Agenda Utama: FIFA Enggan Komentar Banyak Usai Israel dan AS Keroyok Serang Iran

FIFA Membatasi Komentar Usai Serangan Israel dan AS terhadap Iran

Jakarta, IDN Times – Pada hari Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan militer terhadap Iran. Pengumuman ini langsung dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Respons cepat datang dari Iran, yang menyerang pangkalan militer AS serta wilayah Israel di beberapa negara Timur Tengah, seperti Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait.

Persiapan Piala Dunia Menjadi Prioritas

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstorm, menyatakan bahwa organisasi tersebut sementara membatasi komentar terkait peristiwa tersebut. “Saya mengetahui berita ini pada pagi hari, seperti yang Anda baca. Kami mengadakan pertemuan hari ini, namun masih terlalu dini untuk menyampaikan penjelasan mendetail,” ujar Grafstorm, dilansir ESPN FC.

“Saat ini, kami akan memantau perkembangan semua isu di seluruh dunia, termasuk situasi di Timur Tengah (antara Israel, AS, dan Iran),” tambah Grafstorm.

Dalam pernyataannya, Grafstorm menekankan bahwa fokus FIFA saat ini adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman di AS. “Kami mengadakan undian final di Washington, di mana semua tim terlibat, dan prioritas kami adalah memastikan partisipasi semua peserta,” katanya.

Iran, yang berada di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, memang disorot karena konflik dengan AS sejak lolos ke babak final. Negara tersebut masuk ke dalam daftar hitam Trump, yang menyebabkan pembatasan kunjungan warga negaranya ke Amerika Serikat.