Key Discussion: Kemkomdigi dan Roblox siap bertemu bahas kepatuhan PP Tunas pada Kamis
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Roblox Bertemu Bahas Kepatuhan PP Tunas
Key Discussion menjadi tema utama pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/4) antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dengan platform game Roblox. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan Roblox terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak dalam Sistem Elektronik (PP Tunas). Menteri Meutya Hafid, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/4), menyampaikan bahwa tim Kemkominfo akan mendiskusikan rincian kepatuhan Roblox selama dua hari ke depan. “Key Discussion ini akan membuka ruang dialog antara pemerintah dan Roblox untuk memastikan semua aspek regulasi dipenuhi,” terang Meutya.
Status Pemenuhan PP Tunas oleh Roblox Masih Parsial
Sampai 28 April 2026, Kemkominfo masih menilai bahwa Roblox belum sepenuhnya memenuhi persyaratan PP Tunas. Platform game asal Amerika Serikat ini telah melakukan beberapa penyesuaian, tetapi pemerintah menegaskan bahwa Key Discussion pada Kamis akan menjadi kesempatan untuk meninjau kembali kepatuhan penuh terhadap regulasi tersebut. Meutya menjelaskan bahwa Meskipun Roblox telah menambahkan fitur seperti pembatasan usia, kebijakan ini dinilai belum cukup efektif untuk melindungi anak-anak dari risiko komunikasi dengan pihak yang tidak dikenal.
“Kami masih menunggu rencana aksi lebih konkrit dari Roblox, agar Key Discussion bisa menghasilkan kesepakatan yang jelas dan berkelanjutan,” kata Meutya dalam konferensi persnya. Pemerintah menginginkan tindakan yang lebih ketat dalam mengatur akses anak-anak ke konten digital, termasuk penggunaan fitur interaksi antar pengguna.
Langkah Roblox dalam Membatasi Akses Anak
Sebelumnya, Roblox telah meluncurkan dua fitur baru, yaitu Roblox Kids dan Roblox Select, sebagai upaya membatasi akses anak-anak ke konten yang berpotensi berdampak negatif. Roblox Kids dirancang untuk pengguna usia 5-12 tahun, sementara Roblox Select ditujukan bagi pengguna 13-15 tahun. Key Discussion pada Kamis akan menjadi wadah untuk mengevaluasi efektivitas fitur-fitur ini dalam memenuhi standar PP Tunas.
Dalam Key Discussion tersebut, pihak Kemkominfo akan meninjau kembali strategi Roblox dalam mengontrol interaksi pengguna. Meski fitur pembatasan usia dianggap sebagai langkah awal, Meutya mengingatkan bahwa anak-anak di bawah usia tertentu masih bisa berkomunikasi dengan pengguna dewasa atau orang yang tidak dikenal. “Ini menjadi tantangan utama dalam implementasi PP Tunas, sehingga Key Discussion perlu dilakukan secara mendalam,” jelasnya.
Harapan untuk Kesepakatan dan Tindakan Nyata
Kemkominfo berharap Key Discussion dengan Roblox bisa menghasilkan keputusan yang konkret, termasuk pengaturan batasan waktu akses dan penggunaan konten. Platform game tersebut juga diminta untuk menambahkan mekanisme pelaporan kecelakaan digital serta langkah-langkah pengawasan terhadap interaksi antar pengguna. Meutya menekankan bahwa Key Discussion ini merupakan langkah penting untuk memastikan anak-anak Indonesia terlindungi secara maksimal dalam lingkungan digital.
Meski ada progres dari Roblox, pemerintah masih menunggu langkah lebih jauh. Dalam Key Discussion yang dijadwalkan, Kemkominfo akan mengevaluasi keterlibatan anak-anak dalam sistem elektronik, termasuk penggunaan akun, konten, dan fitur interaktif. “Kami yakin dengan Key Discussion ini, Roblox bisa memberikan penjelasan yang lebih jelas dan solusi yang lebih terukur,” tambah Meutya. Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan kenyamanan pengguna dengan perlindungan anak.
Proses Verifikasi dan Keterlibatan Pihak Ketiga
Pertemuan Key Discussion pada Kamis akan melibatkan tim teknis dari Kemkominfo serta pihak Roblox. Selain itu, pemerintah juga berharap para orang tua dan pengguna digital lainnya bisa menjadi bagian dari diskusi untuk memastikan kebijakan ini lebih efektif. “Kami ingin Key Discussion ini menjadi titik awal dari kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat,” jelas Meutya. Proses verifikasi teknologi usia serta pengendalian konten akan menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut.
Key Discussion juga akan membahas kemungkinan penerapan pengawasan lebih ketat terhadap fitur yang memungkinkan anak berinteraksi dengan pengguna dewasa. Hal ini dianggap penting untuk meminimalkan risiko paparan informasi yang tidak sesuai dengan usia anak-anak. Meutya berharap, setelah Key Discussion selesai, Roblox dapat mengungkapkan rencana aksi yang lebih rinci dan berkomitmen pada pelaksanaan PP Tunas secara utuh.
