May Day Bandung ricuh – Polisi tangkap terduga pelaku anarkis

May Day Bandung ricuh, Polisi tangkap terduga pelaku anarkis

Kota Bandung – Kericuhan terjadi dalam perayaan Hari Buruh Internasional

May Day Bandung ricuh – Bandung, Jumat – Dalam perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang berlangsung di Kota Bandung, kepolisian setempat berhasil mengamankan beberapa individu yang diduga terlibat dalam aksi anarkis setelah terjadi kekacauan. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan bahwa penangkapan dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. “Ada (yang ditangkap). Ya kami belum bisa memberikan detail siapa-siapa yang diamankan, barang bukti dan perbuatan lainnya,” kata Rudi.

Menurut Irjen Pol Rudi Setiawan, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, pihak kepolisian tengah melakukan penegakan hukum terhadap kelompok yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut. Ia menambahkan bahwa identitas para tersangka, barang bukti, serta perbuatan mereka masih dalam proses penyelidikan.

Kericuhan terjadi di kawasan Jalan Tamansari hingga Cikapayang, yang mencakup pembakaran lampu lalu lintas, merusak kamera pengawas (CCTV), serta menghancurkan pos polisi, videotron, dan kios-kios di sekitar area tersebut. Situasi menjadi lebih memburuk saat aksi perusakan menyebar ke wilayah-wilayah strategis, mengakibatkan kerugian hampir mencapai ratusan juta rupiah. Rudi menyatakan bahwa kelompok yang mengenakan pakaian hitam gelap tersebut tidak memiliki hubungan dengan aksi penyampaian pendapat, melainkan secara langsung melakukan tindakan merusak yang dianggap sebagai bentuk kejahatan.

READ  Meeting Results: ORI dan MBPH Muhammadiyah sepakat bentuk program Sahabat Ombudsman

Deteksi awal bukti keterlibatan pelaku

Kapolda menyebut bahwa aparat kepolisian telah mengumpulkan beberapa bukti awal yang mengarah pada keterlibatan para tersangka. Bukti-bukti ini akan menjadi dasar untuk memproses hukum lebih lanjut. Ia menjelaskan, kericuhan dimulai pada sore hari dan berlangsung hingga malam, dengan sejumlah warga serta peserta aksi turut terlibat dalam kerusuhan.

“Ini adalah perbuatan kriminal dan kami berkewajiban melindungi masyarakat,” ujarnya. Kapolda menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami motif dari kelompok yang terlibat. Yang jelas, ini bukan sekadar aksi demonstrasi, melainkan tindakan merusak yang sengaja dilakukan untuk menciptakan kekacauan di Kota Bandung.

Dalam perayaan May Day, warga Bandung biasanya turut serta dalam aksi penyampaian aspirasi, terutama di kawasan sentral seperti Jalan Tamansari. Namun, pada hari itu, sejumlah kelompok yang diduga bersifat anarkis memulai aksi tidak terduga, menyerang fasilitas umum dan mengganggu kegiatan normal. Polisi mengungkapkan bahwa perusakan tersebut tidak hanya berupa pengerusakan fisik, tetapi juga mencakup penghancuran simbol-simbol pemerintah, termasuk video display serta kios-kios di sekitar area perayaan.

Perkembangan penyelidikan dan dugaan keterlibatan

Sebanyak 15 orang telah diamankan, termasuk beberapa anggota kelompok yang berpakaian hitam gelap. Mereka dituduh melakukan kerusakan terhadap sejumlah fasilitas publik, termasuk lampu lalu lintas, kamera pengawas (CCTV), dan pos polisi. Rudi mengatakan bahwa penyelidikan terhadap latar belakang dan tujuan aksi ini masih berlangsung, dengan kepolisian mengejar informasi lebih lanjut tentang identitas pelaku dan peran mereka dalam kekacauan.

Kapolda menegaskan bahwa keterlibatan kelompok tersebut tidak berkaitan dengan penyampaian aspirasi, melainkan murni melakukan perusakan yang mengarah pada tindak kriminal. “Kami masih mendalami motifnya. Yang jelas ini bukan aksi penyampaian pendapat, yang ada pengerusakan,” kata Rudi.

Pasca-kejadian, warga Bandung mengeluhkan kerusakan yang terjadi di sejumlah titik. Menurut saksi mata, aksi perusakan terjadi secara spontan, dengan pelaku yang berpakaian hitam gelap menyerang fasilitas umum tanpa pemberitahuan sebelumnya. Situasi memanas saat para pelaku menyebarkan kekacauan, mengakibatkan kepanikan di antara peserta aksi dan warga setempat. Polisi juga menyebutkan bahwa beberapa orang telah melarikan diri, sehingga proses identifikasi para tersangka sedang diintensifkan.

READ  What Happened During: Menhub sebut insiden kereta di Bekasi Timur jadi pelajaran penting

Kebijakan polisi dalam menangani kericuhan

Kapolda Jawa Barat mengungkap