Hasil Pertemuan: Menperin yakin kesepakatan soal Selat Hormuz normalkan suplai plastik

Menperin Percaya Kesepakatan Selat Hormuz Bantu Stabilkan Pasokan Plastik

Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yakin bahwa kesepakatan antara AS dan Iran mengenai pembukaan Selat Hormuz akan berdampak positif pada normalisasi pasokan bahan baku plastik di tingkat global.

Dalam wawancara di Jakarta, Kamis, Menperin mengatakan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz diharapkan dapat memperbaiki sistem logistik global, sehingga rantai pasok industri petrokimia bisa kembali berjalan lancar.

Menurutnya, jika kondisi logistik global membaik, pemerintah optimis bahwa kebutuhan bahan baku plastik industri nasional bisa dipenuhi secara konsisten, menjaga kelancaran produksi.

Tujuannya adalah memastikan kebutuhan plastik untuk kegiatan industri dalam negeri tetap terpenuhi, meski saat ini masih ada gangguan yang diatasi melalui substitusi bahan baku.

Iran mengumumkan dua jalur alternatif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz, Kamis, sebagai upaya mengurangi risiko ancaman ranjau laut di area strategis tersebut.

Semua kapal yang melewati Selat Hormuz disarankan mengambil jalur alternatif guna memastikan keselamatan laut dan mengurangi risiko bahaya ranjau,” jelas IRGC Iran dalam pernyataan yang dilansir media setempat.

Langkah tersebut dilakukan setelah Iran bersedia sementara waktu mengembalikan akses ke Selat Hormuz, jalur pengangkutan minyak utama yang menangani seperlima pasokan minyak mentah dunia, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dua minggu.

Sebelumnya, Menperin juga menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya mengembangkan berbagai sumber bahan baku plastik dan mendorong penggunaan daur ulang untuk menjaga ketersediaan bahan plastik nasional di tengah tekanan politik internasional.

Menanggapi perubahan harga dan pasokan bahan baku plastik, Agus dalam konfirmasi di Jakarta, Rabu (8/4) menjelaskan bahwa ketegangan di Timur Tengah telah mengganggu rantai pasok industri petrokimia global, terutama pada komoditas nafta yang menjadi bahan dasar utama produksi plastik.

READ  Yang Dibahas: Komisi VIII Minta Kemenhaj Siapkan Mitigasi Haji di Tengah Perang Iran-AS-Israel