Kebijakan Baru: GIPI Bali Rancang Tata Kelola Pariwisata Bali Baru, Fokus Pengalaman Wisatawan Sejak Tiba di Bandara

GIPI Bali Rancang Tata Kelola Pariwisata Bali Baru, Fokus Pengalaman Wisatawan Sejak Tiba di Bandara

GIPI Bali, gabungan industri pariwisata, telah mengusung konsep pengelolaan destinasi yang berbeda. Tujuan utamanya adalah memastikan pengalaman wisatawan terintegrasikan sejak tiba di bandara hingga akhir perjalanan.

“Pendekatan ini dirancang untuk menghadapi masa depan pariwisata Bali,” ujar Gus Agung, ketua GIPI Bali.

Strategi Terpadu untuk Pengalaman Wisatawan

Sebagai respons atas perubahan preferensi wisatawan modern, GIPI Bali menekankan pentingnya layanan yang terstruktur. Saat ini, penilaian terhadap pariwisata tidak lagi hanya berdasarkan jumlah pengunjung, melainkan bagaimana pengalaman berkualitas diberikan. Kepuasan liburan sering terbentuk dari momen pertama, sehingga tata kelola baru akan mulai dari bandara.

Pembagian Zona Destinasi

Dalam upaya menyebar kepadatan wisatawan secara merata, GIPI Bali mengusulkan pembagian destinasi Bali menjadi empat zona: tenang, budaya, rekreasi, dan petualangan. Hal ini diharapkan mampu menciptakan area yang nyaman serta mengurangi tekanan pada lokasi utama.

Pengelolaan Lingkungan Bersih

Kualitas lingkungan menjadi prioritas dalam rencana tata kelola. Target utamanya adalah menghilangkan keluhan wisatawan terkait sampah. Kebersihan yang terjamin merupakan bagian integral dari pengalaman wisata yang memuaskan.

Sertifikasi Keselamatan dan Mobilitas

GIPI Bali juga menetapkan standar keselamatan, seperti penggunaan ISO, untuk memastikan keamanan pengunjung. Selain itu, kontrol mobilitas diterapkan agar jumlah wisatawan tetap stabil atau meningkat, namun dengan mengurangi kemacetan. Sistem ini akan dikoordinasikan oleh seluruh pelaku industri.

Sebagai langkah konkret, Telkomsel dan Bank Indonesia meluncurkan Indonesia Tourist Travel Pack di Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk memudahkan transaksi digital wisatawan asing.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang lebih solid,”

kata sumber terkait.

Dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika hingga penyelenggaraan acara, berbagai inisiatif telah dimulai. GIPI Bali menegaskan bahwa Bali tidak kekurangan pengunjung, tetapi kini perlu mengarahkan fokus ke kualitas dan keberlanjutan. Dengan tata kelola yang lebih baik, destinasi ini ingin tetap menjadi pilihan utama dunia.