News

Pengamat Nilai Demonstrasi Jadi Indikator Pemerintahan Prabowo Tak Antikritik

Pengamat: Demonstrasi Menunjukkan Pemerintahan Prabowo Terbuka terhadap Kritik Pengamat Nilai Demonstrasi Jadi Indikator Pemerintahan - JPNN.com, Jakarta

Desk News
Published Juni 26, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pengamat: Demonstrasi Menunjukkan Pemerintahan Prabowo Terbuka terhadap Kritik

Pengamat Nilai Demonstrasi Jadi Indikator Pemerintahan – JPNN.com, Jakarta – Direktur Eksekutif lembaga survei Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, memberikan penilaian bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbukti demokratis dan tidak menutup diri terhadap masukan kritis dari berbagai pihak. Dalam wawancara yang diadakan pada Kamis (25/6), Alwan menjelaskan bahwa maraknya aksi demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa dan kelompok masyarakat adalah salah satu bukti bahwa pemerintah yang dipimpin Prabowo tetap membuka ruang dialog dan siap menerima masukan untuk memperbaiki kebijakan.

Respons Terbuka terhadap Isu Ekonomi

Menurut Alwan, keberadaan demonstrasi dalam konteks pemerintahan Prabowo menunjukkan bahwa institusi kekuasaan tidak menutup mata terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Ia menyoroti bahwa aksi-aksi tersebut sering kali terjadi karena adanya ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi yang tengah mengalami tekanan, seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Demonstrasi adalah bentuk partisipasi aktif warga negara dalam proses demokrasi. Hal ini memperlihatkan bahwa pemerintahan Pak Prabowo tetap terbuka dan tidak menolak kritik dari luar,” jelas Alwan.

“Demonstrasi itu bagus untuk negara demokrasi. Itu menunjukkan pemerintahan Pak Prabowo demokratis dan tidak anti kritik,” ungkap Alwan pada Kamis (25/6).

Pengamat ini menegaskan bahwa sikap pemerintah dalam menanggapi masalah ekonomi, khususnya pelemahan rupiah dan IHSG, mencerminkan komitmen untuk berdiskusi secara transparan. Alwan mengatakan, pelemahan rupiah dan penurunan IHSG disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk tekanan ekonomi global, konflik perang, serta dinamika internal perekonomian domestik. “Karena itu, respons pemerintah disesuaikan dengan penyebab utama,” tambahnya.

Proses Evaluasi yang Dinamis

Alwan juga menyoroti bahwa pemerintahan Prabowo tidak segan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap perlu perbaikan. Ia menjelaskan bahwa tindakan ini bukan hanya untuk menanggapi kritik, tetapi juga sebagai upaya untuk memperbaiki kebijakan secara sistematis. “Pemerintah langsung melakukan mitigasi dan ruang perbaikan ke depan,” ujarnya.

“Pelemahan Rupiah dan IHSG karena berbagai faktor, seperti ekonomi global, perang, dan ekonomi domestik. Karena itu, respons pemerintah disesuaikan dengan penyebab utama,” kata dia.

Evaluasi terhadap MBG (Market Beta Governor) menjadi contoh nyata dari sikap pemerintah yang proaktif. Alwan menegaskan bahwa MBG sebagai indikator utama kinerja pasar modal, memerlukan peninjauan rutin untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap relevan dan mampu mengatasi tantangan ekonomi. “Keterbukaan pemerintah terlihat saat mereka mampu mendengarkan masukan dari para ahli ekonomi dan masyarakat luas,” tambahnya.

Dalam analisisnya, Alwan menyatakan bahwa pemerintahan Prabowo tidak hanya mengedepankan kebijakan yang sudah terbukti, tetapi juga siap menerima kritik untuk melakukan perbaikan. Ia menekankan bahwa transparansi dalam pengambilan keputusan adalah salah satu ciri utama pemerintahan yang demokratis. “Dengan mengizinkan ruang dialog, pemerintah menunjukkan bahwa mereka tidak meremehkan suara rakyat, tetapi justru memandangnya sebagai bagian dari proses pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Konteks Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Menurut Alwan, kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir menjadi pemicu utama terjadinya aksi demonstrasi. Ia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dan penurunan IHSG bukan hanya fenomena sementara, tetapi juga mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam sistem perekonomian. “Ketika mata uang nasional mengalami pelemahan, masyarakat lebih rentan merasa tidak puas terhadap kebijakan yang dijalankan pemerintah,” katanya.

Alwan menambahkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang signifikan untuk mengatasi masalah ini. Ia menyoroti bahwa kebijakan moneter dan keuangan yang diambil pemerintah tidak hanya terbatas pada respons instan, tetapi juga didasarkan pada evaluasi mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kestabilan ekonomi. “Dengan menyesuaikan respons berdasarkan penyebab utama, pemerintah menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan bergerak sesuai kebutuhan,” katanya.

Peran Demonstrasi dalam Demokrasi

Alwan juga memandang bahwa demonstrasi tidak hanya menjadi sarana untuk mengekspresikan ketidakpuasan, tetapi juga menjadi alat untuk memperkuat demokrasi. Ia menilai bahwa partisipasi masyarakat dalam bentuk aksi massa menunjukkan bahwa sistem pemerintahan Indonesia masih bisa berjalan secara dinamis, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. “Demonstrasi adalah bentuk kritik yang konstruktif, bukan hanya protes belaka,” ujarnya.

Menurut Alwan, aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dan kelompok lainnya dianggap sebagai indikator bahwa pemerintahan Prabowo tetap memperhatikan suara rakyat. Ia menegaskan bahwa proses dialog yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk menghindari stagnasi dalam kebijakan. “Dengan adanya ruang untuk berdiskusi, pemerintah tidak hanya merespons isu, tetapi juga mencari solusi yang lebih baik,” katanya.

Potensi Peningkatan Kinerja Ekonomi

Alwan memproyeksikan bahwa eskalasi gerakan mahasiswa akan turun jika pemerintah mampu memperbaiki kondisi ekonomi secara signifikan. Ia menilai bahwa keterbukaan pemerintah dalam menerima masukan dan melakukan evaluasi berulang kali akan menjadi pendorong untuk mengurangi ketegangan sosial. “Jika pemerintah benar-benar berkomitmen untuk memperbaiki kondisi ekonomi, demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat akan berubah menjadi bentuk apresiasi, bukan penolakan,” ujarnya.

Alwan menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan Prabowo dalam mengatasi pelemahan rupiah dan IHSG akan menjadi bukti kuat bahwa kebijakan yang dijalankannya tidak hanya fokus pada stabilitas politik, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Masyarakat tidak akan ragu mengikuti pemerintahan yang bisa menjawab berbagai tantangan secara efektif,” katanya.

Dalam kesimpulannya, Alwan menilai bahwa pemerintahan Prabowo tidak pernah menutup diri terhadap kritik, bahkan menggunakannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja. Ia menegaskan bahwa

Leave a Comment