Solusi untuk: Banding ditolak, Leicester City terima hukuman pengurangan enam poin

Banding ditolak, Leicester City terima hukuman pengurangan enam poin

Setelah ajuan banding ditolak, Leicester City tetap terkena hukuman pengurangan enam poin. Sanksi ini diberlakukan oleh komisi independen sejak Februari lalu, sebagai konsekuensi dari pelanggaran aturan keuangan yang diterapkan English Football League (EFL). Liga Premier Inggris, yang memulai investigasi kasus tersebut, menyatakan keputusan akhir telah diambil.

“Keputusan komisi independen yang merekomendasikan pengurangan enam poin terhadap Leicester City Football Club musim ini telah dijatuhkan oleh dewan banding independen,”

demikian pernyataan resmi Liga Premier Inggris, dikutip pada Rabu (8/4).

Klub berjuluk The Foxes kini mengalami penurunan performa signifikan, bahkan terpaut satu poin dari zona aman dengan lima pertandingan tersisa. Pengurangan poin sebelumnya membuat posisi mereka bergerak dari peringkat ke-17 ke ke-20 klasemen divisi Championship. Namun, keadaan tetap memburuk hingga mendekati zona degradasi.

Awal Kasus dan Penanganan oleh EFL

Kasus ini dimulai saat Leicester didakwa oleh Liga Premier Inggris pada Mei 2025, karena melanggar Aturan Keuntungan dan Stabilitas (PSR) terkait musim 2023/24. Saat itu, mereka masih bermain di Championship. Setelah mengalami degradasi, penanganan kasus diserahkan kepada EFL, yang kemudian mengumumkan Leicester bersalah karena melanggar aturan keuangan.

Dalam pernyataan resmi klub, mereka menegaskan fokus penuh untuk menyelesaikan sisa musim ini.

“Dengan kasus ini yang telah berakhir dan lima pertandingan tersisa, seluruh elemen klub sepenuhnya fokus pada laga-laga ke depan dan menentukan nasib musim kami melalui hasil di lapangan. Kami tahu ini adalah periode yang menantang dan berterima kasih atas dukungan para suporter,”

kata klub.

READ  Waspada Cuaca Ekstrem - BMKG Deteksi Tiga Bibit Siklon di Sekitar Indonesia

Argumen Leicester dan Hasil Banding

Leicester sebelumnya mengajukan banding dua pekan setelah hukuman diumumkan, atau kurang dari 24 jam setelah menunjuk Gary Rowett sebagai pelatih interim. Mereka berargumen bahwa periode penilaian seharusnya dihitung selama 36 bulan, bukan 37 bulan, akibat keterlambatan penyampaian laporan keuangan musim 2023/24. Meski demikian, komisi tetap memutuskan menggunakan periode 36 bulan, yang menunjukkan bahwa klub melampaui batas pengeluaran EFL sebesar 20,8 juta pound dari total 83 juta pound.

Aturan PSR menyatakan bahwa klub Premier League tidak boleh mengalami kerugian melebihi 105 juta pound sterling dalam tiga tahun, dengan penyesuaian 22 juta pound untuk setiap musim di luar kasta tertinggi. Dengan keterlambatan laporan keuangan, periode penilaian dianggap lebih panjang, sehingga menghasilkan hukuman yang berlaku.

Sejak sanksi diberlakukan, performa Leicester terus menurun. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dalam 12 pertandingan di semua kompetisi, membuat peluang untuk menghindari degradasi kedua secara beruntun semakin tipis.