Important Visit: PH asal Korea akan bawa film horor Indonesia ke festival film Cannes

PH Korea Akan Memperkenalkan Film Horor Indonesia di Festival Cannes

Important Visit – Dalam upaya memperkuat kehadirannya di industri perfilman global, perusahaan produksi Korea, Barunson E&A, resmi terlibat dalam proyek film “Zona Merah: Dead City,” yang merupakan adaptasi dari serial populer Indonesia. Film ini dibuat oleh Screenplay Films dan akan diperkenalkan ke Festival Cannes melalui Cannes Marché, sebuah pameran pasar film internasional. Pengumuman ini diungkapkan oleh The Hollywood Reporter pada Rabu (29/4), yang menyebutkan bahwa Barunson E&A akan menangani penjualan film secara internasional serta menghadirkan karya tersebut di ajang bergengsi tersebut.

Perkembangan Genre Film Indonesia yang Global

CEO Barunson E&A, Yoonhee Choi, dalam pernyataannya, mengungkapkan bahwa “Lanskap genre di Indonesia sedang mengalami perubahan signifikan. Penonton semakin terbuka terhadap bentuk cerita yang beragam, sementara kreator lokal terus mendorong batas kreativitas. Karya-karya dari pasar ini kini mampu menjangkau audiens internasional dengan resonansi yang kuat.” Hal ini menunjukkan minat Barunson E&A untuk memperluas pengaruh film-film Indonesia ke luar negeri, terutama di genre horor yang semakin populer.

“Lanskap genre di Indonesia berada pada titik perubahan, penonton semakin berani, para kreator mendorong batasan, dan cerita-cerita dari pasar ini semakin beresonansi secara global,” kata CEO Barunson E&A, Yoonhee Choi.

Serial “Zona Merah” yang menjadi dasar film ini pertama kali ditayangkan di Vidio, platform streaming yang merupakan bagian dari Emtek Group. Vidio, yang telah menjadi layanan lokal terkemuka, melaporkan bahwa serial tersebut menarik perhatian lebih dari 34 juta penonton dan meningkatkan jumlah pelanggan baru secara signifikan. Sebagai serial yang sukses, “Zona Merah” dianggap sebagai contoh bagus bagaimana cerita lokal mampu menciptakan koneksi yang kuat dengan penonton, melebihi batasan format tradisional.

READ  Important Visit: Presiden Prabowo hadiri resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju

Strategi Barunson E&A di Pasar Asia Tenggara

Kemitraan dengan Screenplay Films adalah bagian dari upaya Barunson E&A untuk mengumpulkan karya-karya genre yang laris di Asia Tenggara. Perusahaan ini sedang bergerak cepat untuk membangun portofolio film yang berkelanjutan, baik dari segi komersial maupun kreativitas. Dalam konteks ini, “Zona Merah: Dead City” dianggap sebagai langkah strategis yang alami, mengingat popularitas serial aslinya dan keterlibatan Barunson dalam memperkenalkan karya horor Indonesia ke dunia internasional.

CEO Screenplay Films, Wicky V. Olindo, menambahkan bahwa “Zona Merah menunjukkan kepada kami potensi besar ketika sebuah cerita mampu terhubung secara mendalam dengan penontonnya. Perkembangan dari serial ke film adalah proses yang logis, karena masyarakat semakin menantikan kisah-kisah yang lebih mendalam dan menarik secara visual.” Dengan adaptasi ini, Barunson E&A berharap memperkuat posisi Indonesia dalam industri film horor global.

Potensi Karya Barunson di Asia Tenggara

Barunson E&A juga sedang mengembangkan kolaborasi dengan beberapa produser besar di Indonesia, seperti Come and See Pictures, yang merupakan bendera dari sutradara ternama Joko Anwar. Pada tahun lalu, perusahaan ini menandatangani perjanjian penjualan eksklusif selama dua tahun dengan Come and See Pictures, sebagai bagian dari strategi memperluas pasar mereka di kawasan tersebut. Selain itu, Barunson telah memperoleh hak remake internasional untuk karya-karya sukses dari produser lokal Imajinari.

Di sisi lain, Barunson E&A juga melibatkan sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun dalam proyek film “Inherit,” yang merupakan film fitur pertamanya dalam lima tahun. Film ini diharapkan mampu memperkenalkan kembali Banjong ke industri film global, setelah sebelumnya dikenal karena karya-karyanya seperti “Shutter” dan “Pee Mak.” Dengan menambahkan “Inherit” ke lineup Cannes, Barunson menunjukkan komitmennya untuk menampilkan karya-karya horor dari berbagai negara Asia Tenggara secara bersamaan.

“Lanskap genre di Indonesia berada pada titik perubahan, penonton semakin berani, para kreator mendorong batasan, dan cerita-cerita dari pasar ini semakin beresonansi secara global,” kata CEO Barunson E&A, Yoonhee Choi.

Keberhasilan Barunson dalam menggarap film horor seperti “Inherit” dan “Zona Merah: Dead City” memperkuat kredibilitasnya di industri internasional. Selain itu, perusahaan ini dikenal karena kontribusinya terhadap karya-karya pemenang Oscar, khususnya film “Parasite” karya Bong Joon Ho. Kehadiran Barunson E&A di Cannes menandai langkah penting untuk mengakui kekuatan pasar Asia Tenggara dalam menghasilkan karya-karya yang relevan dan berpengaruh.

READ  Topics Covered: NewJeans diperkirakan tampil dengan 3 anggota pada comeback mendatang

Analisis Kemitraan dan Dampaknya

Kemitraan antara Barunson E&A dan Screenplay Films menimbulkan perhatian besar di industri perfilman. Kemitraan ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global, tetapi juga membuka peluang untuk karya-karya lokal lebih dikenal di luar negeri. Dengan mendatangkan film horor Indonesia ke Cannes, Barunson berharap menginspirasi produser lain untuk mengeksplorasi potensi genre tersebut.

Sementara itu, keberhasilan “Zona Merah” di platform Vidio menjadi bukti bahwa konten lokal mampu menarik perhatian jutaan penonton. Jumlah penonton yang mencapai 34 juta menggambarkan popularitas serial tersebut, yang berdampak signifikan pada peningkatan loyalitas pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa industri film Indonesia semakin mampu bersaing di tingkat internasional, terutama melalui genre horor yang menawarkan cerita yang menarik dan visual yang kreatif.

Barunson E&A juga sedang menjajaki kolaborasi dengan produser lain, termasuk Visinema Pictures, Base Entertainment, dan Rapi Films. Dengan menggandeng berbagai pihak, perusahaan ini berusaha membangun ekosistem produksi yang lebih luas dan beragam. Sementara itu, “Inherit” dari Banjong Pisanthanakun menjadi pilihan strategis untuk menunjukkan keberagaman dan kualitas karya horor dari Asia Tenggara.

Dengan menghadirkan film-film dari berbagai negara ke Festival Cannes, Barunson E&A berperan sebagai jembatan antara pasar lokal dan internasional. Proyek ini bukan hanya menguntungkan untuk Indonesia, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para kreator dari negara-negara lain untuk memperkenalkan karya mereka ke panggung terbesar. Masa depan industri perfilman Asia Tenggara terus berkembang, dan kolaborasi seperti ini diharapkan mampu menjadi batu loncatan bagi karya-karya lebih besar yang akan datang.