layanan yang relevan. Kusnaeni berharap, melalui siaran ini, LPP bisa membangun kepercayaan publik dan memperkuat peran mereka sebagai mitra pemerintah serta penyebab inspirasi bagi generasi muda.

READ  Bhayangkara ambil hikmah dari kekalahan kandang lawan Persib

Kemitraan yang Menyeluruh untuk Masa Depan

Kusnaeni menyarankan bahwa LPP perlu menghadirkan berbagai bentuk kreativitas, seperti liputan olahraga dari perspektif lokal, analisis kesehatan, dan edukasi tentang dampak olahraga terhadap ekonomi. “Kita bisa memanfaatkan momen ini untuk mengembangkan konten yang tidak hanya menonton, tetapi juga menambah wawasan,” katanya.

Dengan strategi yang tepat, siaran Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi pelajaran tentang pentingnya kolaborasi antar LPP. Ia menyatakan bahwa melalui sinergi TVRI, RRI, dan ANTARA, masyarakat Indonesia akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap, mulai dari penggalangan kegembiraan sebelum dan sesudah event, hingga edukasi tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kemajuan budaya.

Kusnaeni optimis bahwa dengan ekosistem penyiaran yang terpadu, masyarakat akan lebih memilih platform LPP dalam mengakses berita dan hiburan. Ia menilai