KDMP Belum Beroperasi, tetapi Besinya Sudah Dicuri
Pesonatropis.com – BANTUL – Dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian logam dari proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, berhasil ditangkap oleh warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/7) pagi hari, saat kondisi di lokasi masih sepi. Pelaku diketahui berusaha membawa sejumlah logam menggunakan sepeda motor, sehingga aksinya terpantau oleh masyarakat sekitar.
Kasus Pencurian Terungkap
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa aksi pencurian dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB. “Kedua terduga pelaku ditangkap setelah warga menyadari adanya logam yang dibawa dari lokasi proyek,” ujar dia. Menurut informasi yang dihimpun, pelaku tidak hanya mengambil logam tetapi juga mengangkutnya secara tersembunyi, sehingga membuat warga segera mengambil tindakan.
“Kedua pelaku mengakui bahwa logam yang mereka bawa berasal dari proyek pembangunan KDMP,” ujar Iptu Rita. Hal ini terungkap setelah warga menanyakan asal muasal barang tersebut. Keduanya sempat menunjukkan barang bukti dan mengatakan bahwa aksi mereka dilakukan tanpa diduga.
Proyek KDMP sendiri masih dalam tahap persiapan. Meski belum beroperasi secara penuh, sejumlah material logam telah dibawa oleh pelaku. Proyek ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sekitar melalui pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya atau fasilitas umum. Namun, aksi pencurian ini justru mengganggu rencana tersebut.
Detektif Warga Menjadi Pahlawan
Kebiasaan warga Desa Guwosari untuk mengawasi lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam penangkapan pelaku. “Kita sering melakukan patroli pagi hari, karena saat itu lokasi masih sepi,” kata salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Karena kurangnya pengawasan, pelaku memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengambil logam.
Pelaku yang berinisial RP (18) dan JA (19), warga Kota Yogyakarta, berusaha mengelabui masyarakat dengan menyembunyikan barang curian. Namun, keberhasilan mengungkap kasus ini tergantung pada kejelian warga yang mengamati aksi mereka. “Kita langsung menghentikan mereka dan menanyakan apa yang mereka bawa,” tutur warga lainnya.
Kapolres Bantul mengatakan bahwa polisi sedang mengejar lebih banyak petunjuk untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam aksi tersebut. “Kami masih memeriksa kemungkinan keterlibatan orang-orang yang tidak terlihat, karena aksi pencurian ini tampak terencana,” jelas dia. Selain itu, polisi juga menelusuri motif pelaku, apakah untuk kebutuhan pribadi atau keuntungan ekonomi.
Proses Penyelidikan Masih Berlangsung
Sementara itu, pihak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengungkapkan bahwa material logam yang dicuri merupakan bagian dari persiapan proyek. “Kami sudah membeli logam tersebut untuk keperluan konstruksi, tapi belum sempat digunakan,” kata seorang perwakilan KDMP. Ia menambahkan bahwa kejadian ini mengganggu rencana penggunaan dana yang dialokasikan untuk pembangunan desa.
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan beberapa petunjuk yang menunjukkan bahwa pelaku mungkin telah melakukan pencurian sebelumnya. “Logam yang diambil tergolong besar, sehingga kami menduga ada rencana lebih lanjut,” ujar Iptu Rita. Sejumlah barang bukti, seperti sepeda motor dan logam yang berhasil disita, kini menjadi bukti utama dalam kasus ini.
Peristiwa ini juga memicu warga untuk lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar proyek. “Kami akan terus mengawasi proyek ini agar tidak ada lagi kejadian serupa,” kata salah satu warga. Ia berharap aksi pencurian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya
KDMP sendiri merupakan salah satu inisiatif pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengelolaan sumber daya lokal. Meski proyek ini belum berjalan secara penuh, kejadian pencurian menunjukkan bahwa ada pihak yang belum puas dengan kontribusi desa terhadap pembangunan.
Dalam beberapa hari terakhir, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan menemukan beberapa bukti penting. “Kami sedang menunggu hasil investigasi lebih lanjut untuk memastikan apakah ada pelaku tambahan,” ujar Iptu Rita. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengawasi proyek dan melaporkan kejadian mencurigakan secepat mungkin.
Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa pengawasan harus terus dilakukan, terlepas dari apakah proyek sudah beroperasi atau belum. “KDMP masih dalam tahap awal, tetapi sudah ada yang mencuri,” ujar perwakilan desa. Dengan penangkapan ini, diharapkan proyek bisa berjalan lebih lancar dan masyarakat kembali percaya terhadap program pemerintah desa.
Reporter :M. Sukron Fitriansyah Redaktur :Januardi Husin Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja diGoogle News

