Sekitar 10 Massa Aksi Indonesia Sekarat Ditangkap, 4 Orang Teridentifikasi
Surabaya, Jumat (26/6)
Sekitar 10 Massa Aksi Indonesia Sekarat – Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir, menyatakan bahwa dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6), sekitar 10 peserta aksi Indonesia Sekarat diduga diamankan oleh aparat kepolisian. Hingga saat ini, tim KontraS hanya mampu mengidentifikasi empat orang yang terlibat dalam penangkapan tersebut. “Dari pengawasan yang dilakukan oleh tim kami, jumlah peserta aksi yang masuk data hampir mencapai 10 orang, tetapi nama-nama yang terungkap baru sebanyak empat,” ujarnya.
“Berdasarkan pemantauan yang kami lakukan, yang sudah masuk data hampir 10 orang, tetapi yang baru berdata nama-nama sekitar empat orang,” kata Fatkhul.
Dari empat orang yang telah teridentifikasi, dua di antaranya adalah mahasiswa, sementara dua lainnya merupakan pekerja informal. Salah satu pekerja informal tersebut bekerja di sebuah warung kopi yang terletak di kawasan Jalan Kidal, Surabaya. Meski demikian, Fatkhul mengatakan bahwa hingga kini pihaknya belum memahami dasar hukum yang digunakan dalam penangkapan tersebut. “Ini yang belum kami ketahui, mereka dasar ditangkap hari ini apa. Kami masih mencoba melakukan pemantauan,” tambahnya.
Menurut informasi yang diperoleh, para peserta aksi yang diamankan saat ini masih berada di sekitar kawasan Gedung Grahadi. Tidak ada indikasi bahwa mereka telah dipindahkan ke Polrestabes Surabaya. “Dari pemantauan sementara, mereka masih berada di Grahadi, sepertinya belum bergeser ke Polrestabes. Kami masih menunggu pengaduan dari teman-teman yang lain supaya jelas siapa saja yang nanti akan kami dampingi,” jelasnya.
“Sementara dari pemantauan masih berada di Grahadi, sepertinya belum bergeser ke Polrestabes. Kami masih menunggu pengaduan dari teman-teman yang lain supaya jelas siapa saja yang nanti akan kami dampingi,” katanya.
Proses pendampingan hukum oleh KontraS masih dalam tahap awal, karena tim masih fokus pada pendataan identitas peserta aksi yang diamankan. Fatkhul menyebutkan bahwa selama ini, organisasi mereka aktif menangani kasus-kasus serupa, termasuk penangkapan akibat demonstrasi yang dianggap menimbulkan ketegangan. “Kami sedang mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai alasan penangkapan ini. Jika dibutuhkan bantuan hukum, kami siap mendampingi mereka,” terangnya.
Dalam rangkaian aksi yang berlangsung di Gedung Grahadi, peserta demonstrasi diduga menggunakan beberapa strategi untuk menyampaikan aspirasi. Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian protes yang memperlihatkan keberagaman partisipan, mulai dari pelajar hingga warga umum. Meski begitu, Fatkhul mengungkapkan bahwa pengawasan terhadap peserta aksi tetap dilakukan secara intensif, terutama setelah terjadi penangkapan. “Kami akan terus memantau keberadaan peserta aksi lainnya, serta mengumpulkan bukti-bukti yang relevan untuk mendukung proses pendampingan hukum,” lanjutnya.
“Jika dibutuhkan bantuan hukum, kami dari KontraS siap mendampingi teman-teman yang hari ini ditangkap pihak kepolisian,” ujarnya.
Menurut Fatkhul, pendampingan hukum tidak hanya melibatkan identifikasi individu, tetapi juga pengelolaan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan. Dalam kasus ini, tim masih menunggu laporan dari keluarga atau rekan-rekan peserta aksi untuk memperjelas peran masing-masing individu yang terlibat. “Kami juga sedang berkoordinasi dengan organisasi-organisasi lain untuk memastikan bahwa semua hak peserta aksi dilindungi secara penuh,” tambahnya.
Terlepas dari penangkapan, aksi demonstrasi di Gedung Grahadi berjalan lancar hingga saat ini. Peserta aksi tampak bersemangat dalam menyampaikan pesan mereka, meski beberapa di antara mereka terlihat khawatir setelah diamankan. Fatkhul menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan hukum hingga semua informasi lengkap dan jelas. “Kami juga menghargai upaya aparat kepolisian dalam menangani aksi tersebut, tetapi perlu memastikan bahwa prosedur penangkapan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Dalam beberapa jam terakhir, kontraS melakukan pengecekan di sekitar area Grahadi untuk memastikan bahwa tidak ada peserta aksi lain yang terlewat dalam data. Pengawasan ini dilakukan secara ketat, termasuk memeriksa alamat tempat tinggal dan pekerjaan mereka. Dengan adanya informasi ini, tim berharap dapat mempercepat proses identifikasi seluruh peserta aksi yang terlibat dalam penangkapan tersebut. “Kami juga sedang mempersiapkan langkah-langkah berikutnya, termasuk mengajukan permohonan pemeriksaan terhadap aparat kepolisian,” jelas Fatkhul.
“Kami masih bergerak di lapangan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut. Jika diperlukan, kami siap memberikan bantuan hukum kepada peserta aksi yang terdampak,” ujarnya.
Pendampingan hukum oleh KontraS tidak hanya berfokus pada identifikasi, tetapi juga memastikan bahwa hak-hak peserta aksi dijaga. Dalam konteks ini, tim aktif menghubungi keluarga peserta aksi untuk memperoleh informasi tambahan, seperti kondisi mereka saat ini dan alasan yang mungkin mereka sampaikan. “Kami berharap masyarakat dapat memberikan dukungan kepada peserta aksi yang terdampak, baik melalui informasi maupun bantuan secara langsung,” terangnya.
Dalam perjalanan aksi Indonesia Sekarat, sejumlah peserta memang kerap menimbulkan perhatian karena memiliki latar belakang yang beragam. Dari keempat orang yang teridentifikasi, dua di antaranya diduga terlibat dalam kegiatan yang lebih intensif, sementara dua lainnya mengambil peran sebagai pendukung. Fatkhul menekankan bahwa setiap penangkapan harus memiliki dasar yang jelas, serta mematuhi prosedur hukum yang baku. “Kami juga akan mengadakan pertemuan internal untuk memastikan bahwa seluruh data yang dikumpulkan akurat dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses hukum,” jelasnya.
Sementara itu, organisasi KontraS terus berupaya memperluas jaringan informasi untuk mendukung proses identifikasi lebih lanjut. Dengan adanya data yang telah terkumpul, tim yakin dapat memperjelas identitas seluruh peserta aksi yang diamankan. Fatkhul menyebutkan bahwa setiap peserta aksi yang teridentifikasi akan diberikan perlindungan hukum sesuai dengan peran mereka. “Kami juga mengajak masyarakat untuk terus memantau situasi di lapangan dan melaporkan informasi yang relevan,” pungkasnya.
Sebagai pihak yang berperan aktif dalam mengawasi aksi-aksi yang berpotensi menimbulkan ketegangan, KontraS terus mengupayakan agar semua peserta aksi diperlakukan secara adil dan transparan. Dengan bantuan informasi dari keluarga atau rekan-rekan, tim berharap dapat mengungkap seluruh detail penangkapan tersebut. “Kami percaya bahwa dengan data yang lengkap, kita bisa memberikan dukungan maksimal kepada peserta aksi,” tutup Fatkhul.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News
