Pencurian Mesin Pompa Air Milik KNMP Terungkap, Pelaku Ditangkap Saat Berjaga-jaga
Pesonatropis.com – Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul – Petugas kepolisian akhirnya mengamankan dua individu yang diduga melakukan pencurian empat unit mesin pompa air dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Poncosari. Kejadian tersebut terjadi saat pihak setempat sedang mempersiapkan acara penyambutan tamu dari kementerian. Setelah dilakukan investigasi, pelaku ditemukan berpura-pura menunggu di dekat pendopo, sebelum akhirnya diamankan tanpa perlawanan.
Penyebab Kehilangan Terungkap
Menurut Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kehilangan fasilitas umum tersebut baru diketahui ketika pelapor tiba di lokasi. “Sesaat setelah pihak yang melaporkan hadir di komplek KNMP untuk memastikan keadaan sebelum tamu resmi tiba, terlihat empat mesin pompa air hilang dari tempatnya,” jelasnya, Jumat (26/6). Kehilangan ini langsung dilaporkan ke pihak berwenang, memicu operasi penyelidikan yang berjalan cepat.
“Sesaat setelah pelapor tiba di lokasi untuk mempersiapkan penyambutan tamu dari kementerian, dirinya mendapati empat unit pompa air di komplek tersebut hilang,” ujarnya, Jumat (26/6).
Dalam proses penyelidikan, polisi berhasil menemukan dua pelaku yang diberi inisial AR (37) dan FEP (31). Kedua individu ini diduga telah membawa kabur mesin pompa air sebelum ditangkap. Proses identifikasi dimulai dari keterangan saksi dan rekaman CCTV yang menunjukkan aktivitas mencurigakan di sekitar KNMP.
Penangkapan Pelaku Pertama
Menurut Rita, pelaku pertama, AR, berhasil diidentifikasi saat sedang berjaga-jaga di depan Pendopo Pandansimo. “Kami berhasil mengidentifikasi pelaku pertama AR saat sedang menongkrong di depan Pendopo Pandansimo,” katanya. Pemangkapan ini dilakukan setelah petugas mengetahui keberadaan AR yang terlihat mencurigakan. Meski tidak ada perlawanan, AR langsung dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penangkapan Pelaku Kedua
Sementara itu, pelaku kedua, FEP, ditangkap di tempat kerjanya di Poncosari. Proses penangkapan ini berlangsung setelah polisi menerima informasi dari warga setempat bahwa FEP sering mengunjungi KNMP dengan alasan tertentu. “Setelah memeriksa lokasi kerja FEP, kami menemukan barang bukti dan memastikan identitasnya,” tambah Rita. Dengan dua pelaku dalam tahanan, penyelidikan dapat berjalan lebih efektif.
Kehilangan mesin pompa air di KNMP dianggap sebagai kasus yang cukup serius karena mengganggu fungsi fasilitas umum yang digunakan warga sekitar. Pompa air menjadi bagian penting dalam pengairan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Setelah kejadian, pihak kepolisian melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada kerugian lebih besar.
Rita menuturkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. “Kami sedang mempelajari seluruh bukti dan mungkin akan menambah jumlah pelaku jika ditemukan keterlibatan lebih lanjut,” jelasnya. Selain itu, polisi juga berencana mengidentifikasi apakah ada motif khusus di balik tindakan pencurian ini. “Kami ingin memahami apakah ini terkait dengan kebutuhan ekonomi pelaku atau tindakan terencana,” tambah Rita.
“Kami berhasil mengidentifikasi pelaku pertama AR saat sedang menongkrong di depan Pendopo Pandansimo,” ujarnya.
Dalam penyelidikan, petugas menemukan beberapa bukti yang mengarah pada kedua pelaku. Misalnya, AR dianggap sebagai otak dari aksi pencurian, sedangkan FEP ditemukan membantu dalam mengangkut barang-barang yang dibawa kabur. “Dari rekaman CCTV dan keterangan saksi, terbukti AR dan FEP bekerja sama dalam menghilangkan mesin pompa air tersebut,” kata Rita. Proses pemeriksaan juga menemukan alat-alat yang digunakan untuk mengubur barang bukti di dekat lokasi kejadian.
Kepolisian Bantul memastikan bahwa kasus ini tidak hanya mencuri mesin pompa air, tetapi juga mengganggu kegiatan warga yang mengandalkan fasilitas tersebut. “Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga barang-barang yang berada di area publik,” ujar Rita. Ia juga meminta warga sekitar untuk melaporkan kejanggalan jika ditemukan.
Setelah ditangkap, pelaku AR dan FEP akan diperiksa lebih lanjut untuk memperoleh keterangan terkait kronologi kejadian. Polisi juga sedang memburu barang-barang yang hilang, termasuk mesin pompa air yang telah dibawa kabur. “Kami berusaha menemukan semua unit mesin pompa air yang hilang dan mengembalikannya ke pemilik,” terang Rita. Dalam waktu dekat, investigasi akan ditutup dan pelaku akan diproses secara hukum.
Kasus ini menjadi sorotan di wilayah Bantul karena menyangkut fasilitas umum yang digunakan masyarakat. KNMP, yang merupakan kampung nelayan, membutuhkan pompa air untuk kegiatan harian. Kehilangan empat unit pompa air dianggap sebagai ancaman serius terhadap layanan kebutuhan warga. “Kami berharap masyarakat lebih waspada dan mengawasi lingkungan sekitar,” imbuh Rita.
Dalam upaya mencegah tindakan serupa, polisi telah mengimbau warga untuk meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang berharga di area terbuka. “Selain itu, kami juga akan meningkatkan patroli di sekitar KNMP untuk mencegah pencurian kembali,” jelasnya. Dengan penangkapan dua pelaku, kasus ini dianggap sebagai keberhasilan awal dalam penegakan hukum di Bantul.
Konten ini berasal dari jogja.jpnn.com, dengan kontribusi dari Redaktur Januardi Husin dan Reporter M. Sukron Fitriansyah. Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News.

