News

Latest Update: 15 Ribu Pelaku Usaha Hadiri PWN TDA 2026, UMKM Didorong Masuk Level Baru

15 Ribu Pelaku Usaha Hadiri PWN TDA 2026, UMKM Didorong Masuk Level Baru Latest Update - JAKARTA - Dalam acara Pesta Wirausaha Nasional (PWN) TDA 2026 di

Desk News
Published Juni 21, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

15 Ribu Pelaku Usaha Hadiri PWN TDA 2026, UMKM Didorong Masuk Level Baru

Latest Update – JAKARTA – Dalam acara Pesta Wirausaha Nasional (PWN) TDA 2026 di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman menyoroti peran penting Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) sebagai fondasi ekosistem wirausaha nasional. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 15 ribu peserta dari 118 daerah dan 29 wilayah TDA di seluruh Indonesia ini menjadi panggung bagi penguatan sektor UMKM sebagai pilar utama perekonomian Indonesia.

Komunitas TDA: Aset Negara yang Menginspirasi

Dalam sambutannya, Maman Abdurrahman menegaskan bahwa TDA telah menjadi kekuatan besar dalam mendorong lahirnya wirausaha dan memperkuat jaringan usaha mikro. “TDA adalah aset negara yang luar biasa. Selama hampir dua dekade menjadi pionir dalam membangun ekosistem kewirausahaan Indonesia,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa komunitas ini bukan hanya sekadar wadah, tetapi juga menciptakan lingkungan kolaboratif yang memacu inovasi dan kemandirian para pelaku usaha.

“TDA memiliki nilai kuat karena mengajarkan semangat berbagi, kerja sama, dan kontribusi sosial kepada para pengusaha,” kata Maman Abdurrahman.

Menurutnya, filosofi “Tangan Di Atas” yang menjadi dasar TDA berdampak signifikan pada keberlanjutan sektor UMKM. Filosofi tersebut mendorong para pengusaha untuk saling mendukung, berbagi sumber daya, dan berkontribusi pada perekonomian daerah masing-masing. “Dengan semangat ini, TDA mampu mengubah pola pikir bisnis dari skala kecil menjadi ekosistem yang lebih kuat,” lanjutnya.

PWN TDA 2026: Momentum Pertumbuhan Ekonomi Nasional

PWN TDA 2026 dianggap sebagai salah satu langkah strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 8 persen. Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa penguatan UMKM menjadi prioritas pemerintah, terutama dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional, dan TDA turut berperan sebagai penggerak utama,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Menteri UMKM juga memperkenalkan inisiatif baru bernama Sapa UMKM, sebuah super aplikasi yang dirancang sebagai pusat informasi digital bagi 57 juta pelaku usaha mikro. Aplikasi ini diharapkan menjadi platform yang memudahkan akses layanan, pemasaran, dan pendanaan bagi pengusaha, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat luas dalam mendukung sektor ini.

Pengembangan Ekosistem UMKM: Tantangan dan Peluang

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas UMKM, Maman Abdurrahman menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra ekosistem. “Kita perlu menciptakan lingkungan yang inklusif, sehingga usaha kecil pun bisa bersaing secara global,” katanya. Ia menekankan bahwa TDA berperan krusial dalam menjembatani antara kebutuhan lokal dan potensi pasar yang lebih luas.

Minimnya akses pendanaan dan sumber daya digital sering menjadi hambatan bagi UMKM. Dengan adanya Sapa UMKM, masalah ini diharapkan bisa diatasi melalui integrasi layanan dalam satu platform. “Aplikasi ini tidak hanya memudahkan operasional, tetapi juga membuka peluang ekspor dan kerja sama lintas daerah,” jelas Maman. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas jaringan digital dan membentuk kebijakan yang mendukung pertumbuhan usaha mikro secara berkelanjutan.

Upaya Membangun Eksistensi UMKM di Tingkat Nasional

Maman Abdurrahman juga menyampaikan bahwa TDA telah menjadi model keberhasilan dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. “Mereka menunjukkan bagaimana kemitraan antar-pelaku usaha bisa menciptakan nilai tambah yang signifikan,” tuturnya. Ia menyoroti keberagaman inisiatif yang dihadirkan dalam acara ini, seperti pelatihan, pameran, dan diskusi seputar strategi bisnis.

Dalam wawancara terpisah, para peserta acara menyambut positif langkah pemerintah untuk menempatkan UMKM pada level yang lebih tinggi. “PWN TDA 2026 menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi usaha mikro kepada publik nasional,” kata seorang peserta, Iwan Surya, seorang pengusaha muda dari Yogyakarta. Ia menambahkan bahwa kehadiran lebih dari 15 ribu pelaku usaha menunjukkan minat yang besar terhadap kolaborasi dan inovasi.

Kolaborasi dan Inovasi sebagai Kunci Kesuksesan

Kementerian UMKM menyatakan bahwa PWN TDA 2026 dirancang untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah, komunitas usaha, dan lembaga pendukung. “Kita perlu menyatukan sumber daya dan ide untuk menciptakan solusi yang berdampak jangka panjang,” kata Wakil Menteri UMKM, Teten Masra, dalam pidatonya. Ia menyoroti bahwa inisiatif seperti Sapa UMKM adalah bagian dari upaya mengintegrasikan teknologi dan ekosistem UMKM.

Di samping itu, acara ini juga menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk berbagi pengalaman dan menggali peluang baru. “Ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang pembelajaran bersama,” ujar Teten. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya memperluas jaringan TDA dan memastikan keberlanjutan program-program yang dijalankan.

PWN TDA 2026 diharapkan menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya UMKM dalam pertumbuhan ekonomi. Selain itu, acara ini juga bertujuan meningkatkan partisipasi pelaku usaha dalam inisiatif nasional seperti ekspor dan digitalisasi. Dengan jumlah peserta yang mencapai 15 ribu, acara ini memberikan gambaran bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang di berbagai sektor.

Maman Abdurrahman menutup pidatonya dengan harapan TDA akan terus menjadi pelopor perubahan positif dalam dunia usaha. “Kami yakin, dengan dukungan yang tepat, UMKM akan mampu menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan TDA bukan hanya tergantung pada jumlah peserta, tetapi juga pada komitmen untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan tuntutan pasar yang semakin dinamis.

Sebagai penutup, acara ini menegaskan bahwa penguatan UMKM adalah langkah strategis untuk mencapai visi ekonomi nasional yang

Leave a Comment